Pernikahan memang komitmen yang berat, namun tersemai juga keindahan dan penantian akan kebahagiaan di dalamnya. Nah, agar tidak kaget tentunya kita semua wajib mempersiapkan hal-hal penting yang justru kerap dilupakan menjelang pernikahan.
Melansir dari kanal YouTube Raditya Dika pre-talk marriage bukan hanya soal resepsi dan adat mana yang akan dipakai, berikut 5 hal yang wajib dibahas saat pre-talk marriage!
1. Manajemen Keuangan
Percayalah, keuangan menjadi hal paling urgent yang kerap kali mengalami cekcok di antara pasangan ataupun keluarga. Bukan tentang seberapa banyak atau sedikitnya, namun tentang kesepakatan dan kepastian. Pastikan adanya transparansi akan hal ini di antara kedua belah pihak.
BACA JUGA: Suka Pelukan! Ini 4 Zodiak yang Memilik Bahasa Cinta Physical Touch
Pastikan sebelum pernikahan kalian membahas hal ini. Apakah masing-masing dari kalian punya hutang atau cicilan? Pembayaran hutang atau cicilan ditanggung pribadi atau bagaimana? Masihkah ada tanggungan keluarga misalnya orang tua atau adik? Berapa anggaran rumah tangga yang disepakati? Dan lain sebagainya. Pastikan jangan melewatkan hal satu ini!
2. Batasan/Boundaries
Batasan dalam hal ini diperlukan agar kedua belah pihak sama-sama mengerti akan apa yang boleh dan apa yang tidak dilakukan oleh keduanya. Hal-hal apa saja yang bisa ditoleransi pasangan dan apa yang tidak.
Seperti boleh atau tidaknya nongkrong sama teman setelah menikah? Batasan hang out sampai jam berapa? Lantas apa tindakan kalian jika salah satu selingkuh? Hal apa saja yang tetap ingin menjadi privasi (misalnya ruang kerja pribadi, tabungan pribadi, hobi, dan lain sebagainya). Intinya pikirkan benar-benar terkait batasan apa saja yang harus kalian bahas. Entah terkait fetish, kebiasaan, gaya bicara, dan lain sebagainya. Termasuk hal-hal yang tidak bisa kalian toleransi pada pasangan kalian.
3. Tempat Tinggal
Tempat tinggal menjadi hal penting yang wajib banget untuk disepakati bersama. Kamu dan dia ke depannya akan tinggal dimana? ngekos/ngontrak, sewa apartemen/paviliun, beli rumah, atau justru akan tinggal bersama orang tua/mertua. Ini wajib banget untuk disepakati kedua belah pihak.
Pikirkan juga risiko serta lebih dan kurangnya pilihan dari setiap opsi. Mana yang lebih nyaman untuk kalian berdua, serta sertakan juga jawaban yang bijak jika ke depannya pilihan kalian memicu perdebatan baik dari pihak keluarga atau pasangan.
BACA JUGA: Fear of Missing Out, Ini 5 Tips Ampuh Atasi FOMO Agar Hidup Lebih Tenang
4. Pembagian Tanggung Jawab
Pembagian tanggung jawab perlu diputuskan secara jelas dan konkret. Hal ini untuk menghindari perseturuan akan ketidakadilan salah satu pihak. Atau salah satu pihak yang merasa lebih berat dari yang lain.
Misalkan, siapa yang bekerja? Suami saja atau istri juga? Lantas siapa yang bertanggungjawab akan pekerjaan rumah tangga. Sewa asisten rumah tangga atau dikerjakan berdua? Siapa yang mencuci, memasak, membersihkan rumah? Apa yang kalian harapkan kepada pasangan kalian untuk dibantu?
5. Masa Depan
Seringkali kita dengar bahwa menjelang pernikahan yang dibahas adalah masa depan. Kira-kira masa depan seperti apakah yang harus dibahas dan diinginkan masing-masing? Apakah tujuan kalian harus satu visi misi atau tetap boleh berbeda? Tentunya tergantung kesepakatan dan kesanggupan kalian masing-masing.
Salah satunya yaitu tentang buah hati. Apakah salah satu dari kalian mengharapkan kehadiran buah hati atau menganut prinsip childfree? Ingin langsung punya momongan atau menunda kira-kira berapa tahun? Berapa momongan yang kalian harapkan dan jenis kelaminnya?
Tak hanya tentang momongan, kira-kira apa rencana kalian 5 tahun ke depan setelah menikah? apakah akan punya rumah? melakukan umroh? membeli mobil? mengembangkan bisnis bersama. Dan hal-hal yang kalian pikir penting untuk didiskusikan.
Sekian ulasan tentang 5 hal yang wajib didiskusikan sebelum pernikahan. Semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Yang Perlu Dikampanyekan Adalah Kesiapan Finansial, Bukan Penghinaan
-
Efisiensi atau Diskriminasi? Membaca Ulang Preferensi Rekrutmen Perusahaan
-
Perjuangan Orang Tua di Balik Antrean PPDB: Antara Pendidikan Anak dan Dompet yang Menipis
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
-
Sekolah Bukan Pabrik Nilai, Melainkan Tempat Menumbuhkan Potensi
Artikel Terkait
-
Pernikahan Beda Agama Resmi Dilarang MA, Warganet: Mending Ngurus Korupsi
-
5 Fakta Siswa SMA Kabur dari Akad Nikah: Kakak Maju Gantikan Jadi Pengantin
-
Viral Pernikahan Anjing Kenakan Pakaian Adat Jawa, Disbud DIY: Kami Keberatan
-
Dua 'Pencemaran' Dituduhkan ke Pemilik Anjing Jojo dan Luna, Pernikahan Lecehkan Agama dan Adat?
-
Minta Maaf ke Umat Katolik, Nena Jelaskan Pemberkatan Pernikahan Anjing Jojo dan Luna
Lifestyle
-
Catat! Ini 6 Barang yang Wajib Kamu Bawa saat Liburan Musim Panas
-
4 Moisturizer Ampuh Atasi Kulit Kering Sekaligus Kusam tanpa Pori Tersumbat
-
5 Parfum Lokal Aroma Leci yang Bikin Kamu Wangi Seharian, Mulai Rp60 Ribuan
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
-
Makeup Anti-Cracky! 4 Gel Moisturizer untuk Skin Prep pada Kulit Berminyak
Terkini
-
Bukan Kebetulan? 3 Alasan Mengapa Ramalan The Simpsons soal Final Piala Dunia 2026 Masih On The Way!
-
Review Film Enola Holmes: Pemberontakan Perempuan di Tengah Norma Sosial
-
Ulasan Cold Blooded Intern: Dilema Perempuan antara Karier dan Keluarga
-
Viral! Momen Kocak Lionel Messi Tertawa Ngakak saat Diperiksa Petugas Bandara
-
Lagu 'Lalaki Langit' Bupati Purwakarta, Potret Seksisme yang Dinormalisasi