Saat ini, YouTube telah menjadi salah satu konsumsi wajib bagi anak-anak maupun orang dewasa. Di YouTube sendiri terdapat berbagai macam jenis video yang seringkali tidak ada batasan umur. Sehingga tanpa pengawasan yang tepat, bisa-bisa anak menonton konten yang tidak sesuai dengan umurnya.
Hal tersebut tentu berbahaya mengingat bahwa anak adalah peniru yang ulung, karena anak tidak dapat membedakan apakah yang dilihatnya adalah hal yang baik atau buruk, apakah pantas untuk ditiru atau tidak. Oleh sebab itu, penting untuk para orang tua memfilter tontonan YouTube anaknya. Berikut lima cara yang bisa digunakan oleh orang tua untuk mengatur tontonan YouTube anaknya!
1. Gunakan YouTube Kids
Cara pertama yang paling aman adalah menggunakan YouTube Kids di dalam gadget yang biasa digunakan anak untuk menonton YouTube.
YouTube Kids sendiri hanya memiliki konten-konten yang layak ditonton anak sehingga orang tua tidak perlu khawatir atau was-was jika anaknya mengakses konten yang tidak sesuai dengan usianya.
2. Gunakan akun Gmail keluarga
Penting untuk sebuah keluarga memiliki akun gmail bersama yang dapat diakses untuk seluruh anggota di dalam rumah.
BACA JUGA: Tak Pernah Menang di Dua Laga, Begini Hitung-hitungan Jerman Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2022
Gunakan juga akun tersebut untuk mendaftar di YouTube anak orang tua bisa mengatur tontonan dan mengetahui video apa saja yang telah anak akses.
3. Aktifkan fitur Safety Mode
Di YouTube sendiri terdapat fitur Safety Mode. Dengan fitur ini, maka konten-konten yang muncul di YouTube akan secara otomatis menjadi konten yang layak ditonton anak-anak.
4. Buat playlist khusus
Video yang tampil di YouTube seringkali acak dan tidak dapat diperkirakan apakah akan aman untuk dikonsumsi anak atau tidak.
Jadi orang tua bisa mengakalinya dengan membuat playlist dan memasukkan channel-channel pilihan yang tepat untuk ditonton anak.
5. Gunakan alternatif lain
Terakhir, jika orang tua masih takut anak akan menonton video yang tidak sesuai dengan usianya dari YouTube, maka orang tua bisa menggunakan alternatif penayangan video lain yang ramah anak.
Hal yang terpenting adalah, orang tua tetap memantau dan mendampingi anak dalam menonton YouTube. Selain itu, orang tua juga memperbanyak mengajak anak untuk melakukan eksplorasi kreatifitasnya di dunia nyata.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
5 Rekomendasi Kafe Dekat ISI Jogja, Harga Terjangkau Nyaman Buat Nongkrong!
-
5 Rekomendasi Tempat Camping di Purwokerto, Viewnya Memesona!
-
5 Rekomendasi Wisata Keluarga di Klaten, Seru dan Menyenangkan!
-
4 Kafe di Temanggung dengan View Gunung Sumbing dan Sindoro
-
5 Kafe di Boyolali dengan View Gunung Merapi yang Memesona, Auto Bikin Betah
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Sering Begadang? Intip 5 Krim Mata Pria untuk Atasi Keriput dan Mata Lelah
-
MacBook Neo 2026 Resmi Hadir, Laptop Apple Murah dengan Layar Liquid Retina
-
Xiaomi TV A Pro 32 2026 Rilis: Smart TV QLED Rp2 Jutaan dengan Warna Memukau dan Fitur Lengkap
-
Anti Basic! 4 OOTD Luxury City Boy ala Wooyoung ATEEZ yang Edgy Maksimal
-
Cari Toner Snail Mucin? Ini 4 Produk yang Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
Terkini
-
The 9th INAMICE 2026 Angkat Transformasi Digital untuk Perkuat Smart Economy Jakarta
-
Review Drama Korea The Legend of Kitchen Soldier: Saat Dapur Jadi Medan Perang
-
Kecewa Ending Disclosure Day? Memahami Makna 'Listen' yang Bikin Kesal
-
Paradoks Usia di Indonesia: Masuk SD Harus Tua, Cari Kerja Harus Muda
-
Film Anime Omnibus Grotesqqque dari CloverWorks Ungkap 35 Kontributor Musik