Sobat Yoursay, ketika siswa semakin berani melawan guru dan berbagai bentuk kenakalan terus meningkat, apakah hukuman fisik layak diberlakukan kembali di sekolah?
Kita mungkin punya jawaban berbeda terkait pertanyaan tersebut. Namun, bagaimana jika itu satu-satunya jalan untuk mengembalikan makna pendidikan yang sebenarnya dan melindungi hak-hak seluruh warga sekolah?
Sinopsis Teach You a Lesson
Penghapusan hukuman fisik di sekolah yang mulanya dilakukan demi melindungi hak asasi anak, akhirnya malah menjadi boomerang. Para siswa tak lagi takut kepada guru, mereka semakin berani melakukan berbagai kenakalan. Akibatnya, banyak guru yang takut pada siswa dan kehilangan martabatnya sebagai seorang pendidik.
Di tengah sistem pendidikan yang kacau seperti itu, Choi Gang-seok (Lee Seung-min), yang menjabat sebagai menteri pendidikan membentuk Biro Perlindungan Hak Pendidikan (ERPB) yang secara khusus menangani berbagai kasus yang terjadi di lingkungan sekolah. Dia menugaskan Na Hwa-jin (Kim Moo-yeol), mantan pasukan khusus sebagai pengawas utama. Selain Hwa-jin, ada Im Han-rim (Jin Ki-joo) dan Bong Geun-dae (Pyo Ji-hoon). Ketiganya bersatu menjadi tim yang kompak dan solid. Mereka dikirim ke sekolah-sekolah untuk menangani berbagai kasus, mulai dari perundungan, pengedaran narkoba, hingga intimidasi wali murid pada guru.
Review Teach You a Lesson
Jujur, dari semua upcoming serial Netflix yang tayang bulan ini, Teach You a Lesson menjadi salah satu yang paling saya tunggu-tunggu. Bukan sekadar karena saya suka genre-nya, tetapi juga karena premis drama ini mengangkat isu dari dunia pendidikan yang jarang dibahas. Menariknya lagi, di setiap episode-nya kita tidak hanya ditunjukkan gambaran apa yang terjadi di lingkungan pendidikan, tapi sekaligus diperlihatkan bagaimana mereka menerapkan sistem yang melindungi hak-hak seluruh warga sekolah.
Sejak episode awal, Teach You a Lesson langsung menunjukkan bahwa ini bukan drama sekolah biasa. Konfliknya terasa lebih serius dan sering kali membuat saya merasa kesal karena banyak kejadian di dalamnya terasa realistis dan dekat dengan situasi di dunia pendidikan sekarang, bukan hanya di Korea, tapi juga Indonesia.
Dari keseluruhan kasus di 10 episode drama ini, sejujurnya saya paling kesal dengan kasus orang tua murid yang meneror wali kelas anaknya, bahkan sampai mencampuri urusan pribadinya. Sampai-sampai guru tersebut merasa tertekan dan ingin mengakhiri hidupnya. Lebih parahnya lagi, kasus tersebut ternyata diambil dari kisah nyata yang terjadi di Korea. Di mana ada seorang guru yang meninggal dunia karena terus-menerus diintimidasi oleh wali murid.
Selain itu, kasus lainnya yang membuat saya marah adalah seorang ibu yang memaksa anaknya untuk kuliah kedokteran. Dia menggunakan segala cara agar Hyeon-min, putranya bisa mendapatkan nilai sempurna, tanpa peduli jika cara yang ia gunakan sebenarnya malah menghancurkan masa depan sang anak.
Dengan ketatnya persaingan di Korea, hal semacam itu mungkin umum terjadi di sana. Tetapi yang paling membuat saya jengkel adalah meskipun tahu perubahan yang dialami oleh Hyeon-min, ibunya tetap abai. Seolah selama Hyeon-min bisa menjadi dokter, hal-hal lain tidak lagi penting baginya. Bahkan ketika kesehatan mental dan keselamatan anaknya sendiri mulai dipertaruhkan.
Soal akting, mulai dari pemeran utama sampai pendukung, saya rasa semuanya benar-benar totalitas memberikan usaha terbaiknya. Para antagonis pun berhasil membuat penonton kesal dan emosi karena kelakuan mereka yang di luar nalar. Namun, yang paling saya nikmati adalah setiap kali Kim Moo-yeol dan Jin Ki-joo terlibat dalam adegan aksi. Terutama Jin Ki-joo, sih, seolah saya ikut merasakan emosi yang dia luapkan di drama. Apalagi kalau dia sudah menuliskan kata "sabar" di telapak tangannya.
Hal lain yang membuat Teach You a Lesson semakin menarik, setiap konflik dalam drama ini tidak hanya berakhir pada hukuman bagi pelaku. Dalam beberapa kasus, kita juga ditunjukkan alasan mengapa seseorang bisa menjadi perundung, mengapa ada guru yang memilih diam, dan bagaimana sistem yang buruk sering kali membuat orang baik kesulitan bertahan.
Itulah mengapa, saya merasa drama ini lebih dari sekadar drama tentang sekolah. Ada kritik sosial yang cukup kuat di dalamnya, terutama mengenai bagaimana pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi semua orang, baik murid maupun guru.
Menonton drama ini membuat saya menyadari bahwa menjadi guru mungkin jauh lebih berat daripada yang selama ini terlihat. Mereka bukan hanya mengajar di kelas atau memberikan nilai, tetapi juga menghadapi berbagai tekanan yang datang dari banyak arah. Ada kalanya mereka harus memilih antara mempertahankan prinsip atau menjaga posisinya tetap aman.
Dan mungkin, itulah yang membuat Teach You a Lesson terasa begitu dekat dengan kehidupan. Drama ini mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru semata. Ketika rasa hormat hilang dari ruang kelas, yang runtuh bukan hanya wibawa seorang guru. Lebih dari itu, yang perlahan ikut runtuh adalah nilai-nilai yang seharusnya menjadi fondasi bagi generasi berikutnya.
Jika kalian menyukai drama dengan konflik yang realistis dan kritik sosial yang kuat, Teach You a Lesson layak masuk watchlist kalian. Hanya saja, ada beberapa adegan kekerasan yang mungkin bisa membuat penonton kurang nyaman.
Baca Juga
-
Sampah Plastik Dibakar untuk Memasak: Solusi Murah atau Ancaman Diam-Diam?
-
Menyoal Budaya Flexing di Media Sosial: Takut Miskin atau Takut Tak Terlihat Sukses?
-
In This Economy, Apakah Nasihat Hidup Hemat Masih Relevan bagi Gen Z?
-
Punya Kemasan Bekas Paket? Ini Cara Sederhana Memulai Gaya Hidup Less Waste
-
Bawa Tas Belanja Sendiri: Langkah Sederhana untuk Memulai Gaya Hidup Less Waste
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menyusun Kembali Hidup yang Hilang dalam Novel Silence
-
After the Hunt: Dialog Filosofis tentang Moralitas dan Dinamika Generasi
-
Mohabbatein: Film yang Mengajak Kita Crosscheck Realita Jaman Sekarang
-
Catatan Terakhir Sam Sebelum Kematian: Membaca Ways to Live Forever
-
Harry Potter and the Goblet of Fire: Turnamen Triwizard yang Sangat Seru!
Terkini
-
Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?
-
Jangan Langsung Panik! Ini Cara Cerdas Mengatur Pengeluaran Saat Harga Pertamax Meroket
-
Gen Z Abis! Intip 4 OOTD Acubi Style ala Eunchae LE SSERAFIM yang Lagi Hits
-
Dibalik Murahnya Harga Cilok dan Batagor, Ada 'Bom Waktu' Ekonomi yang Mengintai
-
Anti-Crack! 5 Setting Spray Lokal untuk Makeup Dewy di Kulit Kering