Semakin majunya teknologi tentunya membuat banyak orang di dunia juga harus beradaptasi dengan perkembangan dunia yang berjalan kian cepat. Salah satu perkembangan teknologi yang akhir-akhir ini kian mencuat dan cukup populer adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kecerdasan buatan tersebut diciptakan intuk memudahkan tugas manusia dalam beberapa hal. Salah satu jenis artificial intelligence tersebut dalam dunia kepenulisan adalah ChatGPT.
ChaGPT adalah sebuah sistem chatbot ini yang berbasis kecerdasan buatan yang dapat melakukan sebuah interaksi selayaknya manusia biasa. Dengan kata lain, ChatGPT ini merupakan sistem komputer berbasis AI yang dapat meniru pola percakapan selayaknya orang biasa. Tidak jarang pula ChatGPT tersebut dipergunakan dalam dunia kepenulisan untuk membantu dalam menemukan makna-makna atau kalimat tertentu secara cepat. Mungkin hal ini membuat tugas penulis konvensional seakan-akan terpinggirkan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang tentunya masih tidak bisa ditiru oleh ChatGPT yan seharusnya menjadi keunggulan dari para penulis konvensional.
1. Originalitas Ide dan Pengalaman
Sistem kecerdasan buatan pada ChatGPT memang dikategorikan sangat canggih dan mutakhir dalam menemukan beragam jawaban untuk menunjang kegiatan kepenulisan tersebut. Akan tetapi, ada satu kekurangan dari ChatGPT yang tentunya masih menjadi keunggulan para penulis konvesnional, yakni originalitas ide.
ChatGPT selayaknya sebuah sistem komputer biasa masih terpaku terhadap data-data yang telah ada di database komputer dunia. Selain itu, pengalaman seorang penulis yang dialami langsung tentunya masih menjadi sebuah nilai tambah yang tidak akan bisa digantikan oleh sistem kecerdasan buatan.
BACA JUGA: Jelang Peluncuran, Poco X5 GT Muncul di Situs Sertifikasi IMDA
Sistem robotik dalam ChatGPT tentunya telah dilatih secara khusus untuk menemukan, memilah dan Menyusun kembali beragam kalimat berdasarkan data-data yang telah ada sebelumnya. Apabila data tersebut tidak ada maka dalam database, tentunya sistem ChatGPT tidak akan dapat mengolah dan menyajikannya. Hal inilah yang membuat penulis yang seharusnya memiliki beragam ide-ide baru tentunya masih memiliki keunggulan dan dapat bersaing dengan sistem ChatGPT.
2. Emosi di Setiap Tulisannya
tidak adanya emosi dalam setiap tulisannya. Hal ini dikarenakan setiap penulis pastinya memiliki penekanan tersendiri dalam setiap tulisan atau karyanya yang didasarkan atas sebuah emosi dari penulis. Sedangkan, dalam sistem kecerdasan buatan cenderung tidak memiliki emosi dan tulisannya cenderung datar-datar saja.
BACA JUGA: Link Nonton Lampor : Keranda Terbang (2019) HD Full Movie, Klik di Sini!
Keunggulan seseorang yang bisa menuangkan emosi dalam setiap tulisan atau karyanya tersebut adalah dia bisa mengajak para pembaca untuk merasakan emosi atau nyawa dalam tulisan tersebut, baik senang, sedih, susah ataupun rasa marah.
3. Kemampuan Soft Selling
Bagi para penulis, tentunya memiliki kemampuan soft selling merupakan salah satu keahlian mutlak dalam setiap memasarkan karya atau jasa tulisannya. Kemampuan ini tentunya berguna dan masih sangat dibutuhkan bagi para penulis konvensional dalam berkomunikasi dengan konsumen atau calon target pelanggan. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh sistem kecerdasan buatan dalam ChatGPT.
Sistem komputer dalam ChatGPT tentunya tidak mengerti beberapa bahasa gaul atau bahasa kekinian yang sedang populer di masyarakat. Sistem kompiter ini juga belum mampu mengolah tata bahasa yang sesuai kepada para pembaca dengan rentan usia yang berbeda. Tentunya hal inilah yang bisa dimanfaatkan oleh para penulis dalam bersaing di dunia teknologi yang kian modern dan maju.
Nah, itulah beberapa hal yang bisa menjadi keunggulan dan nilai jual dari penulis konvensional terhadap sistem ChatGPT. Kemajuan teknologi tentunya yang kian pesat membuat semua orang harus mau tidak mau beradaptasi dengan kondisi tersebut, termasuk para penulis. Meskipun seakan-akan para penulis akan tergeserkan dengan kehadiran sistem kecerdasan buatan, akan tetapi ada beberapa hal yang tentunya masih menjadi keunggulan para penulis daripada sistem komputer kecerdasan buatan tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif
-
5 Body Lotion dengan Kandungan Aloe Vera, Memberi Sensasi Sejuk di Kulit!
-
5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!
Terkini
-
Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!