Hayuning Ratri Hapsari | Rizka Utami Rahmi
Tips memilih hewan kurban (Freepix/jcomp)
Rizka Utami Rahmi

Menjelang Iduladha, kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban biasanya meningkat cukup tajam.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami cara memilih hewan kurban yang sehat, layak, dan sesuai syariat agar ibadah yang dijalankan sah serta memberikan manfaat maksimal.

Kementerian Pertanian juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat memilih hewan kurban.

Tidak hanya memperhatikan ukuran atau harga, kondisi kesehatan dan kelayakan hewan juga menjadi faktor utama yang wajib diperhatikan.

Melansir dari laman Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan BAZNAS, berikut enam tips memilih hewan kurban yang baik dan sesuai syariat Islam.

1. Pastikan Hewan Kurban yang Sesuai

Tips memilih hewan kurban (Freepix)

Dalam Islam, hewan yang diperbolehkan untuk kurban adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta.

Hewan-hewan tersebut memang telah ditetapkan sebagai hewan yang sah untuk ibadah kurban.

Karena itu, masyarakat perlu memastikan hewan yang dibeli benar-benar berasal dari jenis ternak yang diperbolehkan.

Selain sesuai syariat, hewan ternak juga umumnya telah melalui proses pemeliharaan khusus sehingga lebih layak untuk dikurbankan.

2. Pilih Hewan yang Cukup Umur

Usia hewan kurban menjadi salah satu syarat penting yang harus dipenuhi.

Kambing dan domba minimal berusia satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau minimal berusia dua tahun.

Cara paling mudah mengetahui umur hewan adalah melalui catatan kelahiran ternak dari pemilik.

Selain itu, usia hewan juga bisa dicek melalui kondisi giginya, yakni ketika dua gigi susu bagian depan sudah tanggal dan digantikan gigi tetap.

3. Pastikan Hewan dalam Kondisi Sehat

Tips memilih hewan kurban (Freepix)

Hewan kurban wajib berada dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Beberapa ciri hewan sehat di antaranya mata terlihat cerah, bulu bersih dan mengilap, nafsu makan baik, serta gerakannya lincah.

Calon pembeli juga perlu memperhatikan apakah ada tanda-tanda penyakit seperti diare, lemas, cairan berlebih dari hidung atau mulut, hingga bulu kusam.

Jika memungkinkan, mintalah Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti hewan telah diperiksa kesehatannya.

4. Hindari Hewan yang Cacat

Hewan kurban tidak boleh memiliki cacat fisik yang jelas. Misalnya buta sebelah, pincang, sakit parah, atau bagian tubuh tertentu terpotong secara signifikan.

Dalam syariat Islam, hewan dengan kondisi cacat berat tidak sah dijadikan hewan kurban. Karena itu, penting untuk memeriksa kondisi tubuh hewan secara menyeluruh sebelum membelinya.

5. Pilih Hewan yang Gemuk dan Tidak Kurus

Kondisi fisik hewan juga perlu menjadi perhatian utama. Pilihlah hewan yang memiliki tubuh berisi, nafsu makan baik, serta terlihat aktif dan sehat.

Hewan yang terlalu kurus biasanya menandakan adanya masalah kesehatan atau kurang perawatan. Hewan yang sehat dan gemuk juga menghasilkan kualitas daging yang lebih baik.

Selain itu, hewan kurban sebaiknya jantan dengan tetap memperhatikan beberapa aspek seperti tidak dikebiri dan buah zakar lengkap dengan bentuk dan letak yang simetris.

6. Beli di Tempat Penjualan Resmi dan Bersih

Lokasi membeli hewan kurban juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Sebaiknya pilih tempat penjualan resmi atau peternak terpercaya yang mendapat pengawasan dari dinas terkait.

Hindari membeli hewan yang dipelihara di area dekat tempat pembuangan sampah atau lingkungan kotor.

Lingkungan yang bersih dan jauh dari polusi dapat membantu menjaga kesehatan hewan serta mengurangi risiko hewan terpapar zat berbahaya.

Dengan memperhatikan berbagai hal tersebut, masyarakat diharapkan dapat memilih hewan kurban yang terbaik.

Jangan sampai niat ibadah kita untuk berkurban harus terhalang karena hewan kurban yang dipilih tak sesuai dengan syariat.