Tahapan pertama dari proses interview kerja adalah sesi perkenalan diri. Biasanya kandidat akan dipersilahkan oleh recruiter untuk memperkenalkan diri mereka secara singkat. Meskipun terlihat mudah, namun sesi ini bisa sangat tricky lho.
Apalagi jika kalian baru pertama kali melakukannya, ditambah rasa grogi yang selalu datang ketika harus berbincang dengan lawan bicara yang belum pernah dikenal sebelumnya. Padahal jika kalian bisa memperkenalkan diri dengan penuh percaya diri, hal tersebut otomatis memberikan kesan positif bagi HRD.
Selain itu, kalimat yang diucapkan ketika memperkenalkan diri juga tidak boleh sembarangan. Akan lebih baik jika informasi yang dibagikan mampu menjadi nilai tambah untuk penilaian kalian selanjutnya.
Lantas, bagaimana sih cara perkenalan diri yang baik dan benar ketika wawancara kerja? Dilansir dari Indeed.com, berikut ini 3 tips perkenalan diri yang bisa kalian coba agar mendapat hasil yang memuaskan.
1. Perhatikan kalimat pertama yang kalian ucapkan
Kalimat pertama yang kalian lontarkan saat sesi perkenalan diri harus mengandung setidaknya nama lengkap dan pekerjaan yang sedang kalian tekuni saat ini.
Jika kalian merupakan fresh graduate, kalian bisa menyebutkan nama lengkap, nama kampus, dan jurusan yang kalian pelajari selama kuliah di sana. Berikut ini kalimat pertama untuk perkenalan diri yang bisa kalian contoh:
“Hai, nama saya Indira Wijaya. Saat ini saya bekerja di ByName Agency sebagai web developer.”
“Selamat pagi, saya Rio Irawan, fresh-graduate dari Universitas Indonesia jurusan Ilmu Politik.”
2. Jelaskan tentang pengalaman kerja Anda sebelumnya
Jika sebelumnya kalian sudah pernah bekerja, maka hal terpenting yang harus kalian sebutkan adalah pengalaman kerja di perusahaan sebelumnya.
Lengkapi kalimat tersebut dengan informasi tentang berapa lama kalian bekerja di sana, skill profesional yang dimiliki, dan prestasi yang telah diraih selama bekerja.
Bagi pelamar yang merupakan lulusan baru, kalian bisa bercerita tentang pengalaman organisasi, volunteer, project, atau pekerjaan freelance yang pernah dilakukan selama menjadi mahasiswa.
3. Sampaikan minat Anda terhadap perusahaan
Di akhir sesi perkenalan diri, jangan lupa untuk menyampaikan alasan kalian tertarik untuk bergabung dengan perusahaan tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesan baik dan menunjukkan kesungguhan kalian untuk bekerja di sana.
Jangan lupa untuk memperhatikan panjang kalimat yang kalian ucapkan ketika perkenalan diri, karena sesi ini biasanya berlangsung sekitar 1-2 menit saja. Oleh karena itu always make it simple as possible, semoga beruntung!
Baca Juga
-
Kartika Coffee, Suguhkan Kedamaian di Tengah Hiruk Pikuk Kota Jombang
-
Punya Pesona Unik, 5 Grup Band Asal Korea Selatan yang Lagi Naik Daun
-
Menikmati Lezatnya Rawon Rosobo di Jombang, Bangkitkan Kenangan Masa Lalu
-
5 Lagu Xdinary Heroes yang Cocok untuk Baby Villains, Yuk Dengerin!
-
5 Idol Kpop yang Dikenal Piawai Bermain Gitar, Sering Bikin Cover Lagu Lho!
Artikel Terkait
-
Yoursay Talk: Raih Mimpi Kuliah di Inggris dengan Chevening Scholarship!
-
5 Tips Ampuh yang harus Kamu Lakukan agar Keterima Beasiswa
-
Erick Thohir Sebut akan Wawancara Satu Nama Terkait Posisi Dirtek PSSI, Joachim Loew?
-
5 Tips Ampuh Membuat Video Perkenalan Diri Lamaran Kerja ala Vina Muliana!
-
4 Tips Atasi Rasa Cemas Jelang Wawancara Kerja, Persiapkan Sebaik Mungkin
Lifestyle
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar
-
Suzzanna Tantang Danur Saat Lebaran 2026: Duel Calon Ratu Film Horor Indonesia
-
4 Rekomendasi Tablet Dukung SIM Card Paling Worth It di 2026, Harga Terjangkau Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Sunscreen Matcha, Penyelamat untuk Cegah Kulit Kemerahan dan Breakout
Terkini
-
Asahi Naruhaya Resmi Diperankan Sho Nishigaki dalam Live Action Blue Lock
-
Rilis Foto Profil Baru, AKMU Dirikan Agensi Sendiri Usai Tinggalkan YG
-
Merosotnya Moral Remaja: Benarkah Korban Zaman atau Bukti Kelalaian Kita?
-
Manga Bungo Stray Dogs Umumkan Akhiri Cerita Bagian Pertama di Chapter 130
-
Narasi Perihal Ayah, Menyusuri Duka Kehilangan dari Sudut Pandang Anak