Saat ini kita melihat sebuah fenomena sosial di mana banyak anak muda yang sudah lulus pendidikan sarjana, namun mereka tidak dapat mendapat pekerjaan sesuai dengan jurusan yang mereka ambil. Bahkan, banyak juga anak muda yang sudah lulus sarjana namun masih menjadi seorang pengangguran.
Tentunya fenomena sosial tersebut tidak terjadi secara langsung kepada anak muda. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kenapa anak muda yang sudah lulus sarjana banyak yang tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan jurusan atau progran studi yang mereka ambil.
Berikut ini adalah lima alasan mengapa banyak sarjana yang tidak dapat mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pekerjaan yang mereka ambil.
1. Ketersediaan lapangan kerja
Ketersediaan lapangan kerja yang terdapat di masyarakat juga terkadang mempengaruhi terjadinya fenomena sosial tersebut. Terkadang, jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah sarjana dari suatu jurusan.
Maka dari itu, sarjana dari jurusan tersebut pun beralih untuk mencari pekerjaan di bidang lain. Mereka beranggapan kalau yang paling penting adalah mendapatkan pekerjaan, tidak peduli walaupun berbeda bidang dengan pendidikannya.
2. Lowongan yang terbuka untuk program studi
Banyak perusahaan saat ini yang membuka lowongan suatu bagian tanpa melihat latar belakang dari program studi pelamar tersebut. Perusahaan tersebut lebih mementingkan skill yang dimiliki dari seorang pelamar daripada latar belakang pendidikannya.
Dengan demikian, seseorang yang mungkin memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan bagian tersebut belum tentu dapat mendapatkan pekerjaan di bagian tersebut.
3. Persaingan dunia kerja yang terlalu ketat
Ada beberapa program studi di universitas yang membuka kuota cukup banyak untuk mahasiswanya, seperti manajemen, teknik, informatika, dan masih banyak lagi.
Namun sayangnya, kuota yang banyak di dunia universitas tidak diimbangi dengan pekerjaan yang tersedia di dunia kerja. Hal ini menyebabkan persaingan dunia kerja setelah mendapat gelar sarjana menjadi sangat ketat.
4. Bekerja sesuai passion yang dimiliki
Banyak anak muda yang saat ini mereka lebih memilih bekerja sesuai dengan passion atau bakat yang mereka miliki, bukan sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Pasalnya, bisa jadi saat kuliah mereka masuk ke program studi yang bukan menjadi idamannya atau mereka kuliah hanya fokus untuk mencari ilmu, bukan sebagai salah satu penunjang untuk mendapatkan pekerjaan.
5. Sarjana yang multitalenta
Saat ini ada banyak mahasiswa yang memiliki banyak skill dalam kehidupannya. Dengan beragam skill yang dimiliki, ia dapat bekerja sesuai dengan skill yang beragam tersebut.
Walaupun pekerjaannya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, ia tetap bisa menikmati pekerjaan tersebut karena memiliki skill di pekerjaan yang ia dapatkan.
Itulah lima alasan mengapa saat ini banyak sarjana yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Tidak masalah kamu mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusanmu, yang terpenting adalah pekerjaan tersebut dapat membuat hidupmu menjadi lebih nyaman.
Video yang mungkin Anda suka:
Baca Juga
Artikel Terkait
-
3 Hard Skill Sederhana yang Wajib Dikuasai untuk Berburu Cuan, Wajib Coba!
-
6 Cara untuk Menjadi Orang yang Disiplin, Yuk Terapkan
-
Harapan Anne Ratna Mustika Terhadap Keberadaan Forum SDC di Purwakarta
-
Mulan Jameela Jadi Sarjana di Usia 43 Tahun, Ini 5 Potret Cantiknya Kenakan Baju Toga Saat Wisuda
-
Mulan Jameela Akhirnya Sandang Gelar Sarjana Sastra: Tak Ada Kata Terlambat untuk Mengenyam Pendidikan
Lifestyle
-
5 Toner Pad Willow Bark untuk Kulit Halus, Bebas Pori, dan Matte
-
Super Slim! Powerbank Xiaomi Ini Tipis dan Praktis Dibawa Ke Mana Saja
-
Kebaya Syifa Hadju saat Akad Nikah Curi Perhatian, Intip Detailnya!
-
4 Micellar Water Kandungan Tea Tree, Bersihkan Wajah untuk Cegah Bruntusan
-
Jagoan Baru Anak Muda, Realme C100 Siap Rilis dengan Baterai 8000 mAh
Terkini
-
Trauma dan Beban Mental yang Ditularkan Lewat Film Grave of the Fireflies
-
Bungo Stray Dogs Wan! 2 Tayang Juli 2026, Deretan Karakter Baru Hadir
-
Teka-Teki Kepergian Bapak
-
Andai Kita Bisa Kembali ke Masa Kecil: Pahitnya Jadi Dewasa di Lima Cerita
-
Laboratorium Harapan: Taktik Anak Pertama Meracik Masa Depan di Tengah Batas