Ada banyak alasan seseorang memilih untuk berhenti dari pekerjaannya. Entah karena memang mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik, menikah, pulang kampung atau mungkin masalah 'kenyamanan' yang memaksamu untuk keluar dari tempat kerja.
Yang dilema, kalau alasan resign karena kurang nyaman dengan rekan, atasan atau hal-hal lain yang tidak bisa kamu jelaskan secara jujur saat mengajukan surat pengunduran diri.
Kali ini, penulis akan berbagi 3 alasan yang cukup masuk akal untuk disampaikan ke atasanmu agar kamu bisa resign dengan nyaman.
1.Alasan keluarga
Bagi kamu yang merupakan karyawan wanita, kamu bisa banget pakai alasan ini untuk resign dengan lancar. Misalnya, bilang saja kamu mau menikah dan fokus mengurus suami dan anak kelak. Atasanmu pasti tidak akan bertanya lebih dalam akan hal itu karena alasan demikian sudah menjadi suatu pilihan personal yang tidak bisa diutak-atik.
2.Melanjutkan pendidikan
Alasan resign selanjutnya yang bisa digunakan agar terdengar masuk akal dan tetap profesional adalah alasan melanjutkan pendidikan. Kamu bisa beralasan berhenti bekerja untuk fokus melanjutkan pendidikanmu. Rasanya, atasan tentu akan mendukung jika alasanmu demikian. Karena alasan ini terbilang positive.
3.Pekerjaan full/overload
Kamu bisa beralasan bahwa kamu kesulitan membagi waktu untuk bekerja di perusahaan dan usaha sampingan kamu. Jadi kamu bisa bilang ke atasan bahwa kamu ingin memilih fokus ke usaha sampingan tersebut. Sehingga atasanmu akan tahu kalau saat kamu sudah resign, kamu tetap akan mempunyai penghasilan.
Tentu saja , kamu harus pastikan saat kamu akan keluar dari sebuah perusahaan, kamu sudah mendapat pekerjaan baru ditempat lain atau setidaknya tabungan yang cukup untuk sementara menampung kebutuhanmu selagi belum mendapatkan pekerjaan baru.
Jangan sampai karena emosi sesaat atau kurang sabarnya kamu menghadapi 'permasalahan' yang sebenarnya masih bisa diatasi baik-baik justru menjerumuskan diri sendiri ke lubang pengangguran. Akhirnya kamu malah menyusahkan orang sekitar.
Itu dia 3 alasan paling aman untuk bisa diajukan ke atasan tanpa meninggalkan kesan kurang baik setelahnya,versi penulis.
Baca Juga
-
6 Pahlawan Indonesia yang Namanya Diabadikan Menjadi Nama Jalan
-
3 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Saat Mengalami Luka Bakar
-
Para Ayah Wajib Tahu! Hindari Lakukan 5 Hal Ini Jika Nggak Mau Dijauhi Anak
-
Rutin Minum Perasan Jeruk Nipis Bikin Cepat Hamil, Mitos atau Fakta?
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini 5 Alasan Anak Tak Terbuka dengan Orang Tua
Artikel Terkait
News
-
Dilema Midnight Sale Jelang Lebaran: Pilih Tidur Nyenyak atau Checkout Seragam Keluarga Estetik?
-
Opornya Hangat, Tapi Kok Hati Dingin? Rahasia di Balik Rasa Hampa Saat Bulan Suci
-
Seni Memilah Prioritas di Buku Mencari Intisari Karya Sherly Annavita
-
Kisah Kolaborasi Mengejutkan: Pramuka dan Kophi Jateng Satukan Kekuatan Jaga Lingkungan
-
Paket Menumpuk, Kurir Kewalahan: Wajah Lain Ramadan Jelang Lebaran
Terkini
-
Review Novel Satine: Realitas Pahit Menjadi Budak Korporat di Jakarta
-
Jangan Baca Pesan Terakhirku
-
Review Film Marty Supreme: Perjalanan Gelap Seorang Underdog yang Ambisius!
-
Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun
-
Tips PDKT Lewat Gelas: Anime Botan Kamiina Siap Bikin Kamu "Mabuk" Cinta di April 2026!