Cantik. Sebuah kata yang sangat disenangi oleh para perempuan. Cantik biasanya dipandang secara fisik mulai dari wajah, bentuk tubuh, dan ukuran tubuh. Namun, pandangan cantik ternyata tak hanya sebatas cantik wajah, bentuk tubuh, atau ukuran tubuh, tetapi cantik bisa tercermin dari lingkungan tempat tinggal dan adat istiadat atau tradisi.
Salah satunya, Suku Kayan yang percaya bahwa perempuan yang cantik adalah yang memiliki leher panjang.
Suku Kayan adalah suku terasing yang dapat temui di pedalaman Myanmar, di perbatasan antara Burma dan Thailand. Kaum perempuan Suku Kayan ini mengenakan banyak kalung berbentuk cincin di lehernya dengan berbahan logam berwarna keemasan hingga membuat leher mereka panjang dan membuat mereka dijuluki sebagai perempuan jerapah.
Hal ini merupakan sebuah tradisi unik dari suku Kayan yang dilakukan secara turun-temurun. Pemasangan cincin pertama dilakukan pada usia sekitar lima tahun. Setiap tahunnya, cincin-cincin tersebut akan bertambah sampai mereka lanjut usia dan kalung ini hanya boleh dilepas pada saat perempan tersebut menikah, bersalin, melahirkan, dan meninggal dunia.
Pemakaian kalung pada leher perempuan Suku Kayan ini mereka rasakan sama seperti perempuan normal lainnya, yang tidak membuat mereka terasa sesak nafas, dan tidak mengganggu aktivitas keseharian mereka mulai dari memasak sampai menenun.
Tradisi ini tentunya membuat takjub banyak orang yang baru mengetahui hal ini, bahkan bertemu langsung dengan perempuan 'jerapah' asal Suku Kayan ini.
Dikirim oleh Vivi Junior, The London School Of Public Relation Jakarta
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Baca Juga
-
Cup Plastik di Meja Anda: Boleh Ditinggal atau Harus Dibuang Sendiri?
-
Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat
-
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes
-
Dendam di Era Digital: Bagaimana Cape Fear Menggambarkan Hancurnya Reputasi dengan Satu Unggahan
-
Dolar AS Menguat, Haruskah Kita Mulai Mengencangkan Ikat Pinggang Sekarang?
Artikel Terkait
News
-
Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat
-
Dolar AS Menguat, Haruskah Kita Mulai Mengencangkan Ikat Pinggang Sekarang?
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
Terkini
-
Cup Plastik di Meja Anda: Boleh Ditinggal atau Harus Dibuang Sendiri?
-
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes
-
Dendam di Era Digital: Bagaimana Cape Fear Menggambarkan Hancurnya Reputasi dengan Satu Unggahan
-
Runtuhnya Republik Marilah Cerita Sebelum Fajar Tiba
-
Misteri Lagu Favorit: Mengapa Kita Tidak Pernah Bosan Memutar Musik yang Sama?