Belakangan istilah herd stupidity menjadi viral dibahas di berbagai media berita dan informasi. Apa yang dimaksud dengan istilah tersebut dan apa hubungannya dengan pandemi Covid-19 ya?
Makna herd stupidity
Sebelumnya, perlu dipahami bahwa kita semua sedang berusaha terbebas dari pandemi Covid-19 dengan cara melakukan vaksinasi kepada masyarakat luas. Tujuan vaksinasi adalah agar masyarakat luas yang sudah divaksin dapat membangun kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19, dan tercipta herd imunity atau kekebalan kelompok. Artinya, jika seluruh masyarakat sudah punya imunitas kuat, maka virus pun perlahan akan sirna sendiri.
Namun yang terjadi malah sebaliknya, bukan herd imunity malah herd stupidity atau kebodohan kelompok akibat dari pengabaian terhadap protokol kesehatan yang telah ditentukan secara beramai-ramai.
Masyarakat tidak lagi antusias mencuci tangan saat berada di tempat keramaian, malas memakai masker, dilarang mudik malah beramai-ramai melanggar peraturan tersebut, berkerumun, nongkrong di kafe, dan banyak bentuk abai lainnya.
Orang yang melanggar prokes tersebut kebanyakan dilakukan akibat termakan hoaks bahwa penyakit akibat virus covid-19 itu tidak ada, atau bahwa covid-19 hanya konspirasi serta tidak berbahaya.
Bisa juga terjadi karena masyarakat sudah jenuh dan bosan dengan berbagai pokes yang selama ini dijalankan karena merasa sudah baik-baik saja.
Akibat buruk herd stupidity
Apa akibatnya jika herd stupidity dibiarkan? Gelombang kedua virus covid-19 mulai menyerang kembali. Angka orang yang positif covid-19 kembali naik dengan signifikan. Rumah sakit penuh sehingga orang yang benar-benar sakit dan butuh pertolongan tidak bisa ditampung.
Selain itu, mutasi virus makin cepat berkembang sehingga terus muncul varian baru covid-19 yang makin sulit diobati. Yang menyedihkan, angka kematian juga melonjak sehingga makam khusus covid-19 dikabarkan makin hari hanya tersisa sedikit. Hal ini tentu tidak diinginkan oleh semua orang.
Karena itu, sebosan apapun, tetaplah patuhi potokol kesehatan atau prokes. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang lain adalah hal yang wajib. Hindari keramaian, jangan bepergian jika tidak benar-benar penting. Hal itu demi kepentingan keluarga dan diri sendiri, lho dan jangan jadi bagian dari herd stupidity.
Tag
Baca Juga
Kolom
-
Berhenti Merasa Nyaman dalam Ketidaktahuan: Mengapa Istri Wajib Tahu Keuangan Keluarga
-
Jebakan Asmara Digital: Mengapa Love Scamming Harus Membuka Mata Hati Kita
-
Dulu Rajin, Sekarang "Cuek": Inilah Alasan Mengapa Banyak Pekerja Mulai Jaga Jarak
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Retorika Pidato Presiden di Nganjuk, Menenangkan atau Menidurkan Logika?
Terkini
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
-
Membongkar Sisi Kelam Orde Baru dalam 'Larung': Sastra yang Menolak Dibungkam
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
-
Budget 3 Jutaan Mau Foto Ala Flagship? Ini 5 Pilihan HP Terbaiknya!