Trust issue atau masalah kepercayaan merupakan keadaan pada seseorang yang memiliki rasa percaya rendah terhadap orang lain. Orang yang memiiki trust issue ini biasanya akan curiga atau bahkan tak percaya pada orang yang memiliki hubungan dengannya.
Hubungan di sini bisa berupa hubungan keluarga, pertemanan, atau hubungan asmara. Lalu mengapa keadaan ini bisa terjadi?
Mengutip dari kanal YouTube Satu Persen, faktor utama trust issue ini karena trauma pengalaman yang terjadi di masa lalu. Seseorang yang pernah kecewa dalam sebuah hubungan pada masa kecil, maka kemungkinan besar mereka akan sulit percaya lagi pada saat mereka dewasa.
Masih adakah kemungkinan untuk memperbaiki masalah kepercayaan ini? Tipsnya ada di ulasan berikut ini yang telah dirangkum dari YouTube Satu Persen.
1. Kesadaran pada diri
Memiliki masalah kepercayaan memang sulit rasanya. Orang akan sulit untuk menjalin hubungan jika tak mempunyai rasa percaya. Namun, sebagai makhluk sosial, kita tak bisa terus memiliki trust issue ini. Kepercayaan merupakan salah satu kunci untuk bekerjasama dengan orang lain serta meraih tujuan hidup kita.
Oleh karena itu, cara pertama memperbaiki trust issue ini adalah dengan menyadarinya. Okelah, kita memiliki masalah kepercayaan dan tak selamanya kita memelihara perasaan tersebut. Untuk selanjutnya kita bisa mulai memikirkan jalan keluarnya.
2. Kesadaran pada masalahnya
Setelah menyadari pada keadaan kita sendiri maka langah selanjutnya adalah menyadari pada masalahnya. Kenali berbagai penyebab yang membuat kita memiliki trust issue.
Pikirkan berbagai dampak yang akan terjadi pada kita jika kita terus memilikinya. Tentu dampak negatifnya lebih buruk. Kita akan lebih sulit mencapai hal yang kita inginkan serta akan sulit membangun hubungan dengan orang lain.
3. Cari support dari orang lain
Tak ada salahnya bercerita dengan orang lain mengenai masalah yang kita hadapi. Orang lain pasti akan memberikan sudut pandang yang berbeda dalam memberikan saran dan nasihat untuk kita melalui masalah ini. Hal ini mungkin terlihat kontradiktif.
Kita memiliki masalah kepercayaan tapi kita juga meminta bantuan kepada orang lain. Namun, hal ini tetap bisa dilakukan karena pasti kita juga mempunyai orang yang dapat dipercaya untuk membantu kita.
4. Bantuan profesional
Cara ini dapat dilakukan ketika kita benar-benar tak mempunyai alternatif lain. Profesional seperti psikolog pasti lebih ahli dan paham menangani orang-orang yang memiliki masalah kepercayaan ini.
Demikian 4 tips memperbaiki trust issue. Membangun rasa percaya memang penting untuk bekerja sama dengan orang lain.
Baca Juga
-
Mengulik Defender, Pembela yang Kadang Menjadi Target Serta Dampaknya
-
Makan Ramah Lingkungan dengan Tadisi Lama, Cara Kembali Menyayangi Bumi
-
Tidak Perlu Krim Mahal, Pakai 5 Bahan Alami Ini untuk Hilangkan Flek Hitam
-
Ingin Terapkan Less Waste saat Travelling? Berikut 4 Tipsnya!
-
5 Langkah Sederhana Less Waste, Yuk Coba Terapkan!
Artikel Terkait
-
4 Tantangan yang Hanya Bisa Dimengerti Pasangan LDR, Pernah Mengalami?
-
4 Cara Memperbaiki Trust Issue dalam Hubungan Asmara
-
4 Penyebab Seseorang Memiliki Trust Issue, Pernah Merasakan?
-
Kisah Jean Hilliard, Wanita yang Selamat setelah Membeku selama 6 Jam Lebih di Tengah Salju
-
5 Tips Mengatasi Trust Issue dalam Hubungan, Belajar Memaafkan
Lifestyle
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar
-
Suzzanna Tantang Danur Saat Lebaran 2026: Duel Calon Ratu Film Horor Indonesia
-
4 Rekomendasi Tablet Dukung SIM Card Paling Worth It di 2026, Harga Terjangkau Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Sunscreen Matcha, Penyelamat untuk Cegah Kulit Kemerahan dan Breakout
Terkini
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026
-
Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?