Perayaan Imlek identik dengan tradisi berbagi angpau sebagai simbol keberuntungan. Namun, di era digital ini, para pelaku kejahatan siber justru memanfaatkan momen tersebut untuk menyebarkan "angpau maut" melalui tautan (link) palsu di aplikasi pesan instan.
Modus penipuan ini dirancang sangat rapi untuk mencuri data pribadi hingga menguras saldo rekening korban. Sebelum Anda tergiur mengeklik tautan hadiah yang masuk ke ponsel, sangat penting untuk mengenali ciri-ciri phishing agar terhindar dari kerugian finansial yang fatal.
1. Nama Domain Situs yang Mencurigakan
Ciri utama dari penipuan angpau digital adalah penggunaan nama situs web yang tidak resmi atau terlihat aneh. Para penipu sering kali menggunakan domain gratisan atau singkatan yang menyerupai nama instansi populer untuk mengelabui korban.
Jika tautan yang Anda terima tidak berasal dari domain resmi perbankan atau dompet digital yang sah, besar kemungkinan itu adalah jebakan untuk mencuri informasi akses perangkat Anda.
2. Meminta Data Sensitif Melalui Formulir Palsu
Waspadalah jika setelah mengeklik tautan, Anda diarahkan untuk mengisi formulir yang meminta data pribadi secara berlebihan, seperti NIK, tanggal lahir, hingga nama ibu kandung.
Platform pembagian angpau yang asli tidak akan pernah meminta informasi yang bersifat rahasia di luar aplikasi resminya. Data-data sensitif tersebut biasanya akan digunakan oleh pelaku untuk melakukan pengambilalihan akun atau transaksi ilegal tanpa sepengetahuan Anda.
3. Taktik Manipulasi Psikologis (Urgency)
Pesan penipuan sering kali disertai dengan kalimat yang mendesak, seperti "Klaim sekarang sebelum kuota habis!" atau "Hanya berlaku dalam 10 menit!". Tujuannya adalah agar Anda merasa panik dan terburu-buru mengeklik tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Manipulasi ini sangat efektif menjebak orang yang kurang waspada terhadap keamanan siber, terutama di tengah kegembiraan momen hari raya.
Keamanan siber di tangan Anda sendiri dimulai dari sikap skeptis terhadap pesan-pesan yang menawarkan hadiah gratis secara mendadak. Selalu lakukan cross-check melalui media sosial atau situs resmi perusahaan yang bersangkutan sebelum berinteraksi dengan tautan asing.
Mari jaga momen Imlek tahun ini tetap aman dengan menjadi pengguna internet yang cerdas dan waspada terhadap segala bentuk ancaman digital.
Baca Juga
-
Masih Nongkrong di Kafe Saat Rupiah Anjlok? Pikirkan Lagi, Ini Risikonya buat Anak Kos
-
Polemik Penutupan Prodi Tak Relevan: Efisiensi atau Kematian Ilmu?
-
Etika Publikasi 2026: Mengakhiri Tren Dosen Numpang Nama di Riset Mahasiswa
-
Lampu Kristal di Rumah Triplek: Analisis Mahasiswa IT soal Digitalisasi Pemerintah yang Rapuh
-
Strategi Sukses Lewati Macet Arus Balik 2026: Jangan Cuma Modal Google Maps!
Artikel Terkait
-
6 Shio Paling Hoki di Hari Imlek 17 Februari 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
Arti Kue Keranjang saat Imlek, Bukan Sekadar Hidangan Wajib
-
Libur Imlek, Ribuan Kendaraan Serbu Puncak
-
Bolehkah Muslim Menerima Hampers Imlek? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Islam
-
5 Film China Sambut Libur Imlek 2026, Ada Unexpected Family
News
-
Tak Sekadar Riding, Begundal War Wer Tunjukkan Sisi Positif Komunitas Motor
-
Generasi Peduli Iklim, Komunitas yang Ubah Keresahan Jadi Aksi Nyata
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
-
Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya
Terkini
-
Choi Sooyoung Diincar Bintangi Drama Baru Penulis Crash Course in Romance
-
WASTED CHEF, Film Anime Baru Garapan Sutradara Pompo Rilis Visual Misterius
-
5 OOTD Day Out Heo Nam Joon, Boyfriend Material Banget!
-
Menghindari Perangkap Thucydides: Alarm Xi Jinping untuk Trump
-
Review Serial It's Not Like That: Drama Keluarga dengan Sentuhan Iman