Sekar Anindyah Lamase | Yas Julia
Ilustrasi seseorang memegang kepala (Freepik/Yuri Arcurs)
Yas Julia

Hari pertama puasa sering kali menjadi momen yang paling menantang. Setelah berbulan-bulan tidak menahan lapar dan haus dari subuh hingga magrib, tubuh tentu butuh adaptasi.

Rasa lemas, pusing ringan, hingga sulit konsentrasi kerap muncul, terutama di siang hari. Meski begitu, kondisi ini sebenarnya wajar dan bisa diantisipasi dengan persiapan yang tepat.

Padahal, dengan persiapan yang tepat, puasa hari pertama bisa dilalui dengan lebih nyaman dan tetap produktif. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar tubuh tidak mudah drop saat menjalani puasa di hari pertama.

1. Jangan Asal Sahur, Perhatikan Komposisinya

ilustrasi sahur (freepik.com/freepik)

Sahur bukan sekadar formalitas supaya “niatnya kuat”, tapi benar-benar menjadi sumber energi utama sepanjang hari. Hindari sahur dengan makanan instan atau sekadar mi instan tanpa tambahan nutrisi lain.

Tubuh membutuhkan asupan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal yang dicerna lebih lambat sehingga energi bertahan lebih lama.

Lengkapi juga dengan protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe untuk membantu rasa kenyang lebih stabil. Sayur dan buah tak boleh ketinggalan karena kandungan seratnya membantu menjaga gula darah tetap seimbang. Jangan lupa minum air putih yang cukup agar tubuh tidak mudah dehidrasi saat siang hari.

2. Atur Pola Minum Sejak Malam Hari

Ilustrasi Makanan Sehat Seimbang. (dok. ist)

Banyak orang baru “kalap minum” saat sahur. Padahal, kebutuhan cairan sebaiknya dicicil sejak berbuka hingga menjelang tidur. Kamu bisa menerapkan pola 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Hindari terlalu banyak minuman berkafein seperti kopi atau teh kental karena bersifat diuretik dan bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Hari pertama puasa biasanya tubuh masih beradaptasi, jadi menjaga hidrasi adalah kunci agar tidak mudah lemas.

3. Kurangi Aktivitas Berat di Siang Hari

Ilustrasi aktivitas olahraga (Unsplash/Gabin vallet)

Kalau memungkinkan, hindari aktivitas fisik yang terlalu menguras tenaga di hari pertama. Bukan berarti harus bermalas-malasan, tapi cobalah mengatur ulang ritme kerja. Lakukan tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi di pagi hari saat energi masih cukup stabil.

Jika kamu bekerja atau beraktivitas di luar ruangan, manfaatkan waktu istirahat untuk duduk sejenak dan menenangkan diri. Paparan panas berlebih bisa mempercepat rasa lelah dan haus.

4. Tidur Cukup

Ilustrasi tidur (Freepik/gpointstudio)

Salah satu penyebab tubuh terasa lemas di hari pertama puasa adalah kurang tidur. Waktu istirahat terpotong karena harus bangun sahur. Untuk menyiasatinya, usahakan tidur lebih awal dari biasanya. Jika memungkinkan, sempatkan power nap 15–30 menit di siang hari agar tubuh kembali segar.

Kurang tidur bisa memengaruhi metabolisme dan membuat tubuh terasa lebih cepat lelah. Jadi, jangan remehkan kualitas istirahat selama Ramadan.

5. Siapkan Mental Sejak Awal

Ilustrasi agama dan kesehatan mental (pexels/ Thirdman)

Selain fisik, kondisi mental juga berperan besar. Jika sejak awal kamu sudah merasa pesimis dan berpikir akan lemas seharian, sugesti itu bisa benar-benar memengaruhi kondisi tubuh.

Sebaliknya, tanamkan niat dan pikiran positif bahwa kamu mampu menjalani puasa dengan baik. Hari pertama memang terasa berat, tetapi biasanya tubuh mulai beradaptasi setelah beberapa hari.

Puasa hari pertama bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling siap. Dengan pengaturan makan yang tepat, istirahat cukup, dan manajemen aktivitas yang bijak, rasa lemas bisa diminimalkan.

Jadi, alih-alih khawatir berlebihan, lebih baik siapkan strategi dari sekarang. Tubuh sehat, ibadah pun lebih khusyuk. Selamat menjalani puasa hari pertama dengan penuh semangat!

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS