Anak advokat Alvin Lim mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mafud MD atas kasus penangkapan sang ayah oleh kejaksaan beberapa hari lalu. Video anak Alvin Lim mengirimkan surat terbuka kepada presiden dan menko polhukam viral di media sosial.
Dikutip dari akun Instagram rumpi_gosip, anak perempuan Alvin Lim ini menjelaskan bahwa penangkapan sang ayah tidak adil. Sang ayah hanya berusaha untuk membantu klien-kliennya tetapi malah dijebloskan ke penjara.
Putri Alvin Lim menyakini adanya permainan dalam penangkapan sang ayah.
"Bapak aku udah dipenjara sekarang karena dia cinta sama klien-kliennya. Ini aku yakin ini ada permainan di sini," ucap putri Alvin Lim seperti dikutip oleh Yoursay.id, Kamis (20/10/2022).
Ia menegaskan apabila Alvin Lim, ayahnya hanya ingin membeli masyarakat korban investasi bodong.
"Emangnya papi aku siapa. Papi aku tuh cuma mau ngebela korban-korban, masyarakat investasi bodong. Papi aku tuh cuma mau ngebela mereka," tegasnya.
Putri Alvin Lim kecewa sebab ayahnya malah dipenjara padahal ingin menegakkan keadilan.
"Papi aku cuma mau menegakkan keadilan. Tapi sekarang malah papi aku yang dipenjara. Sementara penjahatnya bebas berkeluaran di sana," ungkapnya.
Ia juga menyinggung mengenai peran pemerintah yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat tetapi justru menindas.
"Padahal berdasarkan Undang Undang 45 tugas dari pemerintah itu adalah untuk mengayomi dan melindungi masyarakat. Tapi yang aku lihat pemerintah ini cuma menindas masyarakat," ujarnya.
Putri advokat Alvin Lim membeberkan adanya 185 laporan dari setiap daerah di Indonesia untuk sang ayah. Ia tidak menerima hal tersebut sebab ayahnya bukan teroris.
Menurutnya, Alvin Lim di sini hanya sebagai korban. Tujuan Alvin Lim membuat konten video kejaksaan sarang mafia itu untuk memberitahu pemerintah ada 'sampah' yang harus diberantas.
"Sekarang no viral no justice. Dia buat video buat kasih tahu ke pemerintah ini loh ada sampah, di sini loh ada sampah. Jadi saya minta tolong ke presiden bapak, presiden Jokowi dan Menko Polhukam. Masa bapak butuh anak kecil buat kasih tahu bapak gimana untuk menegakkan keadilan. Ini masyarakat bapak bukan masyarakat saya," ucapnya.
Bahkan ia dengan menahan air mata rela dipenjara karena membela ayahnya.
"Kalau saya harus dipenjara untuk menemani papi saya, saya rela. Saya mau membela papi saya," pungkasnya.
Baca Juga
-
Ganteng Kali Mas Dhimas Prasetyo, Kru Denny Caknan saat Cek Sound Bikin TerDhimas-Dhimas
-
Trend Sound 'Aku Ada Type' di TikTok, Profil Meerqeen Si Aktor Tampan yang Bikin Candu Gegara Konten Swipenya
-
Wanda Hamidah Tiba-Tiba Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi, Ada Apa?
-
Petinggi Dunia Kenakan Batik Dihina saat Jamuan Gala Dinner KTT G20, Netizen Pasang Badan: Ini Pakaian Indonesia
-
Cek Besar Belanjaan Dewi Perssik, Aurel, dan Nagita Slavina di Shopee, Fuji: Wih Borong Abis Ibu-Ibu
Artikel Terkait
-
Ada Blocking dari Tamu Open House Jokowi dan Prabowo, Rocky Gerung: Kelihatan Siapa Masuk Geng Mana
-
Ketua Joman Soal Peluang Jokowi Berlebaran ke Megawati: Ini Momennya Bersilaturahmi
-
Keluarga Besar Jokowi Kumpul di Solo Hari Kedua Lebaran, Gibran Sempat Tampung Aspirasi Warga
-
Momen Lebaran, Jokowi Video Call Ma'ruf Amin: Warganet Tagih Silaturahmi ke Megawati!
-
Refly Harun Bongkar Percakapannya dengan Prabowo Sebelum Pilpres: Ungkap Peran Jokowi
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
-
3 Rekomendasi Film tentang Kakak Beradik yang Mengharukan, Bikin Nangis!
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor