Pandemi tidak menyurutkan niat mahasiswa UMM untuk tetap melakukan program pengabdian pada masyarakat, salah satunya yang dilakukan oleh kelompok yang tergabung dalam nomor urut 28. dengan mengusung judul "Edukasi dalam rangaka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta pendampingan ekonomi kreatif di Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang."
Sesuai judul tersebut yang menjadi fokus dari program ini yaitu membantu penanganan covid serta membantu para UKM Keramik Dinoyo dalam melakukan promosi produk adapun kegiatan promosi ya dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti pembuatan website serta menggunakan media brosur.
Seperti yang kita ketahui bahwa Kelurahan Dinoyo menjadi sentra industri keramik sejak tahun 1930-an namun lambat laun minat terhadap kerajinan keramik dinoyo mulai menurun seiring dengan berkembangnya zaman karna semakin ketatnya persaingan di industri keramik ini. Namun, hal ini tidak mengurangi semangat para pengrajin untuk tetap melestarikan produk keramik, karena sebagian besar masyarakatnya menjadikan kerajinan keramik sebagai mata pencaharian utama kurang lebih terdapat 26 anggota dalam paguyuban, selain itu juga industri keramik dinoyo ini merupakan satu-satunya yang ada di Kota Malang sehingga perlu dilestarikan dan jangan sampai tergerus zaman.
Oleh karena itu hal tersebut menjadi alasan Mahasiswa UMM tergerak untuk membantu para UKM melakukan promosi produk para UKM agar tetap bertahan ditengah persaingan global, apalagi dengan situasi pandemi seperti saat ini dan hal Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut mampu memberikan dampak baik secara sosial maupun ekonomi kepada masyarakat sekitar, khusunya para pengrajin keramik dan ditargetkan setelah program pengabdian ini berakhir pendapatan dari para pengrajin bisa mengalami kenaikan, minimal 20% dari normalnya.
Artikel Terkait
-
Di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Senen, Hiburan Musik Jalanan Hibur Para Pemudik
-
Angkat Kisah Superhero yang Gagal Jadi Aktor, Wonder Man Adalah Miniseri Marvel Paling Berani!
-
PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di 4 Kota
-
Penumpang KA dari Jakarta Tembus 50 Ribu Orang per Hari, Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret
-
Agar Pelaku Segera Tertangkap, TAUD Minta Polisi Lacak Sinyal di Lokasi Penyiraman Andrie Yunus
News
-
Jangan Ada Lagi "Asal Bapak Senang": Menguji Nyali Kejujuran Birokrasi
-
Dia yang Berdehem Tiga Kali
-
Bye-bye Velocity! Mengapa Tren "Natural" D'Masiv Gantikan "Dung Tak Dung" di Momen Ramadan 2026
-
Terhindar dari Macet dan Polusi: Alasan Mal Jadi Tempat Ngabuburit Paling Nyaman
-
Fenomena Shower Thoughts: Kenapa Ide Cemerlang Muncul Pas Lagi Sabunan?
Terkini
-
Review Novel Pion Memorabilia: Bagaimana Bidak Kecil Mengubah Nasib Seorang Anak yang Dianggap Gagal
-
Sepupuku Seorang Ahli Matematika: Menghitung Angka di Bumi Hingga Antariksa
-
4 Ide OOTD Outerwear ala Ningning aespa, Dari Chic sampai Bold Look!
-
Angkat Kisah Superhero yang Gagal Jadi Aktor, Wonder Man Adalah Miniseri Marvel Paling Berani!
-
Seni Beretorika di Buku How to Win an Argument Karya Marcus Tullius Cicero