Lovestruck in The City adalah drama Korea yang mengisahkan 6 orang atau 3 pasangan yang ternyata terhubung satu sama lain.
Kisahnya yang tak terduga membuat banyak sekali hikmah yang bisa dipetik di baliknya.
Tidak hanya tentang cinta, berikut 4 pesan moral dari Lovestruck in the City yang patut untuk diterapkan.
1. Menjadi Diri Sendiri
Lee Eun-O (Kim Ji Won) dikisahkan mengalami kekecewaan dan patah hati dengan mantan kekasih serta kegagalannya dalam pekerjaan. Akibatnya ia pun melarikan diri ke Yangyang dan mengubah jati dirinya menjadi orang lain.
Akibat perbuatannya, Eun-O merasa kebingungan dengan jati dirinya. Ia merasa hilang arah dan terus menciptakan kebohongan untuk menutupi kebohongannya.
Di sisi lain, ia juga menghancurkan kehidupan seseorang begitu dalam karena semua kepalsuan yang diciptakannya.
Jadi, berhentilah berpura-pura menjadi orang lain. Selain membuatmu merasa terbebani dan tidak nyaman, kamu juga akan mempengaruhi kehidupan orang lain.
2. Saling Mengerti
Drama ini juga mengisahkan hubungan Choi Kyeong-jun (Kim Min-suk) dan Suh Rin-I (So Ju-yeon) yang berakhir karena kesalahpahaman.
Salah paham memang umum terjadi pada banyak pasangan hingga tak jarang bisa memicu pertengkaran bahkan merusak hubungan.
Di sinilah pentingnya komunikasi dan saling mengerti satu sama lain. Suh Rin-i seharusnya mendengarkan penjelasan Kyeong-jun bahwa lelaki itu bukan tidak mengerti tentang keinginannya. Namun sang arsitek ingin agar Rin-i menjalani kehidupan yang lebih baik.
Sebaliknya, Kyeong-jun juga berusaha untuk mencari celah agar bisa meluluhkan pemikiran Rin-i yang salah. Karena sejatinya, rasa cinta yang besar membuat Kyeong-jun ingin agar Rin-i tidak diremehkan dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Hal seperti ini tentu umum juga dialami oleh jutaan orang di luar sana.
3. Jangan Pelit pada Diri Sendiri
Tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya bekerja paruh waktu membuat Rin-i hidup pas-pasan. Akibatnya, ia sering pelit pada dirinya sendiri.
Seperti saat ia menginap di rumah Eun-O karena seprainya sedang dicuci karena Rin-i hanya memiliki 1 seprai. Hidup pas-pasan bukan berarti pelit dan bersikap keterlaluan pada diri sendiri.
Meski ia nyaman dengan hal ini tapi tentu keadaan ini tidak bisa terus dibiarkan selamanya.
4. Peka
Kehidupan Rin-i yang seperti itu membuat Kyeong-jun banyak membantunya. Seperti saat lelaki itu membelikannya lemari mahal karena Rin-i tidak memiliki lemari.
Namun saat itu, Rin-i lebih memilih lemari bekas yang dicat ulang oleh Kyeong-jun dan menjual lemari mahal tersebut pada Kang Gun. Padahal, seharusnya Kang Gun (Ryoo Kyung-soo) peka dan tidak mengambil kesempatan ini untuk dirinya sendiri. Rin-i juga seharusnya peka akan niat baik pacarnya.
Ketidakpekaan juga membuat Rin-i dan Kyeong-jun baru jadian setelah 10 tahun. Padahal sejak mereka SMA, Kyeong-jun telah menunjukkan banyak ketertarikan pada gadis itu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Sinopsis dan Jadwal Tayang Uncle Samsik, Debut Song Kang Ho di Drama Korea
-
Cetak Rating Tinggi, 'Lovely Runner' Jadi Drama Paling Populer Minggu ini
-
Spoiler Drama 'Lovely Runner' Episode 12: Malam Romantis Im Sol dan Sun Jae
-
Susul Han Ji Min, Son Suk Ku Digaet Main Drama 'More Beautiful Than Heaven'
-
Jadi Momen Comeback, Ini 4 Fakta Menarik Peran Lee Min Ki dalam Drama Crash
Lifestyle
-
5 Rekomendasi Bumbu Sate untuk Daging Kurban, Makin Sedap dan Nikmat!
-
5 Rekomendasi Parfum Wangi White Floral yang Cocok Dipakai ke Kondangan
-
Honor Win Turbo Resmi Meluncur: HP dengan Baterai 10.000 mAh, Bisa Main Game 14 Jam Nonstop
-
Infinix HOT 70 Meluncur di Indonesia, Andalkan Helio G100 Ultimate dan Desain Dynamic Shine Unik
-
4 Whipped Facial Wash untuk Deep Cleansing, Rahasia Cerah Bebas Jerawat
Terkini
-
Retail Therapy dan Sampah yang Tak Terlihat di Balik Kebiasaan Checkout
-
Hati-hati! Saldo Rekening Bisa Ludes Sendiri Jika Kamu Abaikan Aturan Ini
-
Usai Park Ji Hoon, Jang Dong Yoon Berpeluang Bintangi Drama Korea Promotor
-
Ungkap Misteri Puteri Gunung Ledang dalam Bukuloka: Janji Di Puncak Ledang
-
TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi