Guru termasuk profesi yang sangat mulia. Menghormati guru adalah sebuah keharusan bagi siapa saja. Berkat jasa-jasa guru, kita dapat memperoleh beragam ilmu pengetahuan yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita.
Hal yang mesti dipahami, menjadi seorang guru itu tidaklah mudah. Karenanya, bagi seseorang yang bercita-cita menjadi guru, maka ia harus memenuhi sederet persyaratan. Misalnya belajar di berbagai lembaga pendidikan, berguru kepada guru-guru profesional, memperbanyak membaca buku, dan seterusnya.
Selanjutnya, seorang guru juga harus memperhatikan sederet hal yang tak pantas dilakukan. Dalam buku “101 Kesalahan Guru dalam Pembelajaran” karya Erwin Widiasworo, S.Pd. dibeberkan puluhan kesalahan guru yang dapat dijadikan sebagai bahan renungan bersama, tujuannya agar para guru berusaha menghindarinya.
Berpenampilan rapi dan menjaga kebersihan mestinya selalu diupayakan oleh siapa saja, lebih-lebih bagi mereka yang berprofesi sebagai guru. Hal ini dapat dimaklumi, agar murid-murid merasa nyaman saat berhadapan dengan gurunya.
Tentu sangat aneh dan lucu bila ada guru tetapi cara berpakaiannya berantakan alias tidak rapi, ditambah lagi bau tubuhnya tidak sedap.
Guru yang memiliki bau badan tidak sedap tentu akan menjadi masalah tersendiri, apalagi jika harus berada dalam kelas melaksanakan kegiatan pembelajaran bersama peserta didik.
Murid akan merasa tidak nyaman berada di dekat gurunya. Hal ini akan membuat mereka enggan untuk bertanya dan berkomunikasi dalam jarak dekat (halaman 26).
Sering izin juga menjadi hal yang harusnya dihindari oleh para guru. Erwin Widiasworo, S.Pd. menjelaskan: guru yang sering izin, tidak dapat menunaikan tugasnya dengan baik dan tentu membuat proses pembelajaran terganggu.
Entah alasan tugas luar atau keperluan keluarga. Yang jelas, tidak masuknya guru berarti menghambat kegiatan pembelajaran yang seharusnya berlangsung.
Biasanya jika guru tidak masuk, peserta didik hanya diberi tugas. Kegiatan pembelajaran yang hanya mengerjakan tugas menjadi kurang efektif karena tidak ada yang membimbing dan mengarahkan. Peserta didik hanya sekadar mengerjakan tugas yang diberikan guru sehingga proses belajar kurang maksimal (halaman 33).
Kesalahan guru lainnya yang dibeberkan dalam buku terbitan Araska Yogyakarta (2020) ini antara lain: asal menjawab pertanyaan peserta didik, pilih kasih, killer, menghukum peserta didik terlalu berat, dan lain-lain.
Buku ini sangat penting dibaca oleh para guru untuk meningkatkan kualitasnya sebagai seorang pendidik. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
-
4 Cara Merespons Sindiran yang Berlebihan, Berani Mencoba?
-
Borong BBM Menyalahi Aturan, Seorang Guru di Banyuwangi Diringkus Polisi
-
Siap-Siap UTBK-SBMPTN Tahun 2023 Cuma Ada TPS
-
Nyapres Boleh Lulusan SMA, Ini Riwayat Pendidikan Presiden Republik Indonesia
-
Cara Daftar Beasiswa Merdeka Pendidikan, Dapat Rp 2,5 Juta untuk Siswa SMA dan Mahasiswa
Ulasan
-
Review Resident Evil: Hujan Fan Service yang Memanjakan Gamer Sekaligus Mengorbankan Ending
-
Relatable! Ini Alasan Novel Harga Teman Cocok Dibaca Pejuang Quarter-Life Crisis
-
Urang Bunian: Mengungkap Horor Folklore Hutan Belantara Sumatra Barat!
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
-
Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca
Terkini
-
Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca
-
Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'
-
4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif