Limbah atau sampah yang dibuang secara sembarangan akan membawa dampak yang tidak baik bagi manusia. Tumpukan sampah tersebut jika dibiarkan dapat menimbulkan pencemaran, penyakit serta polusi, baik polusi air maupun polusi tanah.
Permasalahan sampah bisa dikurangi jika penanganannya dimulai dari rumah ke rumah dengan cara mengolahnya menjadi pupuk. Pupuk organika dalah pupuk yang berasal dari sisa-sisa tanaman, hewan dan manusia dan sebagainnya yang telah melalui proses dekomposisi.
Pupuk kompos adalah pupuk yang berasal dari tanaman atau sisa-sisa sayuran dan buahan yang terdekomposisi dan teurai sempurna.
Jika Anda ingin menerapkan atau membuat pertanian organik sendiri di rumah, Anda dapat menggunakan pupuk ini sebagai nutrisi bagi tanaman. Kita tahu sayuran atau buah-buahan organik lebih sehat jika dibandingkan dengan membeli sayuran atau buah-buahan di pasaran karena roduk pertanian organik bebas dari kontaminasi bahan-bahan kimia aktif dari pemberian pestisida
Pupuk kompos sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu tidak ada salahnya membuat pupuk kompos sendiri di rumah.
Caranya sangat mudah, dengan bahan utama berupa sampah dapur. Sampah dapur yang cepat busuk berasal dari bahan-bahan organik misalnya sayur dan buah.
Kedua jenis sampah ini mudah terurai sehingga dapat menjadi bahan baku pembuatan pupuk kompos. Tentu saja kalian bisa membuat pupuk ini di rumah dengan mudah.
SImak penjelasan berikut ini:
1. Mengumpulkan dan memlih sampah dapur organik
Pertama yang harus di lakukan adalah mengumpulkan jenis sampah yang berbeda pada masing-masing tempat sampah. Oleh karna itu kamu harus memiliki beberapa tempat sampah agar mudah mengkategorikannya. Dengan begitu sampah organik seperti sayuran dan buah akan terkumpul pada satu wadah.
Selanjutnya cincang sampah tersebut menjadi potongan yang lebih kecil agar lebih mudah terurai, semakin kecil potonganya akan semakin cepat proses penguraian (dekomposisi) terjadi.
2. Menyiapkan wadah pengomposan
Wadah pengomposan dapat mengguakan baskom, drum, atau pun dapat membuat kotak-kotak di tanah jikalau kamu memiliki perkarangan yang luas.
Jika kamu memilih membuat wadah di tanah sebaiknya di alasi dengan plastik atau bisa menggunakan apapun sebagai alas agar tidak langsung menyentuk tanah.
Jangan lupa menutup bagian atas nya agar mempercepat proses pengomposan atau dekomposisi.
3. Pembuatan kompos
Masukan semua cincangan sayuran atau buah-buahan ke dalam wadah yang telah di siapkan, kamu juga dapat menambahkan pupuk kandang atau kotoran ternak untuk mempermudah proses penguraian.
Untuk mempercepat proses dekomposisi atau penguraian dapat di tambahkan Bioaktivator EM-4, dalam membuat larutan bioaktivator sebaiknya di campur terlebih dahulu dengan larutan gula merah dengan dosis 10 ml EM-4 dicampur dengan larutan 50 gram gula merah untuk 1 liter air.
Hal ini bertujuan untuk mempercepat perkembangbiakan mikroorganisme, sehingga proses dekomposisi lebih cepat terjadi. Kemudian tutup bagian atas wadah agar suhu terjaga konstan. Buka dan aduk atau bolak-balik setiap 2 minggu sekali, kemudian jangan lupa di tutup kembali.
4. Kompos siap di gunakan
Setelah memasuki minggu ke-6 maka pupuk kompos siap di gunakan. dengan memastikan bahwa sampah tersebut tidak lagi memiliki bau busuk yang menyengat, tetapi lebih berbau tanah.
Warna pupuk kompos pun akan menjadi coklat kehitaman dengan tekstruk yang telah terurai dengan sempurna. Kompos yang sudah matang bisa langsung kamu kemas ke dalam plastik agar tahan lama. Kalau mau langsung digunakan juga bisa.
Campur rata tanah atau media tanah dengan pupuk kompos. Tanamanmu pun akan tumbuh dengan optimal.
Sangat mudah bukan cara membuatnya? Selamat mencoba!
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Jangan Langsung Dibuang! 5 Sampah Dapur Ini Bisa Menyuburkan Tanaman
-
Mengayuh Inspirasi ke Sekolah: Konsistensi Guru Matematika dalam Gaya Hidup Bike to Work
-
Petrokimia Gresik Pastikan Pasokan Gas untuk Produksi Pupuk Aman Hingga 2035
-
Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%
-
Melihat Tempat Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur
News
-
Polusi Udara Level 'Aman' Tetap Berisiko Bagi Kesehatan, Apa Dampaknya?
-
Bahlil Lahadalia Ingin Bertemu Sosok di Balik Lagu MBG yang viral, Ada Apa?
-
Mikroplastik Ada pada Plasenta Manusia, Gaya Hidup Less Waste Kian Penting?
-
Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Cetak Rekor Terendah Sepanjang Sejarah
-
Prambanan Tak Hanya soal Candi, Sun Flower Angel Tawarkan Nuansa Fantasi!
Terkini
-
Harga Rp12 Jutaan, Xiaomi 17T Pro Masih Layak Disebut Flagship Killer?
-
Unik dan Modis! 4 Rekomendasi Tabi Shoes Brand Lokal yang Wajib Dilirik
-
Anti-Boring! 4 OOTD Modern Edgy Classic ala Sooin MEOVV yang Mudah Disontek
-
Manifesto Lingkungan Hidup Emang Keren tapi Kalah Sakti dari Ketegasan Emak
-
Hemat dan Ramah Lingkungan, Biasakan 'Repair First' sebelum Membeli Baru