Mungkin saja kamu salah satu orang yang suka bekerja di luar ruangan (outdor) seperti di taman. Di satu sisi, bisa saja dengan kebiasasaan ini kamu dapat menghirup udara segar. Akan tetapi, jika hari sedang terik, sebaiknya kamu menghindari untuk bekerja secara outdor. Berikut beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan dari paparan sinar matahari yang bisa mempengaruhi komputer kamu, dilansir dari berbagai sumber.
1. Laptop lebih cepat panas
Idealnya laptop berada di ruangan dengan suhu antara 1035 derajat Celcius untuk beroperasi dengan nyaman. Tetapi menggunakan laptop di bawah terik panas matahari itu hanya akan menimbulkan panas secara berlebih.
Laptop yang terlalu panas, tentu bisa menimbulkan masalah kinerja. Tak hanya itu, bahkan laptop yang terlalu panas akan mati dengan sendirinya untuk menghindari kerusakan perangkat keras permanen akibat panas berlebih tersebut.
2. Menurunkan kesehatan baterai
Sama seperti smartphone, baterai laptop saat ini menggunakan jenis lithium-ion yang sangat sensitif terhadap panas. Suhu tinggi dapat mempercepat reaksi kimia di dalam baterai, yang menyebabkan degradasi yang lebih cepat.
Masalah ini tidak hanya mengurangi berapa lama baterai dapat memberi daya pada laptop sebelum diisi daya, tetapi juga meningkatkan resiko baterai menjadi membengkak.
3. Radiasi UV dapat mempercepat degradasi komponen plastik laptop
Radiasi sinar UV yang membahayakan kulit, juga dapat berdampak signifikan pada laptop, terutama jika terbuat dari plastik cangkang keras seperti ABS.
Bahan jenis ini ringan dan tahan lama tetapi juga sangat rentan terhadap sinar UV. Ketika terkena sinar UV yang energinya tinggi, molekul plastik mulai terurai melalui proses yang disebut fotodegrasi.
4. Perubahan suhu yang tiba-tiba dapat menyebabkan kondensasi di dalam laptop
Salah satu ancaman terbesar terhadap berapa lama laptop bertahan dan berjalan dengan baik adalah mendapatkan kelembapan di dalamnya. Ini terutama menjadi masalah jika kamu dengan cepat membawa laptop dari tempat yang berudara baik (atau ber-AC) ke cuaca panas dan lembab.
5. Layar laptop sulit dilihat karena silau
Silau pada laptop terjadi ketika cahaya memantul dari permukaan. Layar mengkilap paling terpengaruh karena memantulkan lebih banyak cahaya daripada lapisan matte. Saat sinar matahari menerpa layar, itu menciptakan efek cermin yang menyebarkan cahaya kembali ke mata, menghapus apa yang ada di layar.
Nah, itulah setidaknya ada 5 bahaya laptop saat terpapar sinar matahari saat cuaca sedang terik. Semoga kita bisa menghindari ini saat menggunakan laptop, agar perangkat kita bisa tetap aman dan bisa menggunakan laptop secara bijak.
BACA BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
Artikel Terkait
-
Teaser Terbaru Honor Beredar, Bakal Jadi Pertama Punya Baterai 8.000 mAh
-
Baterai Realme GT 7 Terungkap, Didukung 7000 mAh dan Pengisian 100W
-
H+3 Lebaran: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan Hingga Petir
-
Jakarta Bernapas Lega: Kualitas Udara Membaik di Hari Lebaran! Kota Lain Bagaimana?
-
HP Rp 4 Jutaan Vivo Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.300 mAh dan Jeroan Gahar
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?