Selepas memenangi laga perdana melawan Taiwan pada babak play off kualifikasi Piala Asia 2023, timnas Indonesia tak bisa berlama-lama dalam menikmati euforia kegembiraan. Pasalnya, laga kedua yang menentukan langkah Indonesia untuk melaju ke babak grup kualifikasi, telah menjelang dan hanya terpaut empat hari saja dari laga pertama kemarin.
Terlebih, meski memenangi laga pertama lalu, posisi Indonesia terbilang belum aman. Dengan kemenangan tipis 2-1 dengan kebobolan gol kandang, Taiwan hanya membutuhkan satu gol tanpa balas saja untuk bisa menjugkalkan Indonesia dan mengagalkan kelolosan skuat Garuda.
Meski bermain di tempat netral di Chang Arena, Buriram Thailand, tetapi leg pertama kemarin dihitung Indonesia sebagai tuan rumah. Sementara di laga kedua 11 Oktober mendatang, giliran Taiwan yang “distatuskan” sebagai tuan rumah.
Selain hanya berbekal kemenangan tipis dan kemasukan gol kandang, kondisi lain yang kini menghinggapi timnas Indonesia adalah masalah cedera pemain. Pada laga pertama lalu, permainan keras menjurus kasar yang ditampilkan oleh Taiwan membawa setidaknya empat korban di tubuh timnas Indonesia.
Mereka adalah Ramai Melvin Rumakiek, Miftah Anwar Sani, Ricky Kambuaya dan Asnawi Mangkualam Bahar. Menyikapi empat pemainnya yang mendapatkan cedera, coach Shin Tae-Yong berharap mereka segera pulih sehingga bisa kembali diandalkan untuk laga kedua mendatang.
Disadur dari laman resmi federasi, pelatih asal Korea Selatan tersebut berharap, proses recovery para pemain bisa berjalan dengan cepat, dan bisa kembali memperkuat timnas Indonesia.
Tak hanya itu, sang pelatih juga berharap para pemain tetap fokus dan bekerja keras untuk meredam permainan agresif yang kemungkinan akan diterapkan oleh Taiwan.
"Kami berharap semua pemain dalam kondisi fit dan bugar pada laga leg kedua nanti. Pemain harus tetap fokus dan kerja keras pada laga leg kedua nanti," kata sang pelatih seperti dikutip dari laman resmi pssi.org.
Tentu saja harapan dari coach Shin Tae-Yong tersebut juga menjadi harapan bagi para pendukung timnas Indonesia. Pasalnya, setelah babak belur di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G, Indonesia prestige persepak bolaan Indonesia di level internasional kini bertumpu pada gelaran kualifikasi Piala Asia 2023.
Setidaknya, dengan lolos ke Piala Asia, hal tersebut bisa menjadi pelipur lara bagi para pendukung timnas Indonesia yang selama ini harus menahan pedih karena merosotnya prestasi persepakbolaan Indonesia.
Jadi, hasil positif di laga kontra Taiwan pada leg kedua mendatang menjadi harga mati demi gengsi persepakbolaan tanah air.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
News
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
Terkini
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
-
Di Balik Thanksgiving Berdarah: Misteri Kelam Keluarga Sam Holland
-
Penantang Baru MacBook? Redmi Book 14 2026 Resmi Meluncur dengan Spesifikasi Gahar!
-
Drakor The Scarecrow Pecahkan Rekor ENA, Kepala Produksi Ungkap Alasannya
-
Episode 5 dan 6 The Scarecrow Bikin Penonton Ikut Mikir Keras