Sampai saat ini sebanyak 10 (sepuluh) pasar tradisional sudah menggunakan sistem online saat berbelanja. Sepuluh Pasar ini yakni Pasar Bahaur, Pasar Blok R, Pasar Sari Mulya, Pasar Baru Palingkau, Pasar Mandomai, Pasar Rabu Anjir, Pasar Anjir Km.10, Pasar Senin Lupak, Pasar Jumat Maliku Serta Pasar Patanak Handep Hapakat.
Hal ini diungkapkan Agus Heru Susanto selaku Asisten Manager Pemasaran Mikro BRI Cabang Kuala Kapuas. Agus Heru Susanto mengaku hal ini merupakan program dari Bank BRI untuk menciptakan ekosistem pasar dan sekaligus untuk meminimalisir keramaian serta mendukung penerapan social distancing dan physical distancing.
"Kami memastikan masyarakat tetap di rumah", tegas Agus Heru Susanto, Sabtu (11/07/2020). "Namun tetap dapat membeli kebutuhan pokok", lanjutnya.
Ia menjelaskan, BRI telah merancang sistem belanja online bernama Web Pasar BRI. Dengan Web Pasar BRI, masyarakat tidak perlu berbondong-bondong datang ke pasar, apalagi memborong sembako. Kebutuhan pokok tetap tersedia dan dapat dibeli hanya dengan Web Pasar BRI.
Agus Heru Susanto menjelaskan tentang cara penggunaan Web Pasar Bahaur,"Saya contohkan untuk belanja di Pasar Bahaur, pembeli cukup mengakses google, kemudian mengetik Https://s.id/pasarbahaur, pembeli dapat langsung berbelanja di Pasar Bahaur."
"Mengenai pembayaran, dapat dilakukan melalui aplikasi BRImo dari smartphone pembeli", tambahnya lagi.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Pramono Anung Mau Sulap 153 Pasar Jakarta Jadi Destinasi Global
-
Frekuensi Transaksi Harian BEI Pecah Rekor Pekan Ini
-
Pedagang Pasar Bilang Harga MinyaKita Tak Pernah Rp 15.700/Liter
News
-
Puasa Perut Sudah, Kapan Puasa Belanja? Yuk, Kenalan sama Mindful Spending
-
Tren Viral Transisi Imam Tarawih di TikTok: Syiar atau Riya?
-
Fenomena OOTD Lebaran: Ekspresi Diri atau Budaya Pamer?
-
Polemik Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP: Adilkah
-
Work-Life Balance Saat Ramadan: Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Makna