"Snoop" adalah novel middle-grade terbaru dari Gordon Korman, diterbitkan oleh Scholastic pada Juli 2025 dengan sekitar 208 halaman. Ditujukan untuk pembaca usia ±9–12 tahun, buku ini menghadirkan nuansa misteri ringan yang dikombinasikan dengan humor khas Korman, dalam struktur cerita yang cepat dan menghibur.
Carter Peregrine, seorang anak berusia sekitar 12 tahun, mengalami kecelakaan ski yang terjadi karena dia terlalu asyik menonton video di ponsel dan berakhir dengan kedua kakinya yang patah. Dia pun terpaksa menjalani masa pemulihan di rumah selama beberapa minggu, menghadapi kebosanan dan kelas daring. Bermula dari rasa bosan itu, Carter mulai mengakses kamera pengawas publik di sekitar kota asalnya.
Hobinya itu perlahan berkembang, dari sekadar memata-matai teman sekelas dan crush-nya, Lacey, hingga mengamati hal-hal yang mencurigakan, seperti sebuah mobil Maserati merah misterius, seorang pria yang tampak memata-matai toko seni, hingga kera bonobo dan panda merah langka yang berkeliaran. Carter mulai menduga bahwa di balik itu semua terdapat jaringan penyelundupan satwa langka.
Novel ini menyuguhkan misteri ringan ala Rear Window versi anak-anak, dengan pesan tentang privasi, etika teknologi, kecanduan layar, dan tanggung jawab moral. Carter, meskipun well-intentioned, sering melampaui batas, dia menyalahgunakan akses ke kamera, meretas sistem, dan bahkan mengintip orang lain tanpa izin.
Pertanyaan tentang kapan snooping berhenti jadi obsesi pun mencuat, apakah niat baik bisa membenarkan pelanggaran privasi? Korman menyuguhkan dilema itu tanpa menggurui, dan memperlihatkan konsekuensi tindakan Carter ketika ia mulai dicap sebagai pengganggu atau sok tahu oleh teman-temannya dan pihak berwenang.
Carter digambarkan sangat "tween" dan otentik penuh kegemaran terhadap layar, rasa malu, dan dinamika sosial yang kompleks. Ia punya konflik dengan adiknya, Martin, yang muncul sebagai sosok yang kadang disalahkan Carter saat kecelakaan terjadi. Di sekolah, Carter lagi-lagi merasa terpojok, teman-temannya menjauhinya, dan bahkan sahabatnya Ethan kadang menghindar ketika rumor dan reputasi Carter mulai runtuh.
Seperti khas Korman, gaya bahasa ringan dan lucu menetap di sepanjang cerita. Novel ini penuh dengan situasi absurd seperti kejar-kejaran kursi roda kencang dan bahkan leopard salju yang lolos memberi ketegangan dan humor sekaligus dalam intensitas yang pas untuk pembaca muda.
Beberapa kritik menunjukkan karakter pendukung terasa kurang mendalam dan homogen. Carter sendiri kadang terasa belum cukup mempertimbangkan konsekuensi moral dari snooping-nya seolah etika hacking dan hak privasi belum dijelajahi dengan lebih mendalam.
Dengan elemen menyenangkan seperti satwa langka, cerita yang mengalir, serta pesan moral tentang privasi dan tanggung jawab. Pembaca menikmati premis tak terduga tentang penyelundupan satwa dan merasa cerita ini sulit untuk ditebak. Buku ini sangat menghibur, dengan pesan etis yang ringan namun efektif.
"Snoop" adalah novel middle-grade yang mengombinasikan misteri, teknologi, dan humor dalam paket yang menarik. Dengan tokoh utama yang relatable, kegembiraan cerita yang terasa segar, dan dilema etis yang memang ringan tapi relevan, Korman kembali menyajikan bacaan yang cocok untuk pembaca muda yang gemar cerita cepat dan menyenangkan. Meski ada kelemahan dalam kedalaman karakter pendukung dan eksplorasi moral, "Snoop" tetap merupakan karya yang menghibur sekaligus menggugah, cocok bagi fans Korman dan pembaca baru yang ingin diajak berpikir sekaligus tertawa.
Identitas Buku
Judul: Snoop
Penulis: Gordon Korman
Penerbit: Scholastic Press
Tanggal Terbit: 1 Juli 2025
Tebal: 208 Halaman
Baca Juga
-
Ulasan Novel Paranoid, Perjalanan Gabi Dalam Menghadapi Skizofrenia
-
Ulasan Novel Sewelas, Kelahiran Seorang Anak yang Dianggap Sebagai Kutukan
-
Novel Deja Vu: Serangkaian Peristiwa Tragis yang Mengguncang Jiwa
-
Review Film Boss, Kisah Lucu Tiga Anggota Gangster yang Menolak Menjadi Bos
-
Ulasan Novel Tragedi, Serangan Misterius dari Sekelompok Orang Tak Dikenal
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Brownstone: Bahasa, Budaya, dan Kasih yang Menyatukan Keluarga
-
Ulasan Novel Notes on an Execution: Catatan Terakhir Seorang Terpidana Mati
-
Novel Onwards and Upwards: Perjalanan Wanita Paruh Baya Menemukan Harapan
-
Ulasan Novel The Woman Who Met Herself: Sebuah Identitas dan Penyesalan
-
Misteri Hilangnya Rahmat Ajiguna di Bogor, Terakhir Pamit Bekerja tapi Tak Kunjung Kembali
Ulasan
-
Project Hail Mary: Persahabatan Manusia dan Alien yang Menghangatkan Hati
-
Review Film Moana: Saat Disney Kembali Berlayar dalam Balutan Live-Action
-
Menyesap Segarnya Pindang Nabil di Jambi, Kuah Asam Pedasnya Memikat Lidah
-
Novel "Trex": Ketika Implan Otak Menjadi Awal Sebuah Konspirasi
-
Review Film The Get Out: Konflik Berdarah Pemilik Klub Malam dan Kartel
Terkini
-
Politik Simbol di Balik Klaim DNA India Prabowo, Narasi Baru Diplomasi?
-
Cari Tontonan Telenovela yang Seru? Ini 7 Rekomendasi Terbaik di Netflix
-
NewJeans Digugat di Amerika Serikat, Lagu ETA Dituduh Langgar Hak Cipta
-
Rilis Teaser Perdana, Anime Witch and Hound Siap Hadirkan Aksi Spektakuler
-
Punya Kebiasaan Begadang, Sebenarnya Apa yang sedang Dikejar Gen Z?