Candra Kartiko | Ismi Faizah
Ilustrasi persahabatan. (Pexels.com/@cottonbro)
Ismi Faizah

Memiliki kawan dekat memang asyik. Terlebih lagi jika satu frekuensi, punya kesukaan dan hobi yang sama. Betah berlama-lama menghabiskan waktu luang bersama. Memiliki tempat terpercaya untuk berbagi rahasia. Meskipun begitu, ternyata kedekatan tak menjamin persahabatan selalu baik-baik saja.

Ungkapan orang yang paling dekat denganmu berpotensi menjadi musuh bagimu rupanya bukan hanya sekedar isapan jempol belaka. Banyak kita saksikan orang-orang terjangkit rasa iri pada sahabat dekat mereka. Entah karena merasa bahwa sahabatnya selalu lebih unggul dalam segala hal dibandingkan dirinya atau alasan lain. 

Hati-hati, sebab terbiasa merasa iri tidak baik untuk kesehatan mental yang bisa berujung pada sakit fisik. Seperti kata bijak yang berbunyi rasa iri ibarat engkau menenggak racun tapi berharap orang lain yang mati (Ali bin Abi Thalib). Mengerikan bukan? 

Agar tidak mudah dengki pada orang lain terlebih sahabat kita atau sudah terlanjur terkena virus iri yang sulit hilang mari simak tips berikut. 

1. Mendoakan yang Terbaik

Melihat kawan dekat hidupnya lebih beruntung dibandingkan diri sendiri, acap kali menimbulkan kesedihan yang mendalam jika tidak diimbangi dengan rasa syukur atas apa yang telah Tuhan beri. 

Sibuk memikirkan mengapa diri kita tidak seberuntung mereka, bukan pilihan bijak. Sebab setiap orang pasti memiliki masalah yang tak selalu diceritakan sekalipun pada orang terdekatnya dengan alasan batas privasi dimana mereka tidak ingin ada yang ikut campur. 

Ada rumus paksa, bisa, terbiasa. Paksa diri sendiri untuk selalu mendoakan yang terbaik bagi sahabat meskipun ada kedengkian yang masih menggelayut di hati pada seseorang tersebut. Yakin bisa, setiap hari doakan maka lama-lama akan terbiasa melakukannya. Doa yang baik akan kembali kepada yang mendoakan.

2. Tidak Sering Berpura-pura 

Di depan baik di belakang julid. Bermuka dua. Berperan seolah diri sendiri adalah kawan terbaik yang dapat dipercaya, namun kenyataannya menusuk dari belakang. Perbuatan yang sangat menyakitkan. 

Berhenti berpura-pura, mulailah untuk merenungkan jika seandainya posisi dibalik. Diri  sendiri yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan tersebut. Jika tahu dilempar batu terasa sakit maka jangan melempar batu pada orang lain. Tunjukkan rasa simpati dan empati dengan tulus tanpa adanya modus. 

3. Membangun Rasa Senang

Saat sahabat dekat kita mendapatkan kebahagiaan, ikutlah bersyukur dan senang. Ucapkan selamat. Bisa juga memberi hadiah kalau perlu. Yakinkan dalam hati suatu saat pasti ada kebahagiaan berlimpah yang juga menghampiri hidup kita. 

Bukan larut menyesali keadaan diri. Bersedih hati berkepanjangan. Roda kehidupan selalu berputar. Barangkali kendala yang dialami saat ini merupakan ujian yang perlu ditaklukkan. Tetap tersenyum esok pasti lebih baik. 

4. Buang Ucapan Buruk Orang Lain 

Salah satu pemicu mengapa rasa dengki menggerogoti hati adalah ucapan orang lain yang sering membanding-bandingkan kita dengan kawan kita. 

Pada mulanya hubungan persahabatan yang terjalin sangat harmonis bisa saja hancur hanya karena perilaku buruk orang luar. Sengaja melontarkan kalimat bernada ejekan tentang pencapaian kita yang tak sebanding dengan sahabat kita.

Jangan dengarkan dan buang jauh-jauh kritik yang tak membangun diri kita. Mereka hanya orang-orang yang suka menjatuhkan. 

Setiap dari kita memiliki potensi berbeda. Tetap optimis jangan putus asa. Pandai-pandailah memilah ucapan orang lain yang patut untuk didengar.

Mempunyai sahabat sangat menyenangkan. Jangan sampai hubungan yang ada ternodai dengan sifat-sifat yang seharusnya bisa ditiadakan. Sahabat bukan rival untuk bertaruh kalah menang. Bersaing dalam hal positif tentu baik tapi bukan untuk saling iri dengki apalagi berujung menyakiti. 

Nah, uraian diatas semoga bermanfaat menghilangkan sifat buruk yang terlanjur menjangkiti hati, yang pada dasarnya menyimpan banyak kebaikan.