Kurma adalah salah satu makanan yang banyak dijumpai saat bulan Ramadhan. Mengonsumsi kurma untuk buka puasa merupakan hal yang dianjurkan, terutama karena manfaat yang bisa didapatkan dari buah bercita rasa manis itu.
Kurma mampu mengembalikan gula darah yang turun usai berpuasa seharian, namun tetap aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Selain itu, ada lagi lho keuntungan memilih kurma untuk hidangan berbuka puasa. Berikut ini paparannya:
1. Menjaga massa tulang
Dikutip dari laman Chatelaine, kurma dapat mencegah terjadinya pengeroposan tulang dengan menjaga massanya agar tetap padat. Terutama bermanfaat bagi wanita yang jelang usia menopause. Nutrisi bernama kalium, terdapat pada satu kurma kering dengan jumlah mendekati 140 miligram. Kalium akan membantu menjaga massa tulang tetap padat.
2. Seimbangkan gula darah
Kadar gula darah mudah turun drastis saat puasa. Namun kurma memiliki dampak glikemik yang rendah sehingga membantu penderita diabetes tipe-2 kembalikan gula darah mereka ke posisi aman.
3. Sehatkan otak
Buah kurma memiliki lebih dari dua miligram kolin, jenis vitamin B yang merupakan komponen dalam asetilkolin, neurotransmitter memori. Manfaatnya menyehatkan otak, meningkatkan kemampuan memori, sampai mencegah Alzheimer.
4. Antioksidan
Terdapat antioksidan yang jumlahnya cukup banyak per butir buah kurma, sehingga bermanfaat untuk mencegah peradangan. Jenisnya adalah antosianidin dan karotenoid pada kurma segar, dan polifenol pada kurma kering. Kurma Khalas dibuktikan memiliki kandungan antioksidan tertinggi.
5. Turunkan tekanan darah
Nutrisi bernama magnesium adalah mineral yang membantu menurunkan tekanan darah dengan membantu pelebaran pembuluh darah. Kurma mengandung sampai 80 miligram per butir, sehingga baik untuk penderita hipertensi.
Konsumsi kurma dengan jumlah ganjil yakni 3, 5, atau 7 disunnahkan saat berbuka puasa. Nah, selamat menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
Terkini
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Perempuan Bergaun Kuning yang Duduk di Atap Rumah Lek Salim
-
Mitos Sekolah Gratis: Menelusuri Labirin Biaya di Balik SPP Nol Rupiah