Memutuskan memiliki komitmen yang kuat untuk bertahan dan tetap bersama merupakan awal yang baik dalam sebuah hubungan jangka panjang. Hal itu membuktikan kalau kamu sudah menjadi pilihan dalam hidupnya. Tapi, terkadang dipilih saja gak lantas membuatmu jadi prioritas utama bagi si dia.
Kamu cuma pilihan dan gak pernah jadi prioritas dalam hidupnya kalau keempat tanda ini muncul. Segera komunikasikan dengan si dia demi kebaikan bersama, ya.
BACA JUGA: 7 Tanda Ini Menunjukkan Kamu Prioritas bagi Pasangan, Merasakan Salah Satunya?
1. Kamu berusaha terlalu keras, sedangkan dia tidak
Mengupayakan segala sesuatu demi hubungan yang harmonis seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Namun, jika dalam praktiknya hanya jadi "beban" salah satu pihak, rasanya komitmen dalam menjalani hubungan pantas dipertanyakan kembali.
Misalnya, kamu saja yang terus menanyakan kabar, merencanakan kebersamaan, menjaga suasana hatinya, mengalah, sampai memulai percakapan lebih dulu. Jika seperti ini terus, ujungnya rasa lelah perlahan menyerang karena sudah berjuang sendirian seolah hanya kamu yang butuh hubungan ini tetap bertahan.
2. Sayangnya usahamu gak mendapat perhatian dari si dia
Bukan cuma berjuang sendirian, sayangnya pengorbananmu selama ini juga gak mendapat perhatian dari si dia. Sudah mengupayakan banyak hal sendiri, masih ditambah gak dihargai, rasanya mental kena serangan berkali lipat.
Dia seolah gak paham kalau hubungan yang adem ayem di antara kalian adalah hasil dari perjuanganmu selama ini. Perhatian, kasih sayang, toleransi, sampai kompromi terus kamu lakukan demi menjaga keharmonisan dan gak dihargai atau bahkan gak dilihat sama sekali olehnya.
BACA JUGA: 3 Tanda Kamu Bukan Prioritas Pasangan dalam Hubungan, Mari Disimak!
3. Hubungan kalian hanya sebatas fisik tanpa kedekatan emosi
Idealnya, sebuah hubungan yang terjalin gak cuma memiliki kedekatan secara fisik tapi juga emosi. Jika dia hanya berpikir hubungan itu yang penting bersama, gak akan ada keharmonisan yang akan tercipta.
Kalian memang bersama dan tidak berjarak, tapi hati seolah tidak saling terhubung. Tidak ada perhatian, kurang peduli tentang perasaan pasangan, bahkan sampai apa yang membahagiakanmu pun dia tidak paham. Kalian cuma terikat dalam status yang jelas secara sosial, tapi nol besar dalam hal memahami emosi.
4. Merasa tidak bahagia meski tetap bersama
Ujungnya, kebahagiaan yang katanya ingin diperjuangkan bersama justru tidak pernah kamu rasakan. Kebersamaan seolah hanya status, tapi kebahagiaan berujung pada harapan semu.
Kamu akhirnya sadar kalau bersamanya tidak ada kebahagiaan yang dirasakan. Seberapa keras kamu berusaha dan berjuang demi hubungan kalian, tetap saja bahagia yang dicari gak bisa didapatkan.
Kalau tanda-tanda tadi sudah makin jelasbdirasakan, fix kamu belum menjadi prioritas dalam hidupnya. Lalu, akan bertahan atau pergi, semua keputusan ada di tanganmu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dari Lapar Perut ke Lapar Mata: Kenapa Ramadan Justru Bikin Boros?
-
Mindful Eating saat Puasa: Menghargai Makanan dan Mengendalikan Nafsu Berbuka
-
Bijak Belanja saat Ramadan: Cara Menghindari Pengeluaran Membengkak
-
Ramadan dan Seni Menahan Jari di Media Sosial, Siap Puasa Digital?
-
All England 2026: 6 Wakil Indonesia Kunci Tiket ke Perempat Final
Artikel Terkait
-
Baru Saja Unggah Foto Kebersamaan, Fadly Faisal dan Becca Putus?
-
Xioami PHK 3.000 Karyawan Imbas Hantaman Pandemi
-
Terancam Penjara Akibat Spam, Perempuan Ini Kirim 1.000 Pesan Teks ke Mantan Pacar
-
Kata Dokter Boyke Libatkan Cinta saat Berhubungan Seks, Gak Usah Ada Syarat Jangan Gini Gitu Bisa Jadi Bosan!
-
3 Penyebab Orang Jatuh Cinta Sulit Diberi Nasihat, Terlalu Yakin!
Lifestyle
-
Huawei Mate X7 Datang, Apakah Siap Jadi Raja HP Lipat?
-
Hentikan Gengsi! Begini Cara Kelola Arisan Biar Tetap Cuan di Bulan Suci
-
Dari Lapar Perut ke Lapar Mata: Kenapa Ramadan Justru Bikin Boros?
-
5 Cushion untuk Kulit Kering saat Puasa, Bikin Wajah Tetap Fresh Seharian
-
5 Pilihan Outfit Couple untuk Lebaran, Kompak dan Stylish Bareng Keluarga
Terkini
-
Mencari Lailatul Qadar: Malam Ganjil Versi Muhammadiyah atau Pemerintah?
-
Wisata Alam di Kawah Gunung Kelud: Menikmati Puncak Tanpa Pendakian Berat
-
Ramadan dan Fenomena Kesibukan yang Mendadak Religius
-
Mencari Keseimbangan dalam Beragama Lewat Buku Islam Desa dan Islam Kota
-
Jalani Hari dengan Tenang dalam Buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan