Istilah strawberry generations kini sedang banyak diperbincangkan di berbagai media sosial, kenapa? Istilah ini disebut-sebut sesuai dengan kondisi generasi muda masa kini.
Melansir dari laman resmi DKJN Kementrian Keuangan, Prof. Rhenald Kasali dalam kuliah online di youtube menyampaikan bahwa strawberry generations adalah generasi yang punya banyak gagasan kreatif tapi mudah menyerah dan sakit hati. Bisa kita lihat kan saat ini anak-anak muda banyak memunculkan ide-ide kreatif, sama banyaknya dengan ungkapan keluh kesah di media sosial.
Hal tersebut sesuai dengan penggunaan buah strawberry sebagai gambaran, buah ini memang terlihat cantik dan menawan, tapi juga mudah hancur bila ditekan. Lantas, mengapa strawberry generations bisa muncul? Prof. Rhenald Kasali mengungkapkan beberapa alasan berikut ini:
Banyaknya informasi yang beredar di media sosial memang memberi banyak dampak baik bagi generasi muda kita, mereka jadi lebih melek teknologi dan tahu beragam wawasan. Namun, dampak baik tersebut juga diikuti dengan dampak buruk, anak muda sekarang memang lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental, tapi mereka juga sembarangan mendiagnosis diri mereka sendiri terkena gangguan mental.
BACA JUGA: Isu Perpisahan Aldila Jelita dan Indra Bekti Jadi Buah Bibir, Keluarga Buka Suara
Inilah yang disebut self diagnose. Padahal untuk mengetahui apakah orang tersebut terkena gangguan mental atau tidak itu harus dilakukan oleh orang yang ahli di bidang tersebut.
2. Cara Didik Orang Tua
Terjadinya strawberry generations tidak terlepas dari kekeliruan orang tua dalam mendidik anaknya. Setting unrealistic expectation adalah kecenderungan orang tua yang menganggap anaknya paling baik dibandingkan yang lain.
Jika anak terbiasa dengan hal ini, mereka akan cenderung lebih mudah merasa kecewa dan sakit hati jika mengalami kondisi yang berbeda dari kebiasaan mereka.
3. Narasi Orang Tua yang Kurang Pengetahuan
Narasi-narasi keliru yang kerap dilontarkan orang tua pada anak juga bisa berpengaruh, lho. Orang tua yang sering mengatakan anaknya moody akan membuat anak mudah percaya dengan label tersebut.
BACA JUGA: Perppu Cipta Kerja Diyakini Jadi Solusi Hadapi Dinamika Ekonomi Global
4. Generasi Muda yang Mudah Lari dari Kesulitan
Anak muda sekarang memang kreatif dengan mencari cara yang lebih mudah untuk mendapat apa yang mereka inginkan. Tapi ini juga membuat mereka cenderung menginginkan sesuatu yang instan, padahal untuk mencapai sesuatu seseorang harus melalui beberapa rintangan terlebih dahulu.
Itulah 4 alasan mengapa bisa muncul strawberry generations. Bagaimana pendapatmu?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola
-
Bukan Aksesori, Ini 6 Fungsi Jam Tangan yang Digunakan Wasit Sepak Bola
-
MotoGP Jerman 2026: Kembali ke Sachsenring, Marc Marquez Siap Juara Lagi?
-
Bukan Hanya VAR, Ini 7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Mudah Dipakai Pemula! 5 Liquid Eyeliner untuk Hasil Garis Tajam dan Presisi
-
Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an
-
5 Rekomendasi HP OPPO 5G 2026, Spek Gahar Harga Masih Masuk Akal
-
5 Parfum Lokal untuk Remaja yang Harganya Ramah di Kantong
-
5 Tips Merawat Rambut agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Rusak
Terkini
-
Kereta Api Bukan Dapur Berjalan! Alasan Logis Mengapa Stopkontak KAI Haram untuk Rice Cooker
-
Stop Monetizing Your Hobby: Mengapa Hidup Tidak Selalu Tentang Produktivitas
-
Review Film Pemikat Jiwa: Pelet, Ego, Obsesi, dan Cinta Laknat
-
BabyMonster Rilis MV 'I Like It': Cara Jenius Taklukkan Musim Panas dengan Keberanian!
-
Dari Istana ke Paspor: Mengapa Politik Menentukan Kesempatan Kerja?