Brand Fashion Muslim asal Cianjur, Asyalia, aktif melakukan bagi-bagi takjil selama bulan Ramadhan. Setiap hari Kamis, tim Asyalia sudah siap dengan membawa puluhan hingga ratusan takjil di ruas Jalan Dr Muwardi, Bypass, Cianjur.
Pada Kamis (21/4/2022), Asyalia berhasil membagikan sebanyak 100 takjil kepada masyarakat yang melintas. Warga yang menjadi sasaran ialah sopir angkot, pemulung, tukang parkir, sampai driver ojek online.
CEO Asyalia, Tri Agum Nursyeha (21) menjelaskan, program bagi-bagi takjil ini dilakukan sebagai bentuk ibadah di bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini pun menjadi momen yang indah karena dengan saling berbagi, maka kebahagiaan bisa disebar.
"Memang dari segi harga tidak seberapa, tetapi kami yakin dengan kegiatan ini bisa memberikan senyuman kepada masyarakat sekitar di Cianjur. Karena kan Ramadhan ini milik seluruh umat muslim, sudah sepatutnya kita saling membahagiakan," kata dia kepada wartawan, Sabtu (23/4/2022).
Melihat antusiasme warga sekitar dengan kegiatan ini, Agum mengaku terus bersemangat menggencarkan bagi-bagi takjil. Rencananya, kegiatan bagi-bagi takjil terakhir akan dilaksanakan pada Kamis (28/4/2022).
"Apalagi sekarang kita sudah masuk ke 10 hari terakhir Ramadhan, dan memang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dalam menggapai Lailatul Qadar," ungkap Agum.
Sebagai informasi, Lailatul Qadar adalah satu malam yang penting dan terjadi pada bulan Ramadhan. Dalam Al-Qur'an, Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Selain itu, penjelasan tentang keistimewaan malam ini bisa dijumpai pada Surah Al-Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur'an.
Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan bagi-bagi takjil ini bisa berpengaruh baik bagi tim Asyalia. Serta, memberikan dampak baik kepada warga Cianjur untuk bisa saling berbagai kebahagiaan, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi di waktu-waktu yang lain.
"Harapannya, kami bisa terus berbagi bagi masyarakat. Kami tidak ingin dikenal sebagai bisnis saja. Tetapi, memberikan dampak riil di masyarakat yang memang bisa dirasakan langsung di lapangan. Selain itu, kami pun berharap bisa memberikan lebih dari sekadar takjil, kedepannya kami akan memberikan program sosial yang lebih baik lagi," tutup Agum.
Baca Juga
-
Media Lokal Sudah Badai Selama 10 Tahun Terakhir dan Tak Ada yang Peduli
-
Sama-Sama Pekerja Gig, Kok Driver Ojol Lebih Berani daripada Freelancer?
-
Percuma Menghapus Outsourcing Kalau Banyak Perusahaan Melanggar Aturan
-
Wajib Tahu! 5 Buah yang Bisa Menurunkan Kolesterol dalam Tubuh
-
Makin Sehat! Ini 6 Manfaat Tidur Siang bagi Tubuh
Artikel Terkait
News
-
Lebaran Masih Lama, tapi Pesugihan Massal Udah Mulai di Bioskop: Review Film Setannya Cuan!
-
Bukan Kaleng-Kaleng! Inilah Hypercar Swedia Hampir Rp100 Miliar yang Terparkir di Sidoarjo
-
Flash Sale dan Ledakan Transaksi Online: Saat Diskon Ramadan Lebih Menggoda daripada Aroma Opor
-
Lebaran Jalur Narik: Ketika Jaket Hijau Lebih Sibuk dari Panitia Zakat
-
Mengapa Kampus Lebih Sibuk Kejar Akreditasi daripada Jaga Nyawa Mahasiswa?
Terkini
-
Jalani Hari dengan Tenang dalam Buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan
-
Kata Siapa Mayoritas Artinya Selalu Benar? Membaca Buku Musuh Masyarakat
-
Ramadan, Takjil, dan Seni Berkonsumsi Secukupnya
-
Puasa dari Algoritma: Cara Bijak Berkonsumsi Media Sosial di Bulan Ramadan
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!