Narsistik adalah sebuah gangguan kepribadian pada seseorang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan cenderung ingin lebih baik dari orang lain. Umumnya orang dengan tipe narsistik ini tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya karena merasa dirinyalah yang paling penting.
Jika kamu termasuk ke dalam ciri narsistik tersebut, kamu perlu waspada, karena bisa jadi itu akan menjadi gangguan kepribadian serius jika terus dibiarkan. Ada 3 tipe gangguan narsistik yang mungkin sering dijumpai. Apa sajakah itu?
Melansir dari laman klikdokter.com, terdapat 3 tipe gangguan narsistik yang perlu kamu ketahui seperti yang terangkum di bawah ini.
1. Narsistik Grandiose
Tipe gangguan kepribadian ini memiliki ciri-ciri ingin menjadi pusat perhatian orang lain. Biasanya terkesan dominan dalam segala hal dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
2. Narsistik Vulnerable
Tipe gangguan kepribadian ini memiliki ciri-ciri pendiam, namun membutuhkan validitas dari orang lain dan merasa bangga dengan dirinya sendiri.
3. Narsistik Eksibisionis
Tipe gangguan kepribadian ini memiliki ciri-ciri percaya diri yang tinggi, gemar menjadi sorotan dan sangat terbuka sehingga orang di sekitar tau bahwa orang tersebut narsis dan terkesan angkuh.
Penyebab Gangguan Narsistik
Setelah mengetahui 3 tipe gangguan kepribadian narsistik, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kepribadian tersebut. Walaupun belum jelas alasan seseorang melakukan perbuatan narsistik tersebut, namun ada faktor yang bisa menyebabkan risiko terjadinya gangguan tersebut. Seperti yang terangkum dari klikdokter.com berikut ini:
- Pola asuh dan pola didik dari orangtua yang kurang baik
- Dianggap remeh sejak kecil
- Masa kanak-kanaknya kurang kasih sayang serta pujian
- Orangtua yang selalu mngkritik ketika anaknya gagal
- Orangtua yang juga memiliki gangguan kepribadian narsistik sehingga turut mempengaruhi kondisi kejiwaan sang anak ketika masih kecil.
Demikian tadi informasi mengenai gangguan kepribadian narsistik dan penyebabnya. Semoga para orangtua bisa mendidik anaknya dengan baik sejak dini agar jika dewasa bisa menghindari terjadinya gangguan kepribadian narsistik tersebut. Karena biar bagaimanapun faktor utama pemicu gangguan kepribadian berasal dari orang terdekat. Segera konsultasikan jika gangguan yang ditimbulkan semakin parah kepada ahlinya.
Baca Juga
-
Saatnya Beralih ke Kapas Pakai Ulang Demi Kurangi Limbah dari Rutinitas Skincare
-
Tampil Cantik Tanpa Merusak Lingkungan, Ini 5 Brand Skincare Sustainable yang Patut Dilirik
-
5 Film Netflix Terbaru Juni 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
-
Meal Prep untuk Less Waste: Cara Sederhana Kurangi Sampah Makanan yang Bisa Selamatkan Bumi
-
Sinopsis I Will Find You, Serial Thriller Terbaru Tayang di Netflix
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Google Luncurkan 'Fake Call Detection' untuk Deteksi Scam Kloning Suara AI
-
4 'Less Waste Lifestyle' yang Sudah Aku Terapkan di Rumah
-
4 OOTD Grungy Streetwear ala Yeonjun TXT yang Cool dan Chic Banget!
-
Tanpa Layar dan Tanpa Langganan, Google Fitbit Air Tantang Dominasi Whoop?
-
5 Skin Booster Toner untuk Hidrasi Maksimal hingga Lapisan Kulit Dalam
Terkini
-
Novel The Infinite Quest, Rahasia Mengerikan di Balik Eksperimen Ilegal
-
Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Cetak Rekor Terendah Sepanjang Sejarah
-
Ironi Penangkapan Eks Kepala BGN, Bagaimana Kepercayaan Publik?
-
Park Min Young Comeback Drama Kantoran 'Nine to Six', Jadi Bos Perfeksionis
-
Drakor Empathy Cells Rilis 4 Juli, Intip Seluruh Jajaran Pemainnya