Sebagai orang tua, ketika menjumpai anak melakukan kesalahan mesti bersikap terukur dan tepat. Mengingat, sikap orang tua tersebut bisa menentukan tindakan selanjutnya. Agar tidak menjadi orang tua yang toksik, ada baiknya menyimak enam sikap di bawah ini menurut para ahli.
1. Kelola Emosi
Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua hendaknya mengendalikan emosi agar tetap logis. Kesalahan yang dilakukan oleh anak merupakan kesempatan untuk mengajarkan dan membimbingnya. Dengan bersikap terukur, tepat dan sabar, orang tua pasti bisa memberikan pengarahan yang lebih efektif kepada anak.
2. Sediakan Waktu untuk Berkomunikasi
Tidak ada ruginya menyediakan waktu khusus untuk berkomunikasi dengan anak ketika mereka melakukan kesalahan. orang tua terlebih dahulu mendengarkan alasan di balik tindakan anak dan tidak menghakimi pandangan anak. Komunikasi yang terbuka dapat dinilai bisa memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak.
3. Menerapkan Disiplin
Orang tua perlu menerapkan disiplin yang konsisten dalam saat anak melakukan kesalahan. Anak harus menyadari konsekuensi dari tindakan mereka dan memahami bahwa setiap kesalahan memiliki akibat. Namun, sebaliknya orang tua juga wajib memberikan penjelasan mengenai alasan di balik disiplin tersebut, agar anak dapat memahaminya secara sadar.
BACA JUGA: Noda Haid Membandel di Pakaian? Hilangkan dengan 5 Cara Mudah Ini!
4. Menyontohkan Tanggung Jawab
Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua dapat menggunakan kesempatan ini untuk mengajarkan tanggung jawab. Anak perlu menyadari bahwa mereka bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka sendiri. Dengan memberikan contoh-contoh konkret dan memberikan tanggung jawab yang sesuai dengan usia mereka, orang tua dapat membantu anak memahami pentingnya bertanggung jawab.
5. Tetap Memberikan Dukungan
Saat anak melakukan kesalahan, penting bagi orang tua untuk memberikan dukungan dan kasih sayang. Anak harus merasa bahwa mereka tetap dicintai meskipun melakukan kesalahan. Dukungan dan kasih sayang ini akan membantu anak merasa aman dan terbuka untuk belajar dari kesalahan mereka.
6. Mengajarkan Nilai-nilai
Kesalahan yang dilakukan anak dapat menjadi momen pembelajaran yang berharga. Orang tua memiliki kewajiban membimbing anak agar mengenali kesalahannya, memahami konsekuensinya, dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan seperti menghormati, jujur, dan bertanggung jawab. Dengan mengajarkan nilai-nilai ini, orang tua telah mendidikn anak agar tumbuh menjadi individu bertanggung jawab.
Demikianlah sejumlah sikap bijak yang semestinya dimiliki oleh orang tua ketika anak melakukan kesalahan sebagaimana diuraikan dengan gamblang oleh J.W Santrock (2018). Child development. Tata McGraw-Hill Education dan L., Acredolo & S. Goodwyn. The importance of parent-child communication during early childhood, dalam Encyclopedia of Child and Adolescent Development. Semoga bisa menginspirasi para pembaca, khususnya orang tua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
Belajar Membaca Peristiwa Perusakan Makam dengan Jernih
-
Kartini dan Gagasan tentang Perjuangan Emansipasi Perempuan
-
Membongkar Kekerasan Seksual di Kampus oleh Oknum Guru Besar Farmasi UGM
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Serum Lactic Acid untuk Eksfoliasi Kulit Kusam dan Bertekstur Kasar
-
Mulai Rp20 Ribuan! Ini 7 Rekomendasi Parfum Pria Non-Alkohol yang Awet Seharian
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Makeup Anti Ribet! 5 Serum Concealer Ini Siap Buat Wajahmu Cantik Seketika
-
5 Pilihan Spray Serum Bi-phase untuk Hasil Wajah Sehat dan Bercahaya
Terkini
-
Mahar Ketinggian, Jalur Instan jadi Pilihan: Ironi Pesugihan Sate Gagak
-
Drama Undercover High School: Saat Agen Rahasia Menyamar Jadi Siswa SMA
-
Ulasan Novel Karmila, Cinta yang Tumbuh dari Sisa-sisa Kehancuran
-
I.O.I Umumkan Nama Fan Club Resmi Jelang Comeback Anniversary
-
Bengkel dan Perempuan: Memaksa Berani untuk Sekadar Servis Motor?