Bunga telang (Clitoria ternatea) menjadi salah satu tanaman hias yang paling diminati. Warna biru pekatnya seolah menghibur mata siapa pun yang memandangnya. Selain menjadi pemanis halaman rumah, ternyata tanaman ini juga menyimpan sederet manfaat bagi kesehatan.
Dilansir Healthline, bunga telang memiliki kandungan antioksidan yang melimpah. Hal ini menjadikannya mampu membantu menjaga berat badan, mengatur gula darah, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan, tanaman asal Pulau Ternate ini juga dipercaya mampu menjaga kesehatan rambut dan kulit.
Kabar baiknya, tanaman merambat ini sangat mudah ditemukan di pekarangan rumah. Meski kerap tumbuh liar, bunga telang tetap dapat dibudidayakan dengan gampang. Berikut 5 langkah mudah menanam bunga telang untuk pemula:
1. Pilih dan Rendam Benih Berkualitas
Benih bunga telang dapat dibeli di toko pertanian, umumnya dijual dalam kemasan dengan harga di bawah Rp15.000. Selain membeli yang siap semai, kamu juga bisa memperolehnya langsung dari polong tanaman telang yang sudah tua.
Sebelum dipindahkan ke media tanam, benih perlu direndam di dalam air selama lima menit. Benih yang tenggelam menandakan kualitasnya baik. Sebaliknya, benih yang mengapung menandakan kualitas yang kurang baik sehingga sebaiknya dipisahkan.
Setelah dipisahkan, benih berkualitas perlu direndam ulang selama 3–12 jam. Tujuannya agar kulit benih melunak sehingga tunas dapat tumbuh lebih cepat.
2. Siapkan Media Tanam yang Gembur
Dilansir laman resmi Pemerintah Desa Bandongan, disarankan menggunakan tanah gembur untuk menanam bunga telang. Media tanam ini sebaiknya mengandung campuran pasir dan tanah liat yang sesuai agar air dapat terserap dengan baik tanpa menggenang atau mengalir begitu saja.
Selain tanah, media tanam juga perlu dicampur kompos dan sekam bakar dengan perbandingan umum 2:1:1 (dua bagian tanah, satu bagian pupuk kompos, dan satu bagian sekam bakar).
Kamu bisa menggunakan pot khusus atau polybag kecil untuk menyemai tanaman telang. Caranya cukup mudah: tanam benih dengan kedalaman sekitar 1–2 cm. Kedalaman ini membuatnya dapat tumbuh optimal sekaligus mencegah benih hanyut ketika disiram.
3. Coba Metode Stek Batang untuk Hasil Lebih Cepat
Tidak selalu dari benih, bunga telang juga mampu diperbanyak dengan cara vegetatif. Salah satu metode yang paling praktis adalah stek batang. Jika menggunakan cara ini, tanaman telang umumnya dapat tumbuh dan berbunga lebih cepat.
Untuk melakukannya, siapkan batang bunga telang dengan panjang sekitar 15 cm. Sebelum ditancapkan ke tanah, disarankan untuk mengolesi ujung potongan batang dengan cairan bawang merah atau perangsang pertumbuhan akar. Setelah itu, letakkan tanaman di tempat teduh yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
4. Lakukan Penyiraman dan Pemupukan Secara Berkala
Penyiraman bunga telang dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika cuaca sedang panas dan tanahnya cepat kering, tanaman merambat ini dapat disiram hingga dua kali sehari. Lakukan pada pagi dan/atau sore hari ketika sinar matahari tidak lagi terik.
Sementara itu, pemupukan dapat dilakukan dengan jarak dua hingga empat pekan sekali. Ada banyak jenis pupuk yang beredar di pasaran, seperti pupuk kompos, pupuk cair, atau pupuk organik lainnya yang bisa dipilih atau dikombinasikan sesuai kebutuhan.
5. Panen dan Keringkan Bunga untuk Disimpan
Saat memasuki usia sekitar dua bulan, tanaman telang biasanya mulai berbunga. Jika dirawat dengan baik, tanaman ini dapat menghasilkan bunga hampir setiap hari dengan jumlah mencapai puluhan kelopak dalam satu pohon.
Agar lebih awet setelah dipetik, bunga telang dapat dijemur di bawah sinar matahari atau diangin-anginkan. Jika cuaca sedang cerah, proses pengeringan dapat berlangsung selama dua hingga tiga hari. Namun, waktu pengeringan akan memakan waktu lebih lama apabila cuaca sedang mendung.
Melihat segudang potensi dan manfaat yang ditawarkan, sayang rasanya jika bunga telang hanya dibiarkan tumbuh liar begitu saja. Terlebih lagi, tanaman ini tidak rewel dan perawatannya sangat cocok bagi pemula yang baru ingin mulai berkebun di rumah.
Baca Juga
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Jangan Langsung Dibuang! 5 Sampah Dapur Ini Bisa Menyuburkan Tanaman
-
7 Ide Kreatif Sulap Barang Bekas Jadi Pot Tanaman Cantik, Wajib Coba!
-
Membaca dan Melawan Overthinking: Pikiran yang Bikin Khawatir
-
Nggak Cuma Plastik! 7 Daun Ini Bisa untuk Membungkus Masakan
Artikel Terkait
-
Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation
-
Dari Laut Sulawesi untuk Dunia: Perjalanan Rumput Laut Indonesia Menuju Material Masa Depan
-
Sungai Batanghari Terdampak Kemarau, Ribuan Ton Ikan Keramba Mati
-
Cuaca Tak Menentu Jadi Momok Petani Rumput Laut Nunukan
-
Rahasia Berkebun di Tengah Kota, Belajar dari Tani Kota Sejati-58 Kebagusan
Lifestyle
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier
-
Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam