Logika berpikir atau bagaimana cara kita berpikir dapat mempengaruhi keputusan kita ketika dihadapkan pada suatu permasalahan atau suatu kejadian. Terkadang, kita tanpa sadar melakukan kesalahan-kesalahan dalam menerapkan pola pikir tertentu.
Mulai dari perasaan minder, terus menyalahkan diri sendiri, tidak bisa menerima diri apa adanya, terlalu banyak berharap, hingga merasa tidak berharga, semua perasaan itu bisa muncul dari kesalahan logika berpikir yang selama ini kita terapkan.
Kita harus tahu apa saja kesalahan logika berpikir yang akhirnya memuat kita sulit untuk berkembang agar bisa menghindari hal-hal tersebut. Berikut ini adalah beberapa kesalahan logika berpikir yang harus kita hindari.
1. Emotional reasoning
Kesalahan logika berpikir yang pertama adalah emotional reasoning. Kamu menganggap bahwa apa yang kamu rasakan itu pasti dan memang benar.
Misalnya, kamu merasa takut untuk berbicara karena merasa bahwa orang-orang akan menyepelekan apa yang kamu katakan, maka kamu menganggap bahwa hal itu memang akan terjadi. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.
2. Personalization
Kesalahan logika berpikir yang kedua adalah personalization atau kamu terbiasa menyalahkan diri sendiri pada kondisi tertentu, walaupun sebenarnya kamu tidak sepenuhnya bersalah.
Pola pikir ini biasanya muncul karena pengalaman atau trauma di masa kecil. Kita harus bisa menghindari pola pikir ini agar bisa terus maju dan berkembang.
3. Disqualifying the Positive
Kesalahan logika berpikir selanjutnya adalah disqualifying the positive, atau kamu terus-menerus berfokus pada hal yang negatif dan mengabaikan hal positif yang ada pada dirimu sendiri.
Kamu juga selalu memandang segala sesuatu dari sisi negatifnya. Pada akhirnya, kamu hanya akan terus merasa kurang, sebaik apapun pencapaian yang berhasil kamu raih.
4. Overgeneralization
Kesalahan logika berpikir selanjutnya yang mungkin sering dilakukan oleh sebagian besar orang adalah overgeneralization atau terlalu mudah menarik kesimpulan umum dan menyamaratakan semuanya.
Misalnya, hanya karena kamu mengalami kegagalan di satu bidang, kamu mengaggap bahwa kamu tidak becus mengerjakan hal apa pun.
Pola pikir fixed mindset akan membuat kamu terus menerus terkekang dan tidak bisa mengambil hal negatif sebagai pelajaran. Ketika melakukan kesalahan, pola pikir fix mindset akan berkata bahwa kamu tidak bisa melakukan apa pun. Akibatnya, kamu jadi menghindari tantangan dan tidak bisa memaksimalkan potensi yang mungkin masih tersembunyi dalam dirimu.
Itulah lima kesalahan logika berpikir yang mungkin sering kita lakukan tanpa disadari. Kamu pernah berada di posisi yang mana?
Baca Juga
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
-
Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia
-
Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku 101 Kesalahan Guru dalam Pembelajaran
-
4 Cara Merespons Sindiran yang Berlebihan, Berani Mencoba?
-
4 Ciri Orang yang Mudah Terbawa Perasaan, Apakah Kamu Salah Satunya?
-
Profil Aprilio Manganang, Mantan Atlet Voli yang Sempat Viral karena Kesalahan Jenis Kelamin
-
Kenali 4 Penyebab Seseorang Marah saat Dinasihati, Kamu Sudah Baca Situasi?
Lifestyle
-
Galeri Penuh Screenshot Materi Kuliah? 5 Cara Agar Tak Cuma Disimpan
-
4 Sleeping Moisturizer Atasi Kulit yang Kering dan Kemerahan Hanya Semalam
-
Bye Bibir Kering! Ini 5 Lip Balm Madu yang Ampuh Melembapkan
-
4 Serum Korea Berbahan Rice Extract, Rahasia Wajah Tampak Glowing dan Mulus
-
3 Body Serum Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Kusam dalam 7 Hari
Terkini
-
Cedera saat Syuting Drama, Jo Aram Absen sebagai Presenter di KGMA 2026
-
Kerja Keras tapi Gaji Pas-pasan, Mengapa Upah Minimum Selalu Diperdebatkan?
-
Otaku Vampire's Love Bite Karya Kreator Kamisama Kiss Dapat Adaptasi Anime
-
Review Fatal Proximity to Him: Poster Bikin Kepincut, Eksekusi Agak Kecut
-
Kritik Pemerintah Tak Berarti Ngebet Ganti Presiden: Salah Kaprah Demokrasi