Bekerja secara tim nggak melulu bisa berjalan mulus, ada kalanya dalam mengambil sebuah keputusan dalam tim kerja atau organisasi, bisa mengundang perdebatan dan perbedaan pandangan. Perbedaan pandangan itu nggak masalah selama nggak berkepanjangan dan bisa mengambil kesimpulan yang memang terbaik untuk tujuan bersama.
Namun perselisihan bukan hal sulit terjadi dalam tim, parahnya jika terjadi pertengkaran sesama tim kerja. Oleh karena itu, penting untuk tetap bisa mengontrol diri dan menghindari konflik sesama tim kerja.
Apabila kamu nggak bisa menghindari untuk tidak berantem sama teman tim, penting kiranya kamu melakukan ini saat berantem sama teman satu tim seperti disadur dari akun instagram @pemimpin.indonesia.
1. Menepi dan tenangkan diri
Jangan adu mulut atau adu otot pas lagi marah, ya. Berikan jeda sejenak dulu agar lebih tenang kondisinya. Sepakatin aja kira-kira berapa lama waktu menepi yang kalian butuhkan. Ketika kamu mampu menenangkan pikiran dan kondisi kamu saat sedang marah, nantinya juga rasa marah itu secara perlahan akan hilang.
2. Fokus ke masalahnya, jangan ke orangnya
Saat kamu berantem sama teman satu tim kamu, cobalah untuk fokus ke masalahnya, jangan karena kamu nggak suka sama orang tersebut lantas membuat kamu nggak bisa menerima alasan apapun.
Cobalah bahas masalahnya dengan kepala dingin melalui hal ini, kenapa sih sampai berantem? Apa yang membuat beda pandangan? Apa tujuan yang diinginkan?Bagaimana agar bisa mencapai win-win solution?
BACA JUGA: 3 Tips Tetap Bergaya Hidup Sederhana di Tengah Gempuran Pengaruh Medsos
3. Minta pandangan orang yang kamu percaya
Kalau masalahnya pelik banget nih dan sulit kamu selesaikan, coba deh ajak sahabat atau mentor kamu untuk jadi penengah. Atau setidaknya minta pandangan orang ke-3 ini. Kadang kita butuh perspektif lain untuk bisa lebih bijaksana dalam memandang sesuatu.
4. Ingat kebaikan dan hari-hari menyenangkan bersama
Lagi-lagi perlu untuk menenangkan diri saat kamu berantem sama teman. Coba deh kamu ingat masa-masa yang kamu hadapi bersama, jangan hanya karena persoalan sepele saja lantas membuat hubungan yang sudah lama justru menjadi retak. Plislah, berantemnya lebih sedikit daripada hari-hari tertawa barengnya, kan?
5. Berani minta maaf, dong
"Sorry ya yang kemarin, kayaknya kita lagi sama-sama capek."
"Eh tentang masalah X, aku minta maaf ya. Diobrolin aja yuk, menurut kamu baiknya gimana? Biar kita bisa saling lega."
Kadang minta maaf dengan orang terdekat justru susah banget rasanya. Tapi percaya deh, minta maaf dan berterus terang ini penting banget.
6. Turunin gengsi, cobalah basa-basi
Kalau pada diam-diam semua dan jadi canggung keadaannya, gimana? Nah, dari situ kamu perlu turunin gengsi untuk berbasa-basi, misalnya bawain kue saat ketemu, kirim post tentang rekomendasi tempat jalan-jalan yang kalian bisa coba, dan chat random menyapa di pagi hari.
Nah, itulah setidaknya ada enam hal yang bisa kamu lakukan saat berantem sama teman satu tim. Jangan biarkan pertengkaran kamu itu terlarut lama, karena jika lama tentu akan banyak merusak sesuatu, baik hubungan teman maupun urusan pekerjaan dalam tim.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Awas Boncos! Ini 8 Biaya Tersembunyi Pesta Pernikahan yang Sering Luput dari Anggaran
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!
-
4 Body Serum dengan Kandungan Superfood untuk Kulit Cerah Bernutrisi
-
4 Body Lotion Ringan dan Menyejukkan, Penyelamat Saat Cuaca Terik!
-
4 Pelembap Retinol Ampuh Pudarkan Bekas Jerawat dan Muluskan Tekstur Kulit
Terkini
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"