Berbicara tentang relationship atau hubungan memang selalu menarik, karena kita harus melihatnya dari segala sisi. Tidak ada yang mutlak hitam atau putih, karena nyatanya semua orang memiliki sisi abu-abu’ berdasarkan pemikirannya masing-masing.
Seorang psikolog, Sabrina Maidah, membagikan insight atau pemikirannya tentang sebuah hubungan berdasarkan pengalamannya sebagai seorang psikolog melalui unggahan di akun instagram pribadinya, @sabrinamaidaa.
Berdasarkan unggahan tersebut, berikut adalah beberapa insight mengenai psikolog yang bisa kita renungkan bersama.
1. Waktu tidak menjamin keloyalan pasangan
Waktu yang dihabiskan bersama dengan pasangan tidak bisa menjadi jaminan bahwa sesama pasangan bisa saling mengenali. Hal ini tidak bisa hanya dilihat dari seberapa lama waktu yang kita habiskan dengan pasangan, tetapi tergantung pada keterbukaan, kejujuran, serta kemauan untuk bersama.
2. Kenali kunci dasar untuk membangun relasi
Ada dua kunci dasar membangun relasi dengan pasangan, yakni self awareness and self respect. Relasi yang sehat selalu berasal dari dalam diri sendiri terlebih dulu. Kita harus bisa merenungkan apakah kita sudah mampu menjadi tokoh utama bagi diri kita sendiri atau justru hanya tokoh pendukung.
3. Perubahan dan dinamika adalah hal yang normal
Dalam sebuah hubungan, apalagi dengan pasangan, pasti ada perubahan atau dinamika yang terjadi dan hal ini normal-normal saja. Setiap manusia pasti berkembang dan memerlukan perubahan, kita tidak bisa menuntut seseorang untuk selalu sama setiap waktunya. Nyatanya diri kita sendiri juga akan berubah seiring berjalannya waktu.
4. Hal penting lain selain komunikasi
Banyak yang menggaungkan bahwa komunikasi adalah kunci hubungan bertahan lama. Hal itu memang benar, tetapi juga harus diiringi dengan rasa respect terhadap pasangan. Kita harus bisa menghargai pendapat serta opini pasangan, jangan hanya bisa mendengarkan dan tidak mau menerima pendapatnya.
5. Harus ada usaha dari dua pihak
Agar suatu relasi bisa bertahan, diperlukan kerja sama dari dua pihak, dalam hal ini adalah kita dan pasangan kita sendiri. Tanggung jawab untuk membuat sebuah hubungan tetap terasa nyaman dijalani adalah tanggung jawab kedua pihak, bukan hanya salah satu saja.
Itulah lima insight tentang relationship atau hubungan yang bisa menjadi renungan kita.
Baca Juga
-
Ulasan Garda Detak: 40 Kisah Penuh Haru dan Mendebarkan di Balik Pintu IGD
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?
-
5 Rekomendasi Bumbu Sate untuk Daging Kurban, Makin Sedap dan Nikmat!
-
Better Than This: Ketika Taruhan Berujung Cinta
-
Love in Montreal: Dilema Passion vs Cinta, Mana yang Harus Dipilih?
Artikel Terkait
-
8 Tanda Red Flag Pasangan yang Patut Diwaspadai, Bahaya Buat Kesehatan Mental Jika Bertahan
-
Kemnaker Dorong Agar BUMN Jadi Contoh Pelaksanaan Hubungan Industrial yang Harmonis
-
Mantap! PKB PTPN III dan FSPBUN Mampu Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis
-
Ulasan Buku 'Agar Cinta Bersemi Indah', Seni Komunikasi dalam Rumah Tangga
-
Para Pria Harus Peka! Ini 7 Tanda Pasangan Perempuan Ingin Segera Diajak Menikah
Lifestyle
-
4 OOTD Grungy Streetwear ala Yeonjun TXT yang Cool dan Chic Banget!
-
Tanpa Layar dan Tanpa Langganan, Google Fitbit Air Tantang Dominasi Whoop?
-
5 Skin Booster Toner untuk Hidrasi Maksimal hingga Lapisan Kulit Dalam
-
Mobil F1 Kini Jadi Sandal? Crocs dan Red Bull Racing Bikin Gebrakan Unik
-
Asus ProArt P16 Resmi Meluncur: Laptop Kreator Konten di Era AI dengan Superchip Nvidia RTX Spark
Terkini
-
Rumitnya Hubungan Tanpa Status di Novel Denial
-
Dreamy dan Powerful, Intip Highlight Medley Album Baru izna 'Set The Tempo'
-
Bimbel Bukan Jaminan Sukses, Lalu Untuk Apa Semua Lelahmu Selama Ini?
-
Saat Impian ke Tanah Suci Berujung Nestapa: Di Mana Letak Tanggung Jawab Influencer?
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?