Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 resmi mengumumkan daftar pemenang di Empire XXI pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ini menjadi ajang penutup JAFF edisi ke-20.
Daftar film pemenang JAFF 2025 merupakan keputusan juri, yang terdiri dari Juri Program Student Award, Juri Program Geber Award, Juri Program Blencong Award, Juri Program Indonesian Screen Award, Juri Program NETPAC Award, dan Juri Program Main Competition.
Sebagai informasi, JAFF sendiri telah menjadi panggung utama bagi sineas Asia, khususnya dari Asia Tenggara. Festival ini berlangsung dari 29 November hingga 6 Desember 2025 di Yogyakarta.
Mengusung tema Transfiguration, JAFF yang berusia dua dekade ini menggambarkan transformasi dan evolusi sinema Asia.
Nah, berikut film yang membawa pulang penghargaan utama Golden Hanoman Award dan Silver Hanoman Award. Ada juga film-film pemenang piala NETPAC Award, Blencong Award, Special Mention for Light of Asia Section, Indonesian Screen Awards, Gaber Award, dan JAFF Student Award.
Kompetisi Utama (Asian Feature Competition)
Golden Hanoman Award: Becoming Human
Silver Hanoman Award: A Useful Ghost
Jury Special Mention for Main Competition: Sunshine
NETPAC Award: Becoming Human
Blencong Award: Water Sports
Jury Special Mention for Light of Asia Section: Hyena
Geber Award: Sunshine
JAFF Student Award: Water Sports
Indonesian Screen Awards (Penghargaan untuk Film Indonesia)
* Best Film: Tinggal Meninggal
* Best Director: Kristo Immanuel untuk Tinggal Meninggal
* Best Screenplay: Tinggal Meninggal
* Best Performance: Omara Esteghlal (Tinggal Meninggal) dan Afiqa Kirana (The Period of Her)
* Best Cinematography: Dopamine
* Best Editing: Tinggal Meninggal
* Best Production Design: Ikatan Darah
* Best Sound Design: The Period of Her
* Best Music: Rangga & Cinta
* Best Poster: Sore: Istri dari Masa Depan
Bisa dikatakan, Tinggal Meninggal karya sutradara Kristo Immanuel sukses memborong piala JAFF 2025, khususnya di kategori Indonesian Screen Awards. Film komedi gelap ini meraih total 5 penghargaan.
Keberhasilan JAFF 2025 tidak hanya terletak pada penghargaan, tetapi juga pada dampaknya terhadap industri film Indonesia.
Tinggal Meninggal sebagai pemenang besar mencerminkan kekuatan cerita lokal yang mengangkat isu kesehatan mental dengan genre dark comedy. Sementara film internasional seperti Becoming Human membawa perspektif kebudayaan dan kepercayaan dari Kamboja.
Festival ini juga menyoroti peran Yogyakarta sebagai pusat sinema grassroots di Asia Tenggara, dengan program seperti JAFF Market yang memfasilitasi kesepakatan bisnis.
Selamat untuk pemenang JAFF 2025, khususnya film yang meraih penghargaan utama Golden Hanoman Award!
Baca Juga
-
Keserakahan & Egoisme Berkemas Genre Fantasi Vampir dalam Diabolik Lovers
-
5 Eye Patch Kolagen: Lindungi Area Mata dari Penuaan Dini
-
Bahagia Menurut Ki Ageng Suryomentaram, Plato hingga Al-Ghazali: Bedah Buku Filsafat Kebahagiaan
-
Penyuluh Agama Islam Perkuat Kolaborasi, Tebar Toleransi dari Karanganyar
-
Katanya Slow Living Harus di Desa, Padahal di Kota Juga Bisa
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 Eye Patch Kolagen: Lindungi Area Mata dari Penuaan Dini
-
5 Lipstick Red Brown dengan Hasil Matte hingga Glossy: Mana Favoritmu?
-
Satu Sepatu Segala Suasana: Tips Styling Sneakers Putih dari Kantor hingga Kencan
-
Gaya Ngantor sampai Pesta, Intip 4 Ide Daily OOTD ala Kang Min Ah Ini!
-
3 Upcoming Drama China Yang Akan Tayang Juni 2026, Ada Overdo!
Terkini
-
Keserakahan & Egoisme Berkemas Genre Fantasi Vampir dalam Diabolik Lovers
-
Bahagia Menurut Ki Ageng Suryomentaram, Plato hingga Al-Ghazali: Bedah Buku Filsafat Kebahagiaan
-
Penyuluh Agama Islam Perkuat Kolaborasi, Tebar Toleransi dari Karanganyar
-
Katanya Slow Living Harus di Desa, Padahal di Kota Juga Bisa
-
Akhirnya! Glasses with a Chance of Delinquent Dapat Adaptasi Anime