Jagung bakar sering kali menjadi menu andalan saat ingin camilan sederhana tapi tetap memuaskan. Baik dinikmati sore hari, saat kumpul keluarga, atau menemani malam tahun baru, aroma jagung yang dibakar di atas bara selalu berhasil menggoda selera. Apalagi jika dipadukan dengan olesan mentega atau bumbu pedas manis, rasanya makin sulit ditolak.
Sayangnya, tidak semua jagung akan memberikan hasil bakaran yang enak. Ada kalanya jagung terasa keras, kurang manis, atau malah kering meski sudah dibakar cukup lama. Masalahnya sering bukan pada cara memasak, melainkan sejak tahap memilih jagung. Karena itu, penting mengetahui ciri-ciri jagung yang tepat agar hasil bakaran tetap pulen dan legit.
Agar tidak salah pilih, berikut beberapa cara memilih jagung yang cocok untuk dibakar dan layak jadi andalan saat acara bakar-bakaran.
1. Pilih Jagung dengan Kulit yang Masih Hijau dan Segar
Hal pertama yang bisa kamu perhatikan adalah kondisi kulit jagung. Jagung yang masih segar biasanya memiliki kulit berwarna hijau cerah dan terlihat lembap. Kulit seperti ini menandakan jagung baru dipanen dan belum lama disimpan.
Sebaliknya, jagung dengan kulit yang kering, kusam, atau kecokelatan biasanya sudah terlalu lama disimpan. Kondisi ini bisa memengaruhi rasa manis dan tekstur biji saat dibakar. Kulit jagung yang masih menempel rapat pada tongkol juga menjadi tanda bahwa jagung berada dalam kondisi baik.
Jagung dengan kulit segar cenderung menghasilkan biji yang lebih pulen dan tidak keras saat dibakar, bahkan tanpa tambahan bumbu berlebih.
2. Perhatikan Rambut Jagung
Rambut jagung sering kali diabaikan, padahal bagian ini bisa menjadi petunjuk kualitas jagung. Rambut jagung yang masih segar biasanya berwarna cokelat muda atau keemasan dan terasa agak lembap saat disentuh.
Jika rambut jagung terlihat hitam, kering, dan mudah rontok, besar kemungkinan jagung sudah tua. Jagung seperti ini biasanya memiliki rasa yang kurang manis dan tekstur yang lebih keras. Rambut jagung yang masih banyak dan tebal juga menandakan biji tumbuh dengan baik.
Jagung dengan rambut segar akan lebih mudah menghasilkan tekstur empuk dan rasa legit saat dibakar.
3. Tekan Biji Jagung Secara Perlahan
Cara sederhana lainnya adalah dengan menekan biji jagung melalui kulitnya. Jagung yang masih muda dan manis akan terasa padat, tetapi tidak terlalu keras. Jika biji terasa kaku dan sulit ditekan, kemungkinan jagung sudah terlalu tua.
Teknik ini membantu memastikan kadar air dalam biji jagung masih terjaga. Jagung yang masih berair biasanya akan tetap lembut meski dibakar dalam waktu cukup lama. Sebaliknya, jagung yang kering berisiko menjadi alot.
Dengan satu sentuhan ringan, kamu bisa memperkirakan kualitas jagung yang akan dibakar.
4. Pilih Jagung dengan Ukuran Sedang
Ukuran jagung juga perlu diperhatikan saat memilih bahan untuk dibakar. Jagung berukuran sedang biasanya memiliki keseimbangan yang pas antara rasa manis dan kelembutan biji. Jagung yang terlalu besar sering kali sudah terlalu tua, sedangkan yang terlalu kecil bisa jadi belum matang sempurna.
Jagung ukuran sedang juga lebih mudah matang merata saat dibakar. Bagian luar dan dalamnya bisa matang bersamaan tanpa membuat biji menjadi kering. Selain itu, ukurannya lebih praktis untuk diolah dan dibumbui.
Dengan memperhatikan beberapa cara di atas, kamu bisa lebih percaya diri saat memilih jagung untuk dibakar. Jagung yang tepat akan membuat proses memasak lebih menyenangkan dan hasilnya pun memuaskan. Jadi, sebelum mulai bakar-bakaran, pastikan jagung yang kamu pilih sudah memenuhi ciri-ciri tersebut agar rasanya manis, pulen, dan legit saat dinikmati.
Baca Juga
-
Film Yohanna Siap Tayang di Indonesia, Angkat Kisah yang Menyentuh Hati
-
6 Film Berlatar Mars yang Wajib Kamu Tonton, Terbaru Ada Pelangi di Mars!
-
Anti-Bokek! Ini 5 Ide Bisnis Menjanjikan Pasca-Lebaran yang Wajib Dicoba
-
5 Rekomendasi Smartwatch Tahan Air Terbaik, Teman Setia Aktivitas Air
-
THR-ku Sayang, Tabungan-ku Layu: 5 Strategi Jitu Amankan Kondisi Dompet Pasca Lebaran
Artikel Terkait
-
CERPEN: Tata Cara Mati dengan Bahagia
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Tips Makeup Tahan Lama untuk Tampil Flawless Sepanjang Malam Tahun Baru
-
Bakar-Bakaran Malam Tahun Baru, Tradisi Sederhana yang Selalu Dinanti
-
6 Masker Alami untuk Atasi Kulit Kering, Bantu Kulit Lebih Lembap dan Sehat
Lifestyle
-
Playful ke Elegan Look, Ini 4 Ide Outfit Feminin Kekinian ala Yuna ITZY
-
5 Cargo Pants Pria Kekinian yang Cocok untuk OOTD Casual hingga Streetwear
-
Shower Puff Sarang Bakteri? Intip Cara Memilih dan Rekomendasinya!
-
5 Toner AHA BHA untuk Atasi Jerawat dan Bruntusan, Kulit Jadi Lebih Mulus!
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
Terkini
-
Etika Berkomunikasi bagi Pemandu Acara: Pelajaran dari Panggung LCC Kalbar
-
Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi
-
Manga GIGANT Karya Hiroya Oku Resmi Diadaptasi jadi Film Anime Layar Lebar
-
Film The Square, Pria Modern yang Sibuk Pencitraan dan Krisis Emosional
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern