Disabilitas sering dianggap sebagai kekurangan oleh orang-orang. Dalam dunia ekonomi menjadi seseorang disabilitas memiliki efek atau dampak terhadap keadaan finansial orang tersebut, salah satunya dalam mencari pekerjaan di mana mayoritas pekerjaan di dunia ini yang mewajibkan standar kesehatan fisik.
Kali ini pemerintah DKI Jakarta telah menerbitkan kartu penyandang disabilitas Jakarta (KPDJ) di mana kartu ini dinilai sangat berguna bagi para penyandang disabilitas. Kartu ini diterbitkan oleh Pemprov DKI Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2019 di GOR matraman
Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta membagikan secara resmi kepada warga-warga yang datang. Kartu dibagikan kepada 7.137 warga dari target 14 ribu kartu. Dikatakan bahwa para penyandang disabilitas dapat menghubungi 1500 351 untuk informasi tentang KPDJ dengan layanan call center 24 jam.
Dijelaskan oleh Herry Djufraini selaku sekretaris Bank DKI bahwa Kartu penyandang disabilitas Jakarta ini memiliki banyak kegunaan yaitu; naik transjakarta gratis di 13 koridor, pangan bersubsidi (beras, daging, ayam, ikan dan telur), dan juga menjadi anggota JakGrosir. Tidak hanya itu kartu tersebut juga dapat digunakan sebagai kartu debit ATM bank DKI.
Kartu ini memberikan dana sebesar Rp300.000 perbulan dan juga pemerintah DKI Jakarta telah menyiapkan dana sebesar Rp25 miliar untuk program tersebut. Pemprov DKI Jakarta mengharapkan yang terbaik bagi para penyandang disabilitas dan mengharapkan KPDJ dapat membantu kebutuhan khusus bagi para penyandang disabilitas.
Telah dilakukan wawancara di daerah Jakarta Selatan, menanyakan mengenai pendapat para warga mengenai KPDJ dan juga efek yang didapat setelah menggunakan KPDJ. Salah satu warga DKI Jakarta bernama pak Warsito mengatakan bahwa kartu ini menjadi berkat bagi para difabel dan pak Warsito sangat menyetujui program ini dan mendukung penuh pemerintah untuk mengembangkan program ini.
Beliau juga berterima kasih kepada pak Anies Baswedan yang telah menyelanggarakan program KPDJ karena keponakannya merupakan difabel. Pak Warsito juga mendoakan kelancaran dalam penggunaan kartu ini dan ingin agar Gubernur DKI Jakarta selanjutnya untuk tetap menjalani program ini agar para penyandang disabilitas dapat menikmati program ini untuk kebutuhan khusus mereka, dan Beliau juga telah menyetujui untuk digunakan namanya dalam artikel ini.
Warga kedua yang diwawancara mengenai KPDJ bernama bu Rosa di mana bu Rosa sangat menyukai dan menyetujui program ini. Ibu Rosa tekankan dalam wawancara yang dilakukan adalah seharusnya program KPDJ ini dijalankan dari dulu di mana seharusnya Pemprov DKI sudah memerhatikan untuk hak dari para penyandang disabilitas, Ibu Rosa menyayangkan hal tersebut sudah seharusnya dilaksanakan sejak dahulu. Ibu Rosa mengharapkan program ini dapat terus berjalan. Ibu Rosa menyetujui untuk digunakan namanya dalam artikel ini.
Dari sekian warga yang telah diwawancara semua telah menyetujui untuk dilanjutkannya program KPDJ ini, dan semua menginginkan untuk program ini tetap dilanjutkan untuk masa yang akan datang. Tetapi masih banyak tantangan bagi Pemprov DKI Jakarta, banyak penyandang disabilitas yang terlantar di luar sana dan tidak memiliki informasi mengenai KPDJ ini dan yang diharapkan adalah kelancaran dari program ini.
Pengirim: Tasha Marbella / Mahasiswi London School Public Relations Jakarta
Email: tasha.marbella@yahoo.com
Baca Juga
-
Review Novel Satine: Realitas Pahit Menjadi Budak Korporat di Jakarta
-
Jangan Baca Pesan Terakhirku
-
Review Film Marty Supreme: Perjalanan Gelap Seorang Underdog yang Ambisius!
-
Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun
-
Tips PDKT Lewat Gelas: Anime Botan Kamiina Siap Bikin Kamu "Mabuk" Cinta di April 2026!
Artikel Terkait
-
Penyandang Disabilitas Mengakses Dunia Kerja Masihkah Menjadi Minoritas?
-
Kisah Pria Disabilitas Mental Rawat Ibu yang berusia 90 Tahun, Bikin Haru
-
Sudah Pedulikah Kita Akan Adanya Lembaga Disabilitas?
-
Kurangnya Kesadaran Masyarakat terhadap Akses Fasilitas Umum Disabilitas
-
32 Difabel Bandung yang Diusir Kemarin, Masih Tidur di Jalanan
News
-
Dilema Midnight Sale Jelang Lebaran: Pilih Tidur Nyenyak atau Checkout Seragam Keluarga Estetik?
-
Opornya Hangat, Tapi Kok Hati Dingin? Rahasia di Balik Rasa Hampa Saat Bulan Suci
-
Seni Memilah Prioritas di Buku Mencari Intisari Karya Sherly Annavita
-
Kisah Kolaborasi Mengejutkan: Pramuka dan Kophi Jateng Satukan Kekuatan Jaga Lingkungan
-
Paket Menumpuk, Kurir Kewalahan: Wajah Lain Ramadan Jelang Lebaran
Terkini
-
Review Novel Satine: Realitas Pahit Menjadi Budak Korporat di Jakarta
-
Jangan Baca Pesan Terakhirku
-
Review Film Marty Supreme: Perjalanan Gelap Seorang Underdog yang Ambisius!
-
Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun
-
Tips PDKT Lewat Gelas: Anime Botan Kamiina Siap Bikin Kamu "Mabuk" Cinta di April 2026!