Maraknya pencurian barang di dalam rumah terutama saat ditinggal oleh pemilik menjadi suatu permasalahan yang banyak dicari solusinya. Solusi untuk hal tersebut di antaranya dengan pemasangan kunci ganda serta pemasangan alarm. Akan tetapi dengan sistem keamanan tersebut belum dapat tercatat siapa saja yang masuk ke rumah. Untuk mengetahui siapa saja yang masuk ke dalam rumah, maka timbulah suatu ide tentang bagaimana membuat suatu alat yang dapat membantu proses pencatatan elektronik terhadap siapa saja yang masuk ke dalam rumah.
Ide tersebut adalah dengan menghadirkan Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi ini merupakan perangkat yang mampu mengidentifikasi dan mendeteksi objek benda maupun manusia menggunakan frekuensi radio. RFID ini di kontrol menggunakan arduino uno.
Sistem ini mengembangkan teknologi RFID dan Arduino untuk menyelesaikan tugas yang diperlukan.
RFID merupakan sistem pembaca yang diinstal dan di pasang pada pintu masuk untuk mendeteksi apa saja yang masuk ke dalam rumah, sistem pengenal pengguna unik atau dapat disebut (UID).
Diharapkan nantinya alat ini dapat membantu proses pencatatan secara elektronik bagi siapa saja yang masuk ke dalam rumah, sehingga jika ada tamu yang tak diundang dapat diketahui siapa dan kapan mereka memasuki rumah atau gedung, serta dengan teknologi internet yang sudah semakin maju maka dengan memanfaatkan jaringan internet data elektronik tersebut dapat dipantau dari mana saja dengan menerapkan sistem intenet of things (IoT).
Oleh: Faisal Andi Dharmawan, Ridwan Siskandar M. Si
Baca Juga
Artikel Terkait
-
DPR : Jangan Ada Justifikasi Masker Scuba atau Masker Kain Tak Bagus
-
Pakar Minta Pasar Digital Diatur Undang-undang
-
Calon Wali Kota Tangsel ke Rumah Produksi Kue Bulan: Tak Semua Menurun
-
Kunjungi Rumah Produksi Kue Bulan, Sara: Tak Semua Sektor Ekonomi Menurun
-
Penembakan di Depan Rumah Hantu Gegara Masalah Antrean, Satu Orang Tewas
News
-
Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern
-
Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak
-
Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta
-
Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek
-
Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara
Terkini
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam