Setelah keramas, kamu biasanya memilih membiarkan rambut kering sendiri atau langsung menggunakan hair dryer?
Bagi sebagian orang, air-dry atau mengeringkan rambut secara alami dianggap lebih aman karena rambut tidak terkena panas, sedangkan hair dryer sering dianggap sebagai penyebab rambut menjadi kering, kasar, dan mudah patah.
Namun, benarkah membiarkan rambut kering sendiri selalu menjadi pilihan yang lebih baik?
Air-dry Minim Paparan Panas
Membiarkan rambut mengering secara alami dapat menjadi pilihan ketika kamu tidak sedang terburu-buru, terutama karena cara ini membuat rambut terhindar dari paparan panas langsung.
American Academy of Dermatology Association (AAD) menyarankan bahwa mengeringkan rambut secara alami dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat penggunaan alat panas.
Meski begitu, bukan berarti rambut yang dibiarkan kering sendiri otomatis terbebas dari risiko kerusakan.
Rambut dalam keadaan basah justru membutuhkan perlakuan yang lebih lembut karena lebih mudah mengalami kerusakan ketika terlalu sering disisir, ditarik, atau digosok dengan kasar menggunakan handuk.
Karena itu, setelah keramas sebaiknya hindari kebiasaan menggosok rambut dengan handuk secara kuat hanya untuk membuatnya cepat kering.
AAD juga menyarankan rambut dibungkus menggunakan handuk untuk menyerap air, kemudian dibiarkan mengering secara alami. Cara tersebut dapat membantu mengurangi gesekan yang berlebihan pada batang rambut.
Hair dryer Bukan Berarti Harus Dihindari
Buat kamu yang tidak betah dengan rambut basah, penggunaan hair dryer sebenarnya tetap bisa dilakukan selama digunakan dengan cara yang tepat. Halodoc menjelaskan bahwa suhu yang terlalu panas dapat membuat rambut lebih mudah mengalami kerusakan, sehingga pengaturan suhu dan jarak penggunaan menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Dermatology juga menunjukkan bahwa tingkat kerusakan permukaan rambut berkaitan dengan suhu yang digunakan saat mengeringkan rambut.
Semakin tinggi suhu, semakin besar pula kerusakan yang dapat terjadi. Sehingga, penggunaan hair dryer dari jarak sekitar 15 sentimeter sambil terus digerakkan dalam penelitian tersebut menghasilkan kerusakan yang lebih rendah.
Artinya, masalahnya bukan sekadar menggunakan hair dryer, tetapi bagaimana alat tersebut digunakan.
Jadi, Mana yang Lebih Aman?
Jika tujuan utamanya adalah mengurangi paparan panas, air-dry dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana dan direkomendasikan.
Namun, ketika kamu membutuhkan rambut cepat kering, hair dryer tetap bisa digunakan asal memperhatikan cara pemakaiannya: gunakan suhu yang rendah, menjaga jarak sekitar 15-20 sentimeter, serta terus menggerakkan alat agar panas tidak terkonsentrasi terlalu lama pada satu bagian rambut
Untuk menjaga kondisi rambut tetap sehat, halodoc menyarankan penggunaan hair dryer sebaiknya diimbangi dengan perawatan rutin, seperti memakai kondisioner dan masker rambut secara berkala, agar kelembapan dan kesehatan tetap terjaga.
Baca Juga
-
Nadin Amizah dan Fiersa Besari Buka Suara soal Polemik Juicy Luicy!
-
Punya Kulit Sawo Matang? Ini 5 Lip Matte yang Bikin Wajah Makin Fresh
-
4 Rekomendasi Tas Siaga Bencana, Biar Aman Saat Situasi Darurat!
-
Huawei FreeBuds 7 Resmi Meluncur, Bawa Fitur ANC AI Baterai Tahan 42 Jam
-
Mulai Babak Baru! Putri Leonor Kembali Kuliah Usai 3 Tahun Sekolah Militer
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat
Terkini
-
Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja
-
Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural
-
The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu
-
Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?