Puluhan masyarakat Down Town, Sao Paulo, mendukung Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 menggantikan Qatar. Mereka meneriakkan Indonesia number one.
Mereka merasakan perhelatan Piala Dunia menimbulkan semangat nasionalis baru di negerinya sehingga mereka pun mendukung kami dalam berkampanye menjadi rumah Piala Dunia 2022. Mereka berharap agar FIFA membuka bidding ulang pelaksanaan Piala Dunia untuk tahun 2022.
Sebagian masyarakat di sini pernah berwisata atau berkunjung ke Indonesia. Mereka mengatakan betah tinggal di Indonesia. Indonesia memiliki masyarakat yang ramah, makanan ragam kebudayaan yang menarik, pariwisata yang menakjubkan, makanan yang khas.
“Kami merasa Indonesia pantas menjadi tuan rumah piala dunia untuk tahun 2022,” ujar mereka.
Terjawab sudah dukungan rakyat Brasil untuk Indonesia menjadi tuna rumah perhelatan akbar sepak bola. Saat kami berada di Kedutaan Besar Brasil di Jakarta, kami bertemu keluarga yang berasal dari Brasil. Mereka sudah 10 tahun di Indonesia dan tidak pernah kembali ke Brasil.
“Kami merasa bangga tinggal di Indonesia, Indonesia adalah surga bagi kami,” katanya.
Ternyata ucapannya bukan sekedar omong kosong, tiap kami kami berjumpa masyarakat Brasil yang pernah datang ke Indonesia, mereka berkata demikian.
Perhelatan akbar ini menimbulkan rasa nasionalis bagi mereka karena mereka merasa bangga terhadap negaranya yang mampu menyelenggarakannya.
"Kami berkumpul, kami bersama-sama menyaksikan semangat pemain kami (Timnas Brasil) untuk memperjuangkan keharuman negara kami," katanya.
Masyarakat Brasil banyak yang tak bisa berbahasa Inggris
Ternyata, masyarakat Brasil tak banyak yang bisa berbahasa Inggris. Bahasa sehari-hari mereka adalah Bahasa Portugal. Masyarakat di sini tingkat percaya dirinya tinggi. Mereka bangga dengan bahasa mereka. Ini merupakan contoh kecil yang harus diketahui oleh bangsa Indonesia.
Masyarakat Indonesia bangga bisa bahasa Inggris. Padahal bahasa Inggris tidak menjadi keharusan untuk masyarakat di sini. Mereka lebih mengedepankan pekerjaan bukan soal bahasa. Mereka mandiri untuk membangun negara.
Indonesia terlalu terbuka dengan negara luar, sementara Brasil cenderung menutup diri.
Bisa dikatakan Indonesia siap untuk dijajah negara asing, dari hal kecil, yakni bahasa. Kelebihan masyarakat Brasil dengan Indonesia adalah Brasil memiliki kemandirian yang tinggi dan memiliki kemauan dan optimis yang tinggi.
Sejak pukul 4.00 pagi mereka sudah keluar untuk bekerja.
Dikirim oleh Aprohan Saputra, Sao Paulo Brasil
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Tag
Baca Juga
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel
Artikel Terkait
News
-
Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis
-
Bukan Sekadar Objek Politik: Saatnya Anak Muda Jadi Mitra Strategis Kawal Isu Daerah
-
IHR: Perebutan Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
Terkini
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel