M. Reza Sulaiman | Desyta Rina Marta Guritno
Ilustrasi Pasangan yang Menikah (Pixabay/olcay ertem)
Desyta Rina Marta Guritno

Saat menyusun anggaran pernikahan, kebanyakan pasangan fokus pada biaya besar seperti sewa gedung, katering, dekorasi, hingga baju pengantin. Padahal, sebenarnya ada banyak pengeluaran kecil yang tanpa kita sadari bisa membuat total biaya membengkak.

Agar keuangan tetap terkendali, penting untuk mengetahui dan mengendalikan pengeluaran-pengeluaran kecil ini sejak awal. Dengan begitu, kamu dan pasangan bisa menyusun anggaran yang lebih tepat dan akurat.

Apa saja pengeluaran kecil tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

1. Biaya Transportasi

Bolak-balik menemui vendor, survei gedung, mencetak undangan, hingga mengurus dokumen membutuhkan biaya transportasi. Nominalnya mungkin tidak terasa setiap perjalanan, tapi jika dilakukan berkali-kali, totalnya bisa cukup besar.

Anggaran untuk transportasi ini jarang sekali masuk daftar biaya yang harus disiapkan sebelum menikah, padahal jika tidak disiapkan bisa jadi 'biaya kejutan'. Apalagi, jika jarak yang ditempuh cukup jauh.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu dan pasangan menganggarkan biaya untuk transportasi agar tidak mengganggu anggaran yang lain, kamu pun bisa bepergian dengan lebih tenang karena sudah ada biaya yang disisihkan.

2. Biaya Makan dan Minum

Saat sedang mempersiapkan pernikahan, kamu dan pasangan pasti membutuhkan makan dan minum, entah untuk diri sendiri atau vendor (saat meeting).

Anggaran untuk hal ini juga jarang dimasukkan ke dalam rencana, padahal hal tersebut bakal sering dilakukan selama masa persiapan dan nominalnya secara tidak sadar cenderung besar, apalagi tidak hanya untuk 2 orang.

3. Cetak Ulang Dokumen

Kesalahan penulisan nama, perubahan jadwal, atau revisi data bisa membuat kamu dan pasangan harus mencetak ulang dokumen, undangan, maupun berbagai berkas lainnya yang otomatis akan menambah biaya pengeluaran.

4. Biaya Pengiriman Barang

Saat ini banyak pasangan memesan perlengkapan pernikahan secara online, mulai dari souvenir, undangan, juga hantaran. Ongkos kirim atau ongkir dari beberapa toko ini biasanya cukup besar dan menguras dana.

5. Tip

Tip atau uang terima kasih perlu kamu anggarkan karena jumlahnya cukup banyak. Dalam persiapan acara pernikahan, dana tip untuk petugas parkir, pengantar barang, kru dekorasi, atau pihak lain yang membantu selama acara akan dibutuhkan. Meski bersifat sukarela, sebaiknya tetap dimasukkan ke dalam perencanaan biaya.

6. Tambahan

Meskipun sudah dirancang sejak awal, bukan berarti biaya tersebut sudah seratus persen benar. Mendekati hari-H biasanya akan ada tambahan-tambahan yang akan membutuhkan banyak dana.

Misalnya, awalnya hanya ingin membeli satu atau dua hiasan pelengkap dekorasi. Namun, karena tergoda tren atau promo, tanpa sadar jumlah barang yang dibeli semakin banyak dan akhirnya melebihi anggaran.

7. Belanja karena Stres Mengurus Pernikahan

Proses persiapan pernikahan sering kali melelahkan. Tidak sedikit pasangan yang akan lebih sering belanja sebagai bentuk self-reward. Jika dilakukan terus-menerus, pengeluaran ini bisa cukup banyak dan akhirnya patut diperhitungkan.

8. Biaya Administrasi

Dalam kebutuhan mengurus berkas atau mengirim uang, beberapa kasus kita akan menemui biaya administrasi. Pada umumnya, nominal biaya admin ini memang kecil, tetapi tetap perlu diperhitungkan.

Nah, itu tadi beberapa biaya kecil yang tanpa disadari bisa membuat rencana anggaran pernikahan membengkak.

Merencanakan anggaran biaya pernikahan bukan hanya soal menyiapkan yang besar saja, tapi juga mengantisipasi pengeluaran kecil yang sering luput dari perhatian.

Dengan membuat rencana anggaran yang matang di awal, berapapun uang yang dibutuhkan, kamu dan pasangan bisa mengelolanya dengan lebih baik dan mengurangi risiko pembengkakan biaya yang membuat keuanganmu berantakan di tengah jalan.