Secara sederhana, impulsive buying adalah perilaku seseorang yang membeli barang atau jasa tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Membeli dengan cara impulsif tentu dapat mengakibatkan kerugian dan berujung penyesalan, sebab yang ia beli biasanya bukanlah sesuatu yang dibutuhkan.
Meski sudah banyak yang menyadarinya, mengapa masih banyak sekali orang-orang yang tetap melakukan pembelian secara impulsif?
Hal ini tentu saja merupakan wujud dari menghambur-hamburkan uang, yang biasanya dipicu oleh beberapa hal berikut ini.
1. Pengaruh dari diri sendiri
Pada dasarnya, seseorang yang memiliki perilaku impulsive buying adalah seseorang yang belum memiliki perencanaan keuangan yang baik. Mereka cenderung gengsi bila tidak mengikuti tren terkini. Bahkan, dalam beberapa kasus, impulsive buyer mengalami kondisi mental yang kurang sehat.
2. Strategi pemasaran
Saat ini banyak sekali kita jumpai berbagai macam konten promosi yang sangat menarik dari sebuah produk atau brand tertentu di media sosial maupun marketplace.
Maka, tidak heran jika banyak yang tergiur oleh berbagai promo yang ditawarkan, seperti potongan harga, paket bundling, atau promo gratis ongkir. Orang yang awalnya tidak tertarik, menjadi tertarik, dan akhirnya melakukan pembelian.
3. Kualitas dan varian produk
Banyaknya variasi atau jenis-jenis dari produk yang ditawarkan juga dapat menjadi salah satu pemicu timbulnya perilaku konsumtif. Hal ini biasanya juga didukung oleh kepuasan pembeli terhadap kualitas produk yang telah dibelinya.
Misal, pada pembelian pertama kita membeli sepasang sepatu warna putih, karena ternyata produknya memuaskan maka timbul keinginan untuk membeli warna lain.
4. Kemudahan cara bayar
Saat ini, hampir semua toko online berlomba-lomba untuk mempermudah calon pembelinya untuk melakukan transaksi digital.
Misalnya, fitur pembayaran melalui COD, paylater, e-wallet, gratis biaya administrasi untuk pembayaran transfer bank, dan lain sebagainya. Tidak heran jika berbagai kemudahan yang ditawarkan juga dapat menjadi pemicu munculnya perilaku yang konsumtif.
Agar kita tidak terjebak dalam perilaku impulsif, maka yang harus kita lakukan adalah belajar untuk mengendalikan diri dari hal-hal yang sifatnya bukan prioritas atau bukan hal yang penting. Semoga artikel ini dapat mencegah kita terhindar dari perilaku impulsif.
Baca Juga
-
Hari Buruh Internasional: Seruan Perubahan untuk Dunia Kerja
-
Buka Kembali Kenangan Lama Lewat Google Maps dan Earth
-
Belajar Jadi Seru: 7 Cara Pilih Aplikasi AI yang Cocok untuk Anak
-
Chatbot vs Agen AI: Kenali Perbedaannya sebelum Memilih
-
Tren Masa Depan AI Action Figure: Mainan dengan Kecerdasan Buatan
Artikel Terkait
-
Jauh dari Kata Impulsif, Ini 4 Zodiak yang Cocok Dijuluki Smart Buyer
-
Simak! 3 Hal yang Harus Dikendalikan dalam Hidup
-
5 Tips agar Terhindar dari Jajan Impulsif, Demi Tubuh yang Lebih Sehat
-
Do'a Mengendalikan Amarah Diri Sendiri dan Saat Mendapat Musibah
-
5 Saran yang Bisa Diterapkan agar Hidupmu Lebih Tenang, Hindari Utang!
Lifestyle
-
4 Jelly Cleanser untuk Semua Jenis Kulit: Wajah Bersih tanpa Rasa Ketarik!
-
Bersih Maksimal! 4 Bubble Cleanser yang Ampuh Angkat Kotoran di Wajah
-
4 Moisturizer Zinc PCA, Solusi Kontrol Produksi Minyak untuk Cegah Jerawat
-
4 Dark Spot Serum Ampuh Bikin Kulit Glowing dan Bekas Jerawat Auto Memudar
-
5 Fitur HP Ini Bisa Kurangi Mata Lelah saat Nonton Piala Dunia, Sudah Tahu?
Terkini
-
Menulis Gelar di Undangan Pernikahan: Penting atau Hanya Gengsi Belaka?
-
Jajan Dulu, Tenang Kemudian: Coping Mechanism ala Gen Z, Aman Diteruskan?
-
Usai Jadwal Tayang Diundur, Anime Eleceed Dipastikan Tayang 2027
-
PHK Massal Buruh Pabrik: Benarkah Up-skilling Hanya Ilusi?
-
Saat Anak SD Harus Ikut Aksi, Apakah Kita Sudah Benar-benar Mendengar Mereka?