Lumrah di desa-desa kita menemui penggembala yang sedang mengajak hewan ternakannya keluar kandang untuk mencari makan. Tak jarang penggembala bersama puluhan hingga ratusan ekor hewan ternaknya melalui jalan umum.
Akibatnya hewan ternak tersebut mengeluarkan kotoran sembarangan di jalam umum yang dilaluinya. Sementara penggembala biasanya akan membiarkan kotoran hewan ternaknya berceceran.
Namun, sikap berbeda ditunjukkan oleh penggembala ini. Ia menyapu langsung kotoran kambingnya yang berceceran di jalan. Aksi penggembala itu diabadikan dalam sebuah video singkat yang diunggah oleh akun media sosial Instagram nature._.videos.
Rekaman video memperlihatkan seorang pria penggembala kambing yang berjalan di belakang puluhan hewan ternaknya . Kebetulan di belakang penggembala tersebut ada sebuah mobil akan melewati jalan yang sama dengan mereka.
Ada tujuan di balik penggembala ini berada di belakang puluhan kambing ternakannya. Penggembala itu menyapu kotoran dari kambing ternakannya yang bercecer di jalanan.
Ia menyapu secara cepat kotoran kambing denga sapu lidi panjang di genggamannya. Kotoran tersebut penggembala ini buang ke kanan dan kiri jalan yang berupa semak-semak.
Kotoran kambing yang menceceri jalan itu memang sangat banyak. Apabila penggembala tersebut tidak berinisiatif menyapunya tentu mengganggu pengguna jalan yang lewat.
Langsung Menyapu Kotoran Kambing Ternakannya
Kotoran kambing bukan hanya bau tetapi juga membuat ban kendaraan kotor penuh tahi. Pengemudi mobil yang berada di belakang penggembala ini pun memberikan toleransi.
Ia melajukan mobilnya dengan pelan supaya penggembala bisa menyapu kotoran kambing yang berceceran di jalan tanpa tergesa-gesa. Sayangnya, tidak diketahui di mana lokasi pasti dari penggembala menyapu kotoran kambing yang berceceran di jalan.
Video ini viral sudah mendapatkan 9,7 juta tayangan di reels Instagram dan 328 ribu suka. Video tersebut menuai berbagai tanggapan dari warganet yang menonton.
Tak sedikit warganet yang dibikin salut dengan aksi penggembala kambing menyapu kotoran hewan ternaknya itu.
"Luar biasa. Dia mendukung alam. Hanya mereka yang mengerti untuk menyelamatkan bumi," ujar salah satu warganet.
"Mereka mencintai planet ini, mereka menjaganya," sahut yang lain.
"Respect sekali dengan pria ini," ungkap lainnya.
"Masyaallah adab yang sangat luar biasa," kata warganet yang lain.
Baca Juga
-
Ganteng Kali Mas Dhimas Prasetyo, Kru Denny Caknan saat Cek Sound Bikin TerDhimas-Dhimas
-
Trend Sound 'Aku Ada Type' di TikTok, Profil Meerqeen Si Aktor Tampan yang Bikin Candu Gegara Konten Swipenya
-
Wanda Hamidah Tiba-Tiba Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi, Ada Apa?
-
Petinggi Dunia Kenakan Batik Dihina saat Jamuan Gala Dinner KTT G20, Netizen Pasang Badan: Ini Pakaian Indonesia
-
Cek Besar Belanjaan Dewi Perssik, Aurel, dan Nagita Slavina di Shopee, Fuji: Wih Borong Abis Ibu-Ibu
Artikel Terkait
-
Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Memburu Pengendara Motor yang Konvoi Gunakan Atribut Khilafah di Cawang
-
Potret Motor Sport Bolak-balik SPBU dengan Cara Dituntun, Publik Sebut Ada yang Janggal
-
Curhat Terkejut dengan Aksi Pacarnya yang Berbicara dengan Nada Tinggi kepada Sang Ibu, Netizen Kasih Tanggapan Begini
-
Ajang Formula E di Depan Mata, Giring Kembali Jadi Trending Topic di Twitter, Warganet: Bro Tanggal Empat Sudah Dekat
News
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
-
Anak Tantrum Karena Roblox Diblokir? Ini Strategi Agar Orang Tua Hadapi Krisis Digital Anak
-
Split Bill Atau Dibayarin? Panduan Menghindari Perang Kasir Saat Kencan Pertama
-
Kerajinan Jogja Sukses Diekspor, Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi di Pasar Global
-
Diskon Tol Pilih Kasih: Ketika PNS Senyum, Anak Swasta Gigit Jari
Terkini
-
Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya: Surat Cinta Pamungkas Vidi Aldiano yang Menembus Batas Waktu
-
Evolusi Doa: Saat Saya Berhenti Meminta Dunia dan Mulai Meminta Ketenangan
-
Mengungkap Kedok Maskapai Super Buruk di Novel Efek Jera Karya Tsugaeda
-
Tayang 24 April, Girl from Nowhere Kembali Hadir Versi Remake Jepang
-
Siomay Bukan Dimsum: Memahami Istilah yang Tertukar dalam Kuliner Tiongkok