Pada zaman yang serba praktis ini, plastik turut ambil bagian di dalamnya. Ketika membawa barang misalnya, banyak orang yang memilih menggunakan kantong plastik karena sifatnya yang kuat, tidak mudah sobek, dan lentur. Selain itu, harga yang ditawarkan untuk kemasan kantong plastik pun cukup terjangkau.
Meskipun demikian, keberadaan kantong plastik menimbulkan persoalan besar di kemudian hari. Plastik pada akhirnya menjadi sampah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan karena sulit terurai. Padahal, dulunya kantong plastik dibuat untuk membantu lingkungan.
Dilansir dari tayangan Youtube BBC How Plastic Bags Were Supposed to Help The Planet, sebelum kantong plastik ada, orang-orang menggunakan kantong kertas. Sementara itu, proses produksi kertas yang memakan banyak pohon dapat mengancam keseimbangan alam. Dari latar belakang itu, Sten Gustaf Thulin pada tahun 1959 menciptakan kantong plastik untuk mengganti kantong kertas.
Menurut Raoul Thulin, Putra dari Thulin mengemukakan bahwa dunia saat itu sedang berusaha untuk menjaga sumber daya alam, sehingga kantong plastik menjadi pilihan yang tepat karena lebih mudah dibawa ke mana pun dan dapat dipakai berulang kali.
Sayangnya, seiring berjalannya waktu, orang-orang menjadi terlena akan kepraktisan kantong plastik ini, sehingga menyebabkan masalah sampah yang menumpuk.
Kantong plastik yang seharusnya dipakai untuk berulang kali, kini beralih hanya digunakan sekali pakai.
Akhir-akhir ini, adanya gerakan untuk mengurangi sampah plastik tengah dilakukan misalnya dengan diet kantong plastik. Beberapa pelaku usaha mengambil langkah dengan menerapkan kantong plastik berbayar.
Diet plastik sebenarnya bukan berarti harus menghindari penggunaan plastik, namun lebih kepada mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.
Kantong kertas dan kantong kain yang kini dilirik karena dianggap lebih ramah lingkungan pun dapat berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan jika digunakan hanya sekali pakai.
Poin yang perlu dicatat adalah bukan hanya soal dari bahan apa kantong itu dibuat, namun gunakan kantong tersebut dengan bijak secara berulang kali.
Baca Juga
-
Wanita Harus Tahu, 4 Penyebab Badan Lemas saat Menstruasi
-
Hindari dari Sekarang, Ini 4 Kebiasaan Penyebab Sahabat Pergi Menjauh
-
Mudah Tergiur? Ini 4 Tips Ampuh Tahan Godaan Makan Junk Food
-
4 Kesalahan Mencuci Wajah, Bisa Bikin Jerawatan
-
Belajar Memasak, Ini 4 Kesalahan Penyebab Donat Tidak Mengembang
Artikel Terkait
-
Begini Cara Nicholas Saputra Kurangi Produksi Sampah, Patut Dicoba
-
Merusak Otak Bayi, Ilmuwan Desak Pelarangan Penggunaan Bahan Kimia Ftalat
-
Percaya Hidungnya Aneh, Wanita Ini Nabung demi Oplas Sejak Umur 10 Tahun
-
Studi: Covid-19 Bisa Bertahan hingga 7 Hari di Permukaan Benda Plastik
-
Virus Corona Lebih Tahan Lama di Permukaan Kaca, Ini Saran Ahli!
News
-
Bekal Penting Sebelum ke Luar Negeri: Cara Calon Pekerja Migran Hindari Jeratan Love Scam
-
Di Balik Viral Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Ada Psikiater yang Ikut Mengawal Cerita
-
Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi
-
Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental
-
25 Tahun Berdiri, Apa Rahasia Komunitas Indo Harry Potter Tetap Eksis di Era Gen Z?
Terkini
-
Ulasan Drama Phantom Lawyer, Ketika Keadilan Terkuak dari Para Arwah
-
Iduladha dan Generasi Muda: Makna Lama yang Masih Relevan di Era Modern
-
Mengapa Tuduhan Amien Rais soal Teddy Mudah Dipercaya Publik?
-
Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Polemik Kurban 1.098 Sapi dari APBN Rp100 Miliar: Uang Presiden atau Rakyat?