Warna merupakan elemen yang dominan dan aspek yang berhubungan dengan desain dan kehidupan. Dilansir dari laman hellosehat.com, warna secara langsung menargetkan sistem saraf otonom manusia yang berfungsi mengontrol aktivitas yang Anda lakukan secara tak sadar, seperti bernapas, mendetakkan jantung, dan menjalani proses metabolisme.
Melalui psikologi warna diketahui bahwa pemilihan warna yang tepat dapat memancing inspirasi, menciptakan ilusi ruang, dan memberikan suasana berbeda di berbagai ruangan.
Hal ini disebabkan karena warna memiliki hubungan atau keterkaitan dengan suasana hati hingga memengaruhi perilaku manusia dan dapat menimbulkan reaksi fisiologis. Untuk itu, tidak ada alasan mengapa seseorang harus memperhatikan dengan seksama warna apa yang nantinya cocok untuk dinding ruangannya.
Berikut tips memilih warna ruangan berdasarkan teori psikologi warna :
1. Kuning
Warnanya yang cerah dan intens bisa membuat mata menjadi cepat lelah (mudah iritasi). Meski demikian, warna kuning memiliki aura kehangatan, optimisme, semangat dan dinobatkan sebagai warna intelektual karena mampu merangsang aktivitas otak dan mental dan membantu penalaran manusia berjalan logis dan analitis.
Selain itu, warna kuning menjadi pilihan yang baik pada interior dapur. Sebab, warna-warna hangat seperti kuning dipercaya bisa merangsang nafsu makan.
2. Biru
Biru dipercaya mampu merangsang kemampuan untuk berkomunikasi dan ekspresi artistik. Dalam dunia medis, biru mampu mengatasi insomnia, kecemasan, migrain, hingga tekanan darah tinggi. Biru juga memberi efek yang menenangkan untuk tubuh. Melihat warna ini bisa membantu memperlambat detak jantung dan penurunan aliran darah. Sebabnya, tak jarang biru menjadi warna favorite kamar seseorang.
3. Hijau
Dunia psikologis menggunakannya untuk membantu seseorang agar memiliki keseimbangan emosi dan keterbukaan komunikasi karena hijau mampu memberikan efek relaksasi. Hal ini terjadi karena warna hijau menargetkan hipotalamus anterior, bagian otak yang berkomunikasi dengan saraf parasimpatis untuk memicu efek anestesi yang membuat Anda mengantuk. Di rumah sakit digunakan untuk membuat pasien rileks.
4. Merah
Warna merah merangsang tubuh serta meningkatkan denyut jantung dan aliran darah, menyebabkan peningkatan adrenalin dan membuat individu merasa energik, bersemangat, perasaan dan antusiasme yang kuat serta sanggup membangkitkan cinta dan kemarahan. Warna merah juga cocok untuk interior dapur karena akan membuat Anda bersemangat dalam mempersiapkan makanan untuk keluarga, menciptakan kebersamaan dan kehangatan, serta mendorong interaksi.
5. Putih
Putih adalah warna penyeimbang yg sangat baik. kelebihan warna putih adalah kemampuannya untuk membantu mengurangi rasanyeri. Ini dikarenakan warna putih memberi kesan kebebasan dan keterbukaan. Kekurangan warna putih adalah dapat memberi rasa sakit kepala dan mata lelah jika warna ini terlalu mendominasi.
6. Jingga
Warna jingga meningkatkan suplai oksigen dalam otak, dan memproduksi efek kesegaran, dan menstimulasi aktifitas mental. Jingga dipercaya mampu merangsang kegembiraan dan nafsu makan. ruangan yang berwarna oranye akan membuat orang cenderung berpikir dan berbicara, menyuarakan persahabatan dan kegembiraan.
Nah, Inilah tips memilih warna ruangan berdasarkan teori psikologi agar membantumu dalam memancing inspirasi dan menciptakan ilusi ruang khas dirimu sendiri. jadi, siap ganti warna ruangan?
Baca Juga
-
Bukti Dokter Lebih Berisiko Alami PTSD Melalui Drama Korea Doctor Slump
-
Meninjau Segi Psikologis Korban Kekerasan Seksual dari Film Hope
-
Belajar Menerima Emosi Diri Melalui Film Kartun Inside Out
-
Menikah di Bulan Syawal Adalah Amalan Sunah, Ini Penjelasannya
-
Waspada Kolestrol Tinggi! Tips Atur Pola Makan Saat Hari Raya
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
-
Seperti Pelukan Hangat! 5 Pilihan Parfum Warm Vanilla yang Lembut di Hidung
-
Bebas Bruntusan! 4 Acne Cleansing Balm Angkat Makeup Waterproof hingga Pori
-
Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?
-
5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif
Terkini
-
Review Neagley: Drama Aksi Khas Reacher dengan Sentuhan Lebih Emosional
-
Dari Viral Culture ke Real-Life Culture: Eranya Gen Z Cari Pengalaman Nyata
-
Mengapa Bahasa Pakar Bikin Politisi Meradang? Menjembatani Sains-Populisme
-
Kutukan Merenggut Jiwa di Hutan Larangan
-
Review Buku This Book Is Seriously Silly!: Belajar Interaktif Lewat Ubur-Ubur Konyol