Membicarakan jajanan tradisional khas Indonesia memang tidak akan ada habisnya, sebab, ada banyak sekali jenis dan macam jajanan tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Namun, mayoritas masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan Dodol.
Dodol merupakan jajanan tradisional khas Jawa Barat yang mayoritas bahan pembuatannya adalah tepung beras ketan, santan, dan gula merah. Proses pembuatan makanan ini membutuhkan waktu cukup lama sehingga dibutuhkan pula kesabaran dalam mengolahnya.
Seiring berkembangnya jaman, jenis jajanan ini pun semakin bervariasi. Apa saja jenisnya? Yuk, kita cari tahu bersama-sama.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Mandalika Lombok yang Wajib Kamu Borong
1. Dodol Garut
Jenis dodol garut merupakan yang paling terkenal di Indonesia dan jenis yang pertama kali beredar di pasaran. Dodol garut pertama kali dibuat pada tahun 1926 oleh salah satu perusahaan industri bernama Karsinah.
Dodol garut memiliki warna coklat tua dengan rasa manis yang berasal dari gula merah, serta memiliki tekstur yang lengket dan kenyal.
Baca Juga: Sering Dilewatkan, Ini 4 Manfaat Krim Malam yang Tak Banyak Diketahui
2. Dodol Bali
Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan dodol Bali, sebab, jajanan ini sudah banyak ditemukan di toko-toko jajanan tradisionak terdekat maupun jika sedang bertamu ke rumah sanak saudara.
Dodol Bali merupakan jajanan tradisional khas Bali, tepatnya Kabupaten Buleleng. Jajanan ini dibungkus menggunakan kulit jagung kering dan memiliki warna yang sama seperti dodol kebanyakan, yaitu coklat tua.
Alasan penggunaan kulit jagung sebagai pembungkus adalah lebih awet. Jika menggunakan plastik atau kertas biasa, dodol akan bertahan paling tidak selama dua minggu. Namun, jika menggunakan kulit jagung, dodol akan bertahan selama kurang lebih sebulan.
3. Dodol Kentang
Jenis dodol yang satu ini merupakan jajanan khas Jambi, lebih tepatnya Kabupaten Kerinci. Yang membedakan dodol kentang dengan jenis dodol yang lainnya adalah bahan dasar pembuatannya, yaitu kentang.
Baca Juga: 10 Kesalahan Pemakaian Skincare yang Perlu Kamu Hindari, Bikin Tidak Bekerja Optimal!
Selain itu, warna dari dodol kentang juga cenderung lebih pucat serta teksturnya yang lebih berserat daripada dodol kebanyakan. Jajanan ini biasanya dibungkus menggunakan kertas.
Dodol digemari oleh banyak kalangan baik yang muda maupun tua. Hal ini karena jenis jajanan ini yang beragam sehingga bisa menyesuaikan lidah yang mengonsumsi. Resep dari jajanan inipun harus terus dilestarikan agar generasi mendatang dapat terus merasakan jajanan tradisional khas Indonesia, dodol.
Baca Juga
-
3 Fakta Stinky Tofu, Hidangan Tahu yang Populer di Taiwan
-
Malahing, Kampung Air yang Menyimpan Segudang Produk Potensial Bisnis
-
Mengenal UN Women, Organisasi yang Memperjuangkan Kesejahteraan Perempuan
-
3 Alasan Orang Indonesia Suka Makan Nasi, Sudah Tahu?
-
Selain Indonesia, 3 Negara Ini Terkenal dengan Makanan Kaya Rempah!
Artikel Terkait
-
Dituding Tiru Nagita Slavina Gegara Bawa Jajanan Kampung ke Rumah, Aurel Hermansyah Dibela: Meniru Kebaikan itu Baik
-
Maju Makmur, Band Anak-Anak yang Populerkan Lagi Lagu Daerah
-
Jadi Hidden Gem Baru, Ini 5 Kuliner Tradisional Gunungkidul Yogyakarta Wajib Dicoba!
-
Royal Ambarrukmo Pastikan Sajikan 4 Menu Tradisional Indonesia di Pernikahan Kaesang-Erina
-
Anak Kang Dedi dan Haji Kastono Bagi Resep Pakan Ikan dan Ayam dari Sampah Dapur, Ini Linknya
Lifestyle
-
HP Vivo Y500 Resmi di Pasar Global: Baterai 8.100 mAh dan Layar AMOLED 1,5K
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia
-
Bye Daki! 5 Body Exfoliating Toner untuk Kulit Badan Auto Cerah dan Halus
-
Bye Minyak Berlebih! 5 Rekomendasi Micellar Water Bikin Muka Matte Seharian
Terkini
-
Kesenjangan Literasi AI yang Diam-diam Menciptakan Kasta Baru di Kampus
-
Chainsaw Man Rilis Teaser Anime Assassins Arc dan Umumkan Game Mobile Baru
-
Review The Death of Robin Hood: Saat Sang Legenda Menepi di Pulau Terpencil
-
Apakah Semua Orang Berhak Mendapat Kesempatan Kedua? Menakar Film DOSA
-
Mencintai dan Melarikan Diri: Pergulatan Batin dalam Cerita Cinta Enrico