Digitalisasi sudah cukup lama memasuki kehidupan kita sebagai manusia. Terutama dalam penggunaan media sosial yang algoritmanya membuat konsentrasi manusia banyak yang terfokus ke arah sana. Beberapa, ada yang kecanduan hingga sulit untuk mencari waktu luang sendiri dengan aktivitas yang lebih produktif.
Padahal, semua teknologi digital yang berkembang sekarang hanyalah sebuah alat pendukung untuk membantu aktivitas manusia. Tapi kenyataan sekarang malah terlihat manusia seolah-olah dikendalikan oleh teknologi. Maka, itulah yang harus diubah karena manusia pada dasarnya adalah makhluk ciptaan Allah yang cerdas.
BACA JUGA: 3 Kemampuan yang Perlu Dikuasai sebagai Digital Marketing, Yuk Pelajari!
Pada pembahasan kali ini, saya akan membagikan pemahaman mengenai digital minimalism yang berarti sebuah aktivitas yang mengurangi fokus pada digitalisasi dan selektif untuk menggunakan tools digital yang lebih prioritas untuk dibutuhkan selama hidup sehari-hari. Ada beberapa manfaat ketika kita menerapkan pemikiran digital minimalism. Mari simak pembahasannya
Membuat pikiran fokus menggunakan aplikasi yang memang dibutuhkan saja
Digital minimalism membuat kita lebih fokus menggunakan aplikasi di HP atau laptop yang memang kita butuhkan saja dan bukan sesuai keinginan kepuasan diri. Maka, kamu harus bisa menyaring HP mu yang banyak aplikasi yang biasa kamu gunakan menjadi sedikit.
Itu membuatmu menjadi lebih selektif dalam memilih aplikasi yang fungsinya jelas seperti untuk keperluan kerja, aktivitas rumah, mencari alamat rumah seseorang atau transportasi online. Jadi, fokus kamu tidak menyebar ke mana-mana sehingga bisa mengurangi stress juga.
Mencegah diri dari FOMO
FOMO atau biasa yang dikenal fear of missing out yang mana itu membuat seseorang takut ketinggalan informasi yang sedang tren atau sedang ramai. Jika sudah memulai mengurangi aktivitas pada teknologi digital, secara perlahan sifat itu akan bisa dihindari. FOMO membuat seseorang sulit untuk lepas dari gadget entah itu smartphone, Tab, laptop atau PC.
Akibatnya, seseorang bisa menutupi diri dari lingkungan luarnya dan tingkat kepekaan terhadap lingkungan semakin berkurang. Digital minimalism mampu mencegah itu dengan melatih pada pikiran kita jika dilakukan secara konsisten.
BACA JUGA: Kunci Keberhasilan! 5 Alasan Harus Produktif di Pagi Hari
Meningkatkan produktivitas pada aktivitas fisik
Jika sudah mengurangi aktivitas pada gadget, maka yang menjadi pengalihan adalah aktivitas fisik di dunia nyata seperti olahraga, bermain musik, menulis, merawat tumbuhan atau pergi hang out bersama teman. Mengurangi kehidupan di dunia digital bisa mendorong konsentrasi lebih aktivitas fisik selama kamu tahu aktivitas fisik apa yang sesuai dengan kamu.
Jika kamu menyukai olahraga, maka luangkan waktumu lebih banyak dalam sehari untuk olahraga dibanding membuka media sosial. Dengan begitu, kamu akan lebih produktif dengan aktivitas olahragamu.
Mengurangi rasa candu penggunaan gadget
Rasa candu membuat seseorang ketergantungan terhadap sesuatu sehingga sulit untuk dilepaskan. Misalnya saja ketika sudah candu menggunakan media sosial, maka 24 jam sehari tidak akan pernah cukup untuk memuaskan kesenangan.
Digital minimalism menjadi solusi untuk mencegah candu karena itu bisa menciptakan distraksi untuk fokus ke gadget. Ketika kamu sudah mulai menerapkan olahraga selama 5 menit sehari, setidaknya itu adalah langkah awal kamu mengurangi waktu bermain media sosial selama itu. Jika konsisten, kamu akan menambah durasi olahragamu.
BACA JUGA: 5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melakukan Solo Traveling
Pikiran lebih fokus menjalin hubungan sosial
Selain olahraga, kamu bisa menghabiskan banyak waktu seharian dengan memanfaatkan jiwa sosialmu. Berhenti sejenak dari dunia maya dan mencemplungkan diri ke aktivitas sosial secara tatap muka adalah bagian dari dampak digital minimalism.
Artinya, target dari pemikiran digital minimalism adalah kembalinya ke fitrah manusia yaitu makhluk sosial secara hakikatnya bertemu secara tatap muka dengan intens dan ada gerakan fisik yang nyata.
Mendapatkan durasi tidur yang cukup
Keseringan menggunakan media sosial hingga kecanduan tentunya bisa mengganggu waktu tidur. Saya sering melihat teman saya yang memang orangnya sulit lepas dari smartphonenya memiliki kebiasaan menonton video Tiktok dan Reels sebelum tidur. Karena hal itu, dia sering menunda waktu tidurnya karena terlalu asik menonton video yang ada di Tiktok dan Reels.
Pada akhirnya, itu mengurangi durasi waktu tidurnya. Perlu diketahui bahwa kualitas tidur juga bergantung pada durasi karena durasi tidur normal manusia adalah 6 jam. Jika sudah menerapkan digital minimalism, hal itu tidak akan terjadi karena gadget sudah dibagi waktunya.
Itulah beberapa manfaat penerapan digital minimalism dalam kehidupan sehari-hari. Saya sangat menganjurkan ini diterapkan dalam hidup kamu terutama untuk kamu yang masih muda. Karena sekarang sangat sulit menemukan anak muda yang bisa menerapkan digital minimalism. Semoga bermanfaat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!
-
Toxic Positivity di Tempat Kerja: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?
-
Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?
-
Jebakan Repost di Instagram: Saat Kepedulian Sosial Berakhir Menjadi Validasi Digital
-
Dilema Kelas Menengah: Mapan Entah Kapan, Tapi Checkout Bisa Sekarang
Artikel Terkait
-
Efektifkah Puasa Intermiten bagi Penderita Diabetes Tipe 2? Simak!
-
4 Manfaat Rice Bran Oil bagi Kesehatan, Bantu Cegah Penuaan Dini
-
Catat ! Deretan Manfaat Kayu Bajaka untuk Kesehatan
-
Tes Kepribadian: Pilih Cermin Favorit dan Temukan Pesan Kehidupan untuk Anda
-
7 Manfaat Daun Babadotan bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Mengatasi Kista
Lifestyle
-
Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami
-
Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih
-
4 Acne Body Wash Berbahan BHA Atasi Jerawat Punggung dan Tekstur Kasar
-
Kulit Auto Adem! 5 Calming Moisturizer Buat Redakan Kemerahan Saat Breakout
-
Hempas Jerawat Punggung, 5 Sabun Batang Ini Bikin Kulit Halus dan Sehat
Terkini
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
-
Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial