Kerusakan hutan di Indonesia saat ini menjadi sesuatu yang harus jadi perhatian. Hal tersebut karena ulah tangan manusia dan keserakahan serta kelalaian yang menjadi penyebabnya. Fakta terungkap bahwa kerusakan hutan saat ini disebabkan sembarangan membuang puntung rokok dan membakar semak belukar. Kondisi ini sangat merusak lingkungan alam kita. Karena ketidaksadaran itu akan menghancurkan segalanya.
Coba kita cermati bersama bahwa sesungguhnya kerusakan tidak hanya karena penebangan liar, akan tetapi karena membakar hutan dengan sengaja dan memakai puntung rokok. Apalagi di musim kemarau yang saat ini sedang terjadi begitu membuat dedaunan dan pepohonan kering sehingga memicu sumber api. Namun, situasi tersebut masih belum dipahami oleh manusia.
Kesadaran untuk Tidak Membuang Puntung Rokok di Jalan
Pada dasarnya kita harus bisa menyadari bahwa kesadaran itu penting. Setelah kita menghisap rokok, maka harus dimatikan bukan dibuang begitu saja di pinggir jalan karena hal tersebut memicu kebakaran. Apalagi hembusan angin akan membawa percikan api dari abu rokok mengena ke semak belukar yang kering sehingga menyebabkan kebakaran.
Bukan itu saja, yang paling miris adalah ketika adanya orang yang membakar sampah di tengah iklim sekarang ini. Bara api yang dihasilkan oleh pembakaran sampah dapat memicu kebakaran hebat. Di sinilah kita harus berhati-hati. Di sinilah kita harus bisa memaknai lebih baik arti dari sebuah menjaga lingkungan.
Hanya karena masalah sedikit menciptakan kondisi kerusakan besar. Bahkan para satwa mati dengan adanya kebakaran hutan tersebut. Rumah para satwa hancur sehingga para satwa memasuki wilayah permukiman untuk mencari kehidupan. Kondisi tersebut sangat menggelisahkan dan menyedihkan. Kelalaian dan ketidaksadaran membuat segalanya menjadi hancur. Dan, oknum perusak lingkungan pun menganggap itu sebagai sesuatu keuntungan karena kebakaran hutan makin membuka lahan.
Karena itulah, kita tak bisa tinggal diam. Masyarakat harus disadarkan akan perilaku mereka yang berdampak luas dan besar bagi lingkungan alam sebagai rumah semua makhluk hidup.
Mengimbau Para Pengguna Jalan
Tanpa disadari, puntung rokok telah merusak alam. Karenanya, layak untuk dilakukan imbauan bagi pengguna jalan agar berhati-hati dalam membuang puntung rokok dan membakar sampah. Biasanya, sering dilakukan imbauan "Pengguna jalan dilarang membuang puntung rokok di jalan karena akan memicu kebakaran lahan". Imbauan itu sudah selayaknya dilakukan agar ada upaya menyadarkan dan memberi peringatan.
Imbauan itu sebagai bentuk sinyal baik yang sebenarnya sangat membantu dalam mencegah kebakaran hutan secara luas. Lebih dari itu, imbauan akan membuka mata kita bahwa dampak membuang rokok sembarangan akan merusak alam sebagai rumah kita bersama. Menjaga alam adalah menjaga rumah kita bersama. Alangkah baiknya cegah membakar hutan dan cegah membuang puntung rokok.
Ingat bahwa anak cucu kita butuh rumah untuk hidup di bumi jadi alam yang sudah disediakan harus dijaga sebaik mungkin. Jangan sampai kehancuran rumah kita karena tangan kita sendiri.
Kesadaran dan sense of crisis harus kita bangun. Sekarang, kebakaran hutan sedang marak di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ditambah musim kemarau panjang yang menjadi penyebabnya. Maka dari itu, budaya berpikir kritis dan sadar akan tugas tanggung jawab kita membangun dan merawat alam adalah kunci. Mulai dari diri sendiri kita bangun budaya itu untuk alam yang kita cintai.
Jadi, jangan lagi bertindak yang ceroboh dan gegabah serta tidak mematuhi imbauan dan aturan yang ada. Bersikap yang bijaksana dan teratur merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga bumi ini sebagai rumah kita bersama. Jangan ada tindakan yang ingin menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang banyak.
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Hilangnya Habitat, Kematian Indro, dan Masa Depan Gajah Sumatera yang Terancam
Artikel Terkait
-
Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya
-
Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta
-
AIESEC in UI Hadirkan Global Village Summer 2026, Kenalkan Keberagaman dan Peduli Lingkungan
-
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September
-
Sampah Tak Pernah Hilang, Ia Hanya Berpindah ke Masa Depan Kita
Kolom
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja
-
Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
-
Di Balik Polemik UKT dan Roh Pendidikan Tinggi: Saatnya Kampus Elite Berbagi dengan Kampus Daerah
Terkini
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat
-
Usai Manon, Sophia KATSEYE Umumkan Hiatus Grup Demi Kesehatan Mental
-
Konser Maroon 5: Momen yang Harus Dinikmati, Jangan Cuma Direkam!
-
4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!