Aksi klitih kembali marak terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Baru-baru ini seorang remaja berusia 18 tahun Dafa Adzin Albasith, tewas menjadi korban klitih di Gedongkuning, Yogyakarta pada Minggu (3/4/2022). Meskipun pihak kepolisian menyebut tragedi kala itu bukan klitih, tetapi trending seputar aksi kejam tersebut telah menjadi sorotan publik.
Maraknya klitih membuat banyak orang menjadi resah dan ketakutan. Tak terkecuali pula yang dirasakan oleh penjual celurit di Pasar Tempel, Yogyakarta. Di mana diketahui celurit menjadi senjata pelaku klitih untuk melukai korbannya.
Pengguna media sosial TikTok wildannuhaw membagikan video penjual celurit di Pasar Tempel mengantisipasi klitih.
"Bakul Pasar Tempel cen yoi (Bakul Pasar Tempel memanga top)" tulis pengunggah sebagai keterangan videonya seperti dikutip oleh Yoursay.id, Jumat (08/04/2022).
Penjual celurit di Pasar Tempel ikut resah dengan maraknya aksi klitih. Mereka pun berinisiatif untuk melakukan antisipasi sejak dini.
"Bakul arit we ngasi ngerasakne kahanane klitih (Penjual celurit saja sampai resah merasakan keadaan klitih)" ungkap pengunggah video.
Penjual celurit memasang pengumuman yang ditujukan kepada pembelinya. Mereka hanya melayani pembeli celurit untuk keperluan positif, saja bukan klitih.
"Hanya jual arit untuk keperluan pertanian, perkebunan atau untuk kerja bakti. Tidak melayani untuk kejahatan jalanan klitih," isi pengumuman dari penjual celurit di Pasar Tempel.
Pengumuman dari Penjual Celurit
Baru beberapa jam yang lalu diunggah, video ini sudah ditonton sebanyak 172,8 ribu kali dan 16,1 ribu suka. Video itu pun mencuri perhatian warganet yang menonton untuk memberi tanggapan di kolom komentar.
Warganet berpendapat kalau penjual celurit menuliskan pengumuman tersebut sebab takut dikaitkan dengan pelaku klitih.
"Penjualnya takut kalau ikut jadi tersangka," ucap seorang warganet.
"Penjualnya takut ikut menanggung dosa," sahut yang lain.
"Takut kalau ditanyai: ini tadi beli celurit dimana? Aku samperin," tulis lainnya.
Warganet lain miris dengan kemarakan klitih yang membuat arti klitih sesungguhan menjadi hilang.
"Kata klitih artinya dolan bengi (main malam), sekarang kata klitih jadi kata kriminalitas kejahatan jalanan," ungkapnya.
Ada juga warganet yang bersimpati bahkan sampai kasihan sebab dengan klitih membuat penjual celurit ikutan resah.
"Respect," ujar warganet.
"Kasihan penjualnya," imbuh lainnya.
Baca Juga
-
Ganteng Kali Mas Dhimas Prasetyo, Kru Denny Caknan saat Cek Sound Bikin TerDhimas-Dhimas
-
Trend Sound 'Aku Ada Type' di TikTok, Profil Meerqeen Si Aktor Tampan yang Bikin Candu Gegara Konten Swipenya
-
Wanda Hamidah Tiba-Tiba Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi, Ada Apa?
-
Petinggi Dunia Kenakan Batik Dihina saat Jamuan Gala Dinner KTT G20, Netizen Pasang Badan: Ini Pakaian Indonesia
-
Cek Besar Belanjaan Dewi Perssik, Aurel, dan Nagita Slavina di Shopee, Fuji: Wih Borong Abis Ibu-Ibu
Artikel Terkait
-
Lagi Tren Joget THR: Apakah Terinspirasi dari Tarian Yahudi?
-
Viral Denny Landzaat Fasih Bahasa Indonesia di Maluku, Shin Tae-yong Kena Sindir
-
Viral, Apakah Ada Doa Mengusir Tamu Agar Cepat Pulang?
-
Viral! Wanita Ini Punya Cara Jitu Bungkam Pertanyaan 'Nyinyir' saat Lebaran, Kaosnya Bikin Ngakak!
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?