Sekar Anindyah Lamase | Wahyu Sukma
Ilustrasi mandi besar (Pexels)
Wahyu Sukma

Sebelum datangnya bulan Ramadhan, banyak orang Islam melaksanakan mandi wajib sebagai persiapan fisik dan spiritual untuk puasa. Aktivitas ini lebih dari sekadar rutinitas, sebab merupakan elemen penting dalam menciptakan disiplin agar ibadah dilakukan dengan penuh semangat dan kepatuhan.

Bagi mereka yang berada dalam keadaan junub, haid, atau nifas sebelum fajar berkunjung, sangat dianjurkan untuk melakukan bersuci serta mandi sebelum waktu subuh. Hal ini dimaksudkan agar tubuh bersih dari hadas besar, sehingga siap menjalankan ibadah puasa nantinya.

Mandi sebelum Ramadhan terdiri dari dua kategori: mandi wajib dan mandi sunnah. Mandi wajib diperuntukkan bagi mereka yang sedang hadas besar. Sementara itu, mandi sunnah dapat dilakukan oleh siapa pun yang ingin menyambut Ramadhan dalam keadaan bersih. Setiap kategori mandi memiliki niat yang berbeda, dan penting untuk memahami perbedaannya agar ibadah dianggap sah.

Adakah Anjuran Untuk Mandi Wajib Sebelum Ramadhan?

Dalam perspektif syariat, seseorang diwajibkan untuk mandi ketika sedang mengalami hadas besar. Situasi seperti setelah berhubungan intim, keluarnya air mani, atau seusai haid dan nifas memerlukan mandi wajib. Jika seseorang mengalami hal-hal tersebut pada malam menjelang fajar, sangat dianjurkan untuk mandi sebelum subuh.

Banyak hadis yang mendukung praktek ini. Dalam salah satu narasi, Aisyah dan Ummu Salamah RA mengisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bangun dalam keadaan junub saat subuh tiba, kemudian beliau mandi dan melanjutkan puasa.

Riwayat lain dari Ibnu Majah juga menyebutkan bahwa Nabi SAW mandi besar setelah berhubungan, meskipun bukan karena mimpi basah, namun melanjutkan puasanya tanpa masalah.

Dalam konteks ini, mandi sebelum puasa memiliki dua pengertian. Pertama, mandi wajib bagi yang berhadas besar. Kedua, mandi sunnah bagi mereka yang ingin menyambut Ramadhan dengan kondisi bersih, walaupun tidak dalam keadaan hadas.

Tujuan dari mandi wajib sebelum puasa adalah agar seseorang bersih baik secara fisik maupun spiritual untuk melaksanakan berbagai ibadah, termasuk puasa. Sementara mandi sunnah lebih kepada bentuk penghargaan terhadap bulan yang suci ini.

Niat Mandi Wajib Sebelum Menghadap Puasa Ramadhan

Ada dua jenis niat yang perlu dipahami sesuai dengan keadaan yang dihadapi seseorang.

Pertama, niat mandi sunnah untuk menyambut Ramadhan bagi yang tidak dalam keadaan hadas besar namun ingin bersuci:

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk melaksanakan mandi sunnah malam ini di bulan Ramadhan demi Allah Ta’ala. "

Kedua, niat mandi wajib karena hadas besar (junabah):

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

Niat Mandi untuk Menghapus Hadats Besar

Artinya: "Saya berniat untuk mandi agar bisa menghilangkan hadas besar dari kondisi junub, yang merupakan kewajiban bagi Allah Ta’ala. "

Niat ini harus dinyatakan sebelum air pertama kali menyentuh tubuh. Pastikan niat tersebut hadir dalam hati, bukan sekadar diucapkan.

Prosedur Mandi Wajib Sebelum Memulai Puasa Ramadhan

Melaksanakan mandi wajib dilakukan dengan cara yang berbeda dari mandi biasa. Ada beberapa langkah yang harus diikuti agar mandi tersebut memenuhi syarat sesuai syariat. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Pertama-tama, tanamkan niat dalam hati untuk melakukan mandi wajib sebelum memasuki kamar mandi. Setelah itu, bersihkan kedua tangan, yakni tangan kanan dan kiri, masing-masing sebanyak tiga kali.

Selanjutnya, gunakan tangan kiri untuk mencuci area genital, anus, dan bagian tubuh lainnya yang mungkin kotor, seperti sela-sela jari kaki, ketiak, dan pusar.

Kemudian, bersihkan kembali kedua tangan dengan seksama, dan bisa pula memakai sabun untuk menambah kebersihan. Teruskan dengan melaksanakan wudhu seperti yang biasa dilakukan sebelum ibadah shalat.

Pastikan untuk membasahi rambut dari akarnya hingga ke ujung, dan perhatikan agar air merata di seluruh bagian rambut. Sirami kepala dengan air sebanyak tiga kali hingga semua bagian kulit kepala terbasahi.

Lanjutkan dengan membasuh tubuh, dimulai dari sisi kanan sebanyak tiga kali, kemudian berpindah ke sisi kiri juga dengan jumlah yang serupa.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan lipatan kulit seperti di ketiak, lutut, dan perut agar semuanya terkena air dengan merata. Teruskan mandi hingga seluruh tubuh bersih.

Sebelum keluar dari kamar mandi, ulangi wudhu sekali lagi seakan-akan hendak melaksanakan shalat.

Doa Setelah Mandi Wajib

Setelah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, rangkaian bersuci akan terasa lebih lengkap dengan diakhiri doa berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, buatlah aku termasuk di antara orang yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang selalu menjaga kesucian. ”

Walaupun tidak menjadi kewajiban, doa ini sangat dianjurkan sebagai penutup dalam proses bersuci. Makna doa ini sangat dalam, yaitu permohonan agar Allah menjadikan kita hamba yang selalu kembali kepada-Nya dan menjaga kesucian diri kita.

Menyambut bulan Ramadhan 2026 dengan kondisi fisik dan spiritual yang bersih adalah langkah terbaik sebelum memasuki bulan berkah ini. Semoga Allah Ta'ala menerima ibadah puasa kita.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS