Setiap orang pasti punya prioritas untuk diri sendiri dalam hidupnya, terlebih saat dunia terasa sangat melelahkan dan memberi banyak rasa sakit. Meski sebagian orang tetap memilih mendahulukan orang lain, tapi tidak semua merasa perlu untuk selalu melakukannya di tengah kebutuhan pribadi yang dirasa lebih penting.
Kecenderungan perilaku semacam ini ternyata bisa dideteksi lewat astrologi. Melansir Yourtango, berikut tiga zodiak yang akhirnya mau memprioritaskan diri sendiri dibanding orang lain.
1. Cancer
Di antara masalah dengan keluarga dan cinta, cancer kerap mendapat kesan jelas bahwa ada sesuatu yang tidak beres hingga sering merasa lelah. Saat sudah berusaha terlalu keras untuk menyenangkan semua orang dan hasilnya tidak sesuai harapan, cancer jadi terbebani dengan tanggung jawab untuk memastikan semua orang baik-baik saja.
Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk tidak lagi bertanggung jawab membuat orang lain memiliki kehidupan yang baik. Mereka sadar jika kehidupan pribadinya harus dipenuhi lebih dulu alih-alih menyenangkan orang lain. Bukan egois, hanya saja prioritas pada diri sendiri akan dinomorsatukan baru memikirkan orang lain.
2. Sagitarius
Meski dikenal mandiri dan punya kecenderungan individualis, tapi sagitarius tidak menyangkal perasaan mereka untuk memastikan semua orang di sekitarnya merasa bahagia. Mereka melakukan ini karena tidak menyukai konfrontasi saat merasa bisa mewujudkan harapan orang lain dan membuat orang terdekatnya mendapat ketenangan hidup.
Namun, sagitarius juga sadar jika mereka perlu membatasi keinginan untuk menjauh dari konflik. Saat memilih membela diri sendiri, sagitarius akan bisa merasakan bagaimana benar-benar mandiri dan bebas dari penilaian orang lain. Pilihan untuk memprioritaskan diri sendiri akan menuntun jalan mereka menemukan kebahagiaan.
3. Pisces
Pisces cenderung menempatkan kebutuhan diri sendiri setelah keluarga, cinta, dan persahabatan. Perilaku seperti ini membuat mereka selalu memikul beban bahwa lebih baik rendah hati dan diam daripada keras dan menuntut. Namun, ada momen dimana pisces akan mempertimbangkan jalan tengah yang didasarkan pada harga diri.
Saat menjadi lebih berani, pisces tidak menyangkal jika kenikmatan menjadi nomor satu sangat membahagiakan diri mereka. Pada akhirnya pisces akan cukup kuat untuk mencintai diri sendiri dan menjadi lebih bahagia sekaligus menemukan jika orang lain tidak membenci mereka karena keputusan tersebut.
Itulah tadi tiga zodiak yang akhirnya mau memprioritaskan diri sendiri dibanding orang lain. Ada cancer, sagitarius, dan pisces, apa zodiakmu termasuk?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jodoh Tidak Harus Selamanya: Pelajaran di Balik Pernikahan dan Perceraian
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
Fenomena Cut Off Orang Tua: Self-Love atau Batasan yang Terlambat Dibuat?
-
Apa Itu DARVO? Memahami Cara Pelaku Pelecehan Memutarbalikkan Fakta
-
Acha Septriasa Bicara soal Perselingkuhan dan Rasa Kesepian dalam Hubungan
Artikel Terkait
-
5 Zodiak Paling Jago Lakukan Flirting, Padahal Tidak Selalu Berniat Pacaran
-
4 Zodiak yang Bakal Jadi Sahabat Sejati Virgo, Kamu Termasuk?
-
5 Zodiak Ini Ditakdirkan Jago Matematika, Nggak Takut Ketemu Hitungan Rumit
-
Sering Bersikap Dingin, 6 Zodiak Ini Tetap Banyak yang Naksir!
-
3 Zodiak yang Merasa Lebih Bahagia setelah Putus, Ada Aries sampai Libra!
Lifestyle
-
4 Parfum Aroma Manis Unisex untuk Hadiah Valentine, Romantis dan Berkesan!
-
FOMO yang Menggerakkan: Mulai dari Ikut Tren Jadi Rutinitas Hidup Sehat Anak Muda
-
Cari TWS Murah Berkualitas? Ini 5 Pilihan Terbaik 2026 Rekomendasi David GadgetIn
-
Gaji Habis di Tengah Bulan, Purbaya Bagikan Tips Finansial Anak Muda
-
4 Serum Korea Noni Perkuat Skin Barrier pada Kulit Berjerawat dan Sensitif
Terkini
-
Film Ahlan Singapore: Kisah Cinta di Negeri Singa yang Menyentuh Hati
-
Chi-Fuyo Resmi Dapat Adaptasi Anime, P.A. Works Siap Hidupkan Kisah Rein
-
Jejak Majapahit dan Aroma yang Menjerat Keserakahan dalam Aroma Karsa
-
Panduan Lengkap Bayar Fidyah Lansia: Takaran dan Ketentuannya
-
Fenomena "Buku Jelek": Mengapa Kita Terobsesi Jadi Polisi Literasi?